Mood stabilizer, atau obat penstabil suasana hati, adalah kelompok obat yang dipakai untuk mengendalikan episode gangguan bipolar dan menurunkan risiko episode berikutnya. Kelompok ini berisi beberapa jenis obat dengan cara kerja yang berbeda. Psikiater memilihnya berdasarkan pola penyakit, kondisi fisik, serta manfaat dan risikonya bagi tiap orang. Sebagian obat dalam kelompok ini perlu dipantau secara berkala, termasuk lewat pemeriksaan darah.

Tujuan pengobatan adalah membantu Anda menjalani hidup dengan suasana hati yang lebih stabil. Rasa kantuk berat, merasa sangat lambat, atau sulit beraktivitas bukan keluhan yang harus diterima begitu saja. Sampaikan kepada dokter agar rencana pengobatan bisa dievaluasi.

Obat apa saja yang termasuk mood stabilizer?

Istilah "mood stabilizer" mencakup beberapa kelompok obat:

  • Litium. Ini contoh klasik obat penstabil suasana hati, dan pemakaiannya perlu dipantau dokter secara berkala.
  • Obat antikejang (antikonvulsan) tertentu. Obat ini awalnya dikembangkan untuk epilepsi, dan sebagian di antaranya juga dipakai untuk bipolar.
  • Sebagian antipsikotik. Beberapa obat antipsikotik dipakai untuk mengendalikan mania, dan sebagian juga dipakai untuk depresi bipolar atau perawatan jangka panjang. Penjelasan tentang kelompok ini ada di obat antipsikotik: manfaat dan efek samping.

Apakah semua penstabil suasana hati bekerja dengan cara yang sama?

Tidak. Ada yang lebih sering dipilih untuk mengatasi mania, ada yang berperan pada depresi bipolar, dan ada yang dipakai untuk mencegah kambuh dalam jangka panjang. Tidak semua obat efektif untuk setiap fase.

Karena itu dokter mempertimbangkan banyak hal: episode yang pernah terjadi, respons terhadap obat sebelumnya, efek samping, penyakit lain, obat atau suplemen yang sedang dipakai, serta rencana hamil dan menyusui. Pada bipolar, antidepresan saja tanpa obat penstabil bisa memicu perpindahan suasana hati, sehingga penstabil suasana hati sering menjadi dasar pengobatan. Jangan memilih obat berdasarkan pengalaman orang lain, karena obat yang cocok untuk seseorang belum tentu sesuai untuk Anda.

Kenapa sebagian mood stabilizer perlu cek darah

Pemantauan berbeda menurut jenis obatnya. Pada litium, dokter biasanya meminta pemeriksaan kadar obat dalam darah, karena jarak antara kadar yang bermanfaat dan kadar yang berbahaya tidak terlalu jauh. Dokter juga memantau fungsi organ tertentu, seperti ginjal dan kelenjar tiroid. Obat lain dalam kelompok ini bisa memerlukan pemantauan berat badan, gula dan lemak darah, fungsi organ, atau efek pada gerakan tubuh seperti kaku atau gemetar.

Tanyakan kepada dokter pemeriksaan apa yang Anda perlukan, kapan dilakukan, dan tanda apa yang harus segera dilaporkan. Bawa daftar semua obat yang Anda pakai, termasuk obat bebas, jamu, dan suplemen, agar dokter bisa menilai kemungkinan interaksi.

Bila Anda memakai litium, perubahan cairan tubuh bisa memengaruhi keamanan obatnya. Hubungi tenaga kesehatan bila Anda muntah, diare, demam, atau tidak bisa minum dengan cukup, dan mintalah petunjuk khusus untuk keadaan seperti itu.

Efek samping yang sering dikeluhkan

Efek samping berbeda menurut obatnya. Keluhan yang cukup sering dibicarakan antara lain mual, mengantuk, tangan gemetar halus, rasa haus, dan perubahan berat badan. Sebagian keluhan bisa berkurang setelah tubuh menyesuaikan diri, tetapi tidak semuanya aman untuk ditunggu.

