Kalau hanya dilihat dari keluhan saat ini, depresi pada bipolar (bipolar depresif) sering tampak sama dengan depresi biasa. Keduanya sama-sama membuat sedih, hampa, kehilangan minat, lelah, dan sulit fokus. Pembeda utamanya ada di masa lalu, yaitu apakah Anda pernah mengalami periode suasana hati dan energi yang naik tidak seperti biasanya (mania atau hipomania). Perbedaan ini penting karena cara mengobati keduanya tidak sama.

Yang dimaksud "depresi biasa" di sini adalah depresi tanpa riwayat mania atau hipomania. Dokter menyebutnya depresi unipolar atau depresi mayor.

Gejala yang sama di kedua jenis depresi

Baik pada bipolar maupun depresi biasa, episode depresi memengaruhi seluruh tubuh, tidak hanya suasana hati. Tidur bisa berantakan, nafsu makan berubah, energi turun, dan pekerjaan sehari-hari terasa sangat berat. Muncul rasa tidak berharga, bersalah, atau putus asa.

Karena gejalanya mirip, dokter tidak bisa memastikan jenis depresinya hanya dari seberapa berat rasa sedihnya. Yang dibutuhkan adalah gambaran riwayat suasana hati Anda secara utuh, dari tahun ke tahun.

Pembeda utama: pernah ada fase naik atau tidak

Mania adalah masa ketika semangat, rasa percaya diri, dan kegiatan seseorang naik jauh melebihi kebiasaannya. Masa ini umumnya bertahan sekitar seminggu atau lebih, atau cukup berat sampai perlu dirawat. Hipomania mirip tetapi lebih ringan dan lebih singkat, sekitar empat hari atau lebih, dan tidak sampai melumpuhkan kegiatan sehari-hari.

Hipomania sering terlewat karena rasanya menyenangkan. Orang merasa produktif, penuh ide, cukup tidur sebentar, dan merasa "akhirnya kembali jadi diri sendiri". Karena tidak dianggap keluhan, masa ini jarang diceritakan kepada dokter. Penjelasan lengkapnya ada di artikel apa itu hipomania.

Petunjuk lain yang membuat dokter lebih waspada

Selain riwayat fase naik, beberapa hal berikut bisa membuat dokter lebih memikirkan kemungkinan bipolar:

  • ada anggota keluarga dengan gangguan bipolar;
  • pernah minum antidepresan lalu justru merasa sangat gelisah, sulit tidur tetapi bertenaga, atau banyak bicara dan impulsif;
  • saat sedang depresi, muncul juga tanda fase naik seperti pikiran melaju, gelisah, atau dorongan bertindak nekat;
  • depresi datang berulang kali, diselingi masa ketika Anda merasa "terlalu baik".

Satu petunjuk saja belum cukup untuk memastikan bipolar. Psikiater menilainya bersama riwayat lengkap Anda.

Mengapa pengobatannya berbeda

Pada depresi biasa, antidepresan sering menjadi bagian dari pengobatan, bisa bersama psikoterapi. Pada bipolar, antidepresan umumnya tidak dianjurkan sebagai obat tunggal. Bila diminum tanpa obat penstabil suasana hati, antidepresan bisa mendorong suasana hati berbalik ke fase naik, yaitu hipomania atau mania. Itulah sebabnya dokter berusaha memastikan dulu apakah depresi Anda bagian dari bipolar.

Pada bipolar, psikiater biasanya menitikberatkan kestabilan suasana hati jangka panjang. Pilihannya bisa berupa obat penstabil suasana hati (mood stabilizer) atau antipsikotik tertentu, sesuai kondisi masing-masing. Jangan memilih, mengganti, atau menghentikan obat berdasarkan artikel atau pengalaman orang lain; konsultasikan dengan psikiater.

Pertanyaan untuk diri sendiri sebelum bertemu dokter

Coba jawab pertanyaan berikut untuk membantu mengingat hal yang mudah terlupa, lalu ceritakan jawabannya kepada dokter:

  • Pernahkah Anda tidur jauh lebih sedikit dari biasanya selama beberapa hari, tetapi tetap merasa segar?
  • Pernahkah orang terdekat bilang Anda bicara terlalu cepat, terlalu bersemangat, atau "tidak seperti biasanya"?
  • Pernahkah Anda mendadak membuat keputusan besar, misalnya belanja besar, berhenti kerja, atau investasi nekat, lalu menyesalinya?
  • Apakah ada keluarga dengan riwayat bipolar atau gangguan jiwa lain?
  • Obat apa saja yang pernah Anda minum untuk depresi, dan bagaimana reaksinya?

Anggota keluarga sering mengingat masa-masa ini lebih jelas. Bila Anda nyaman, ajak mereka ikut konsultasi; Anda tetap berhak menentukan apa yang ingin diceritakan.

Bila Anda pernah didiagnosis depresi dan sekarang dokter mempertimbangkan bipolar, artikel depresi dan bipolar menjelaskan kenapa diagnosis bisa berubah. Daftar hal yang perlu disampaikan saat konsultasi ada di artikel depresi pada bipolar.

Saat depresi terasa membahayakan

Depresi, baik pada bipolar maupun tidak, bisa membawa pikiran bahwa hidup tidak lagi layak dijalani. Pikiran ini adalah gejala dari kondisi yang bisa ditangani, bukan kelemahan. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis). Bila sudah ada rencana atau Anda merasa tidak aman, segera ke IGD terdekat dengan ditemani orang yang Anda percaya.

Depresi yang disertai gelisah hebat, pikiran melaju, dan dorongan bertindak nekat juga perlu diperiksa secepatnya, jangan menunggu jadwal kontrol.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ dan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ sama-sama memiliki fokus praktik pada gangguan bipolar. Dalam konsultasi psikiatri di Klinik Utama Luna, dokter biasanya menelusuri riwayat suasana hati Anda dari tahun ke tahun, tidak hanya keluhan bulan ini, sebelum membahas pilihan obat.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu bipolar depresif? Bipolar depresif adalah episode depresi yang dialami orang dengan gangguan bipolar. Gejalanya bisa sama dengan depresi biasa, tetapi orang tersebut pernah mengalami fase naik berupa mania atau hipomania.

Bagaimana cara tahu saya bipolar atau hanya depresi? Belum ada tes darah atau kuesioner yang bisa memastikannya. Psikiater menilai dari riwayat suasana hati Anda, cerita keluarga, dan perjalanan gejala dari waktu ke waktu.

Apakah antidepresan aman untuk bipolar depresif? Antidepresan umumnya tidak dianjurkan sebagai obat tunggal pada bipolar karena bisa memicu fase naik. Bila dipakai, biasanya bersama obat penstabil suasana hati dan dengan pemantauan psikiater.

Apakah depresi biasa bisa berubah menjadi bipolar? Depresinya tidak berubah, tetapi diagnosisnya bisa ditinjau ulang. Sebagian orang yang awalnya didiagnosis depresi kemudian mengalami hipomania atau mania, atau baru teringat pernah mengalaminya, sehingga dokter mempertimbangkan bipolar.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.