Hipomania adalah masa ketika suasana hati, energi, dan semangat seseorang jauh lebih tinggi dari biasanya selama beberapa hari berturut-turut. Orang itu butuh tidur lebih sedikit, bicara lebih banyak, dan merasa jauh lebih percaya diri. Hipomania lebih ringan daripada mania dan sering terasa menyenangkan. Justru karena itu hipomania mudah terlewat, padahal bisa menjadi petunjuk penting adanya gangguan bipolar.

Seperti apa hipomania dalam keseharian

Perubahannya biasanya terlihat dari hal-hal sehari-hari, misalnya:

  • tidur hanya sebentar, tetapi bangun tetap segar dan tidak mengantuk di siang hari;
  • bicara lebih cepat dan lebih banyak, sampai orang lain sulit menyela;
  • kepala penuh ide dan rencana baru, lalu cepat berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain;
  • lebih gampang mengambil keputusan tanpa pikir panjang, seperti belanja besar, investasi mendadak, atau mengirim pesan yang biasanya ditahan;
  • lebih cepat kesal atau tidak sabar bila merasa diperlambat orang lain;
  • merasa jauh lebih mampu, lebih menarik, atau lebih pintar daripada biasanya.

Patokannya adalah perbedaan dengan diri orang itu sendiri. Orang yang memang selalu energik tidak otomatis mengalami hipomania. Yang dicari psikiater adalah perubahan yang berlangsung terus-menerus selama beberapa hari, terlihat oleh orang lain, dan berbeda dari pola biasanya. Dalam pedoman diagnosis, episode hipomania berlangsung setidaknya sekitar empat hari berturut-turut.

Bedanya dengan sekadar sedang bersemangat

Semangat karena pekerjaan baru atau sedang jatuh cinta biasanya punya alasan yang jelas, dan orangnya tetap butuh tidur. Saat hipomania, kebutuhan tidur turun tetapi tenaga tetap tinggi, dan rasa "menyala" itu muncul tanpa pemicu yang sepadan. Orang terdekat sering yang pertama menangkapnya: "Kok kamu beda, ya, akhir-akhir ini?"

Coba tanyakan pada diri sendiri: apakah pola ini jauh berbeda dari saya yang biasa? Apakah ada keputusan beberapa hari terakhir yang mungkin akan saya sesali? Pertanyaan ini lebih berguna daripada sekadar menilai apakah Anda sedang produktif.

Hipomania dan mania: bedanya ada pada berat dan lamanya

Gejala hipomania dan mania mirip, tetapi kadarnya berbeda. Mania umumnya berlangsung sekitar satu minggu atau lebih, atau lebih singkat bila sudah perlu dirawat, dan membuat orang tidak sanggup bekerja, menjaga hubungan, atau merawat diri. Mania juga bisa disertai gejala psikotik, seperti halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada) atau waham (keyakinan kuat yang tidak sesuai kenyataan).

Hipomania lebih singkat dan tidak sampai melumpuhkan kegiatan sehari-hari. Orangnya masih bisa bekerja, bahkan kadang tampak lebih produktif, dan tidak mengalami gejala psikotik. Bila gejala psikotik muncul atau kegiatan sehari-hari sudah berantakan, kondisinya sudah tergolong mania. Fase yang lebih berat ini dibahas di artikel mania pada bipolar.

Kaitan hipomania dengan bipolar tipe 2

Hipomania banyak dibicarakan dalam kaitan dengan bipolar tipe 2, yaitu bila seseorang pernah mengalami hipomania dan episode depresi berat, tetapi tidak pernah mengalami mania. Hipomania juga bisa dialami orang dengan bipolar tipe 1.

Bila suatu saat Anda berobat karena depresi, ceritakan juga masa-masa hipomania yang pernah ada. Riwayat fase naik ikut menentukan cara depresi itu diobati. Kenapa bipolar tipe 2 sering baru ketahuan belakangan dibahas di artikel bipolar tipe 2.

Kenapa jam tidur sering jadi tanda pertama

Kurang tidur bisa menjadi tanda awal fase naik, sekaligus pemicunya. Jadi bila jam tidur memendek beberapa malam berturut-turut tetapi tenaga justru melonjak, perubahan ini layak segera dibicarakan dengan psikiater, terutama bila Anda pernah mengalami depresi. Kebiasaan yang membantu menjaga jam tidur ada di artikel rutinitas tidur pada bipolar.

Bila Anda curiga sedang mengalami hipomania

Langkah sederhana yang bisa Anda lakukan sambil menunggu jadwal konsultasi:

  • Catat jam tidur, pengeluaran, keputusan besar, dan rasa kesal setiap hari. Catatan singkat di ponsel sudah cukup.
  • Tunda keputusan besar soal uang, pekerjaan, atau hubungan sampai Anda sempat berkonsultasi.
  • Tanyakan pada orang yang Anda percaya apakah mereka melihat perubahan pada diri Anda.
  • Bila Anda sudah minum obat untuk bipolar, jangan mengurangi atau menghentikannya karena sedang merasa sangat baik. Rasa sangat baik itu kadang justru bagian dari fase naik. Bicarakan rencana obat dengan psikiater.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Ketika semangat turun lagi

Setelah hipomania berlalu, sebagian orang merasa malu dengan keputusan atau pesan yang mereka buat saat itu. Sebagian lain kemudian jatuh ke depresi, walau urutannya tidak selalu sama. Rasa malu maupun depresi sesudahnya perlu dihadapi dengan empati, termasuk empati pada diri sendiri.

Bila setelah fase naik muncul rasa putus asa atau pikiran untuk menyakiti diri, jangan menunggu jadwal kontrol. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila Anda mengenali masa-masa "semangat berlebih" seperti di atas, sekecil apa pun, ceritakan kepada psikiater. Riwayat inilah yang membantu dokter membedakan hipomania dari naik-turun suasana hati yang biasa. Di Klinik Utama Luna, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ atau dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ; keduanya menangani gangguan bipolar.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu hipomania? Hipomania adalah masa beberapa hari ketika suasana hati, energi, dan aktivitas seseorang jauh lebih tinggi dari biasanya, sering disertai kebutuhan tidur yang berkurang. Bentuknya lebih ringan daripada mania dan tidak sampai menghentikan kegiatan sehari-hari.

Apakah hipomania berbahaya? Hipomania sering tidak terasa berbahaya, tetapi keputusan yang diambil saat itu, seperti belanja besar atau pertengkaran, bisa membawa akibat panjang. Hipomania juga bisa menjadi tanda gangguan bipolar, yang sering disertai episode depresi.

Berapa lama hipomania berlangsung? Menurut pedoman diagnosis, episode hipomania berlangsung setidaknya sekitar empat hari berturut-turut. Lamanya berbeda pada tiap orang, dan psikiater menilai pola keseluruhannya, termasuk riwayat depresi.

Apakah orang yang sangat energik pasti bipolar? Tidak. Ada orang yang memang energik sepanjang hidupnya. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan jelas dari pola biasanya, terutama bila kebutuhan tidur turun dan keputusan jadi lebih nekat.

Apakah hipomania bisa ditangani? Bisa. Hipomania biasanya dikelola sebagai bagian dari penanganan gangguan bipolar, misalnya dengan obat penstabil suasana hati, jam tidur yang teratur, dan kemampuan mengenali tanda awal lebih cepat.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.