Ringkasan: Bipolar tipe 2 adalah bentuk gangguan bipolar yang ditandai episode hipomania dan episode depresi mayor, tanpa pernah mengalami mania penuh. Hipomania sering tidak dianggap keluhan karena rasanya seperti sedang bersemangat atau produktif. Akibatnya, yang terlihat dan diobati sering hanya depresinya. Padahal depresi pada bipolar perlu ditangani dengan cara yang berbeda dari depresi biasa.

Hipomania: fase naik yang terasa seperti masa produktif

Hipomania adalah masa ketika suasana hati, energi, dan aktivitas Anda jauh lebih tinggi dari biasanya, setidaknya sekitar empat hari berturut-turut. Anda mungkin tidur hanya sebentar tetapi bangun segar, bicara lebih cepat, punya banyak ide, dan lebih berani belanja atau mengambil keputusan. Suasana hatinya tidak selalu gembira. Ada juga yang justru jadi gampang tersinggung.

Hipomania tidak seberat mania. Ia tidak sampai melumpuhkan kegiatan sehari-hari, tidak membuat orang perlu dirawat di rumah sakit, dan tidak disertai gejala psikotik seperti halusinasi. Karena Anda masih bisa bekerja, bahkan merasa lebih produktif, masa ini jarang dianggap masalah. Ciri-ciri hipomania dibahas lebih rinci di artikel apa itu hipomania.

Kenapa bipolar tipe 2 sering dikira depresi berulang

Banyak orang baru mencari bantuan saat sedang depresi, karena saat itulah mereka merasa sakit. Ketika dokter menanyakan keseharian mereka, masa hipomania jarang diceritakan. Masa itu tidak pernah terasa sebagai gangguan, kadang malah diingat sebagai masa ketika hidup sedang lancar.

Akibatnya, yang terlihat hanya depresi yang datang berulang: membaik, terasa "normal" untuk beberapa waktu, lalu jatuh lagi. Sebagian masa "normal" itu bisa jadi sebenarnya hipomania. Inilah salah satu alasan bipolar tipe 2 sering baru terdiagnosis belakangan, padahal depresinya sudah lama nyata.

Mengapa diagnosis yang tepat itu penting

Penanganan depresi pada bipolar berbeda dengan depresi unipolar, yaitu depresi tanpa riwayat fase naik. Pada bipolar, antidepresan yang diberikan sendirian tanpa obat penstabil suasana hati bisa memicu pergeseran ke fase naik pada sebagian orang. Karena itu psikiater biasanya menyusun pengobatan yang berbeda, sering dengan obat penstabil suasana hati sebagai dasarnya. Pilihan obat ditentukan per orang, dengan melihat pola episode, risiko, dan respons terhadap pengobatan sebelumnya.

Bila Anda sedang minum antidepresan dan mulai ragu setelah membaca ini, jangan menghentikan atau mengubah obat sendiri. Bawa pertanyaan Anda ke dokter yang meresepkan atau ke psikiater.

Diagnosis yang lebih tepat juga bisa menjawab pertanyaan lama: kenapa pengobatan depresi selama ini terasa kurang pas. Kalau muncul informasi baru tentang riwayat Anda, diagnosis dan rencana pengobatan memang wajar ditinjau ulang. Proses berubahnya diagnosis dari depresi menjadi bipolar dibahas di artikel depresi dan bipolar.

Saat depresi pada tipe 2 terasa sangat berat

Episode depresi pada bipolar tipe 2 sering berlangsung panjang dan dalam. Rasanya bisa berupa hampa, tidak punya tenaga bahkan untuk hal kecil, atau merasa menjadi beban bagi orang lain. Karena itu, tipe 2 bukan bentuk bipolar yang "ringan".

