Ringkasan: Cara berhenti narkoba yang aman tidak sama untuk semua orang. Langkahnya bergantung pada zat yang dipakai, seberapa lama dan sering memakainya, serta kondisi tubuh dan mental Anda. Langkah awal yang aman adalah memeriksakan diri sebelum berhenti total, terutama bila Anda juga minum alkohol atau memakai obat penenang.

Keinginan untuk berhenti saja sudah langkah besar. Banyak orang mencoba berhenti sendiri berkali-kali, lalu kembali memakai dan merasa gagal. Sering kali yang kurang adalah rencana dan dukungan yang pas, bukan niatnya.

Kenapa berhenti mendadak tidak selalu aman

Setiap zat menimbulkan gejala putus zat, atau sakau, yang berbeda. Ada yang terutama membuat gelisah dan sulit tidur, ada yang membuat badan sangat tersiksa, dan ada yang berbahaya. Berhenti mendadak dari alkohol atau obat penenang setelah pemakaian berat dan lama bisa memicu kejang atau kebingungan hebat, jadi berhentinya perlu diawasi dokter.

Bila saat berhenti muncul kejang, kebingungan berat, halusinasi, demam tinggi, atau jantung berdebar sangat cepat, segera ke IGD terdekat atau telepon 119. Gambaran gejalanya untuk tiap jenis zat ada di artikel gejala sakau.

Proses berhenti juga bisa lebih rumit bila ada depresi, gangguan cemas, trauma, susah tidur, atau bila Anda memakai beberapa zat sekaligus. Karena risikonya berbeda-beda, artikel ini sengaja tidak memberi panduan detoks sendiri di rumah.

Langkah awal yang bisa dimulai sekarang

  1. Tulis dengan jujur apa saja yang Anda pakai. Catat jenis zat, seberapa sering, dan kapan terakhir memakai. Masukkan juga alkohol dan obat resep.
  2. Periksakan diri sebelum berhenti total. Ini makin penting bila Anda pernah gemetar hebat, kejang, atau bingung saat mencoba berhenti. Dokter akan menanyakan pola pemakaian, upaya berhenti sebelumnya