Sampaikan efek samping yang mengganggu kepada dokter. Psikiater biasanya bisa mengatasinya lewat penyesuaian pengobatan, sedangkan menghentikan obat diam-diam justru sering menjadi awal kekambuhan.

Tanda bahaya yang perlu segera ke IGD

Kebingungan, kesadaran menurun, sulit berjalan, gemetar hebat, atau muntah dan diare berat saat memakai litium bisa menandakan keracunan litium. Segera ke IGD terdekat, jangan menunggu jadwal kontrol. Ruam kulit yang berat, sesak napas, atau demam tinggi yang disertai badan kaku dan kesadaran menurun juga perlu ditangani di IGD.

Bawa kemasan atau daftar obat saat mencari pertolongan. Bila Anda curiga mengalami reaksi serius, tanyakan langsung ke tenaga medis apakah obat boleh diminum lagi; jangan menebak sendiri.

Perhatikan juga suasana hati. Bila depresi terasa makin berat, muncul rasa putus asa, atau ada pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Kenapa obat tetap diminum saat sudah merasa baik

Masa stabil adalah kesempatan untuk menilai manfaat obat, efek sampingnya, pola tidur, dan perubahan kecil yang mungkin menjadi tanda awal episode. Merasa baik tidak berarti obat sudah boleh dihentikan; bisa jadi justru obatnya sedang bekerja.

Pengobatan bipolar sering berlangsung jangka panjang, tetapi jenis dan lamanya tetap dievaluasi berkala. Bila Anda ingin mengurangi atau berhenti, sampaikan alasannya kepada psikiater agar bisa dibahas dengan aman. Jangan mengubah dosis atau jadwal minum obat sendiri, dan jangan menggandakan dosis yang terlewat tanpa arahan dokter.

Merencanakan kehamilan saat memakai mood stabilizer

Bicarakan rencana kehamilan sedini mungkin dengan psikiater dan dokter kandungan. Manfaat pengobatan, risiko obat tertentu bagi kehamilan, dan risiko kambuh perlu ditimbang bersama. Bila Anda sudah hamil atau menduga hamil, segera hubungi dokter untuk meninjau pengobatan, dan jangan mengubah obat sendiri sambil menunggu.

Gambaran yang lebih luas tentang pengobatan dan pencegahan kambuh ada di gangguan bipolar: gejala, penanganan, dan pencegahan kambuh.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Pengaturan dan pemantauan obat bipolar bisa Anda bahas bersama dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ atau dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang sama-sama berfokus pada gangguan bipolar. Bawa nama obat yang sedang Anda minum, hasil pemeriksaan darah terakhir, dan catatan efek samping yang ingin Anda tanyakan.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mood stabilizer bikin ketagihan? Mood stabilizer tidak dikenal sebagai obat yang menimbulkan ketagihan seperti narkotika. Meski begitu, obat ini tetap tidak boleh dihentikan sendiri, karena berhenti mendadak bisa meningkatkan risiko kambuh.

Apakah mood stabilizer harus diminum seumur hidup? Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Pengobatan bipolar sering berlangsung jangka panjang, dan psikiater menilai secara berkala apakah jenis atau susunan obatnya perlu diubah.

Apakah mood stabilizer membuat berat badan naik? Sebagian obat dalam kelompok ini bisa memengaruhi berat badan, tetapi tidak semuanya. Bila berat badan Anda berubah dan mengganggu, sampaikan ke dokter, karena ada beberapa pilihan penyesuaian yang bisa dipertimbangkan.

Bolehkah minum mood stabilizer bersama obat lain atau jamu? Bisa ada interaksi, jadi jangan menambahkannya tanpa bertanya. Beri tahu dokter semua obat yang Anda pakai, termasuk obat bebas, jamu, dan suplemen, sebelum mulai memakainya bersamaan.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.