Pada sebagian orang, depresi membawa pikiran tentang kematian atau keinginan menyakiti diri. Pikiran ini adalah gejala dari kondisi yang bisa ditangani. Ceritakan kepada orang yang Anda percaya dan kepada dokter Anda. Bila ada niat atau rencana, atau Anda merasa tidak bisa menjaga diri tetap aman, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Cara psikiater menelusuri riwayat hipomania

Psikiater akan menanyakan masa-masa yang berbeda dari kebiasaan Anda. Pernahkah ada beberapa hari ketika Anda tidur sangat sedikit tetapi badan tetap segar? Pernahkah belanja atau keputusan Anda jauh lebih nekat dari biasanya? Pernahkah orang sekitar bilang Anda lebih cepat, lebih berani, atau lebih banyak bicara?

Cerita dari pasangan atau keluarga sangat membantu, karena fase naik lebih mudah terlihat dari luar. Anda juga bisa membawa catatan sederhana tentang kapan suasana hati naik, kapan turun, dan berapa lama. Tidak ada satu tes yang bisa memastikan bipolar. Diagnosis ditegakkan lewat wawancara dan pemeriksaan menyeluruh, dan kadang perlu beberapa kali pertemuan.

Hidup dengan bipolar tipe 2

Menerima diagnosis ini bisa memunculkan perasaan campur aduk, dari lega sampai cemas. Anda berhak meminta penjelasan tentang dasar diagnosis dan pilihan pengobatannya. Pengelolaannya sama dengan bipolar pada umumnya: obat yang dijalankan konsisten, jam tidur dan bangun yang teratur, serta mengenali tanda awal versi Anda sendiri.

Jam tidur perlu dijaga karena kurang tidur bisa memicu fase naik. Pada tipe 2, tanda awalnya sering halus, misalnya mendadak sangat produktif sampai larut malam. Psikoterapi seperti CBT (terapi kognitif-perilaku) bisa membantu mengelola pola pikir saat suasana hati naik maupun turun. Gambaran lengkap tentang pengobatan dan pencegahan kambuh ada di panduan gangguan bipolar.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Kalau pola ini terasa akrab, yaitu depresi yang datang berulang dan diselingi masa penuh energi yang tidak pernah Anda anggap masalah, riwayat itu layak diperiksa dengan teliti. Anda bisa membicarakannya dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, psikiater Klinik Utama Luna yang menangani gangguan bipolar dan kecemasan. Bila mau, ajak pasangan atau keluarga supaya cerita mereka tentang masa "naik" Anda ikut didengar.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya bipolar tipe 1 dan tipe 2? Pada tipe 1, orang tersebut pernah mengalami episode mania. Pada tipe 2, yang muncul adalah hipomania dan depresi mayor, tanpa mania. Hipomania memang lebih ringan daripada mania. Namun depresi pada tipe 2 sering berlangsung lebih panjang, jadi tipe 2 sama-sama perlu ditangani dengan serius.

Apakah bipolar tipe 2 bisa berubah menjadi tipe 1? Bisa, pada sebagian orang. Bila di kemudian hari muncul episode mania penuh, diagnosisnya diperbarui menjadi tipe 1, tetapi ini tidak terjadi pada semua orang. Apa pun tipenya, pengobatan yang konsisten dan kontrol berkala tetap menjadi pegangan utama.

Kenapa diagnosis saya berubah dari depresi menjadi bipolar? Biasanya karena ada informasi baru, misalnya riwayat hipomania yang dulu tidak pernah diceritakan atau episode baru yang muncul. Tanyakan kepada psikiater apa yang berubah dalam penilaiannya dan bagaimana pengaruhnya pada pengobatan Anda.

Kalau hipomania terasa menyenangkan, apakah tetap perlu diobati? Tetap perlu dibicarakan dengan psikiater. Hipomania bisa memengaruhi tidur, keputusan, keuangan, dan hubungan, meski awalnya terasa baik. Urutan fase naik dan turun juga berbeda-beda pada tiap orang, jadi dokter menilai keseluruhan perjalanannya untuk menyusun pencegahan.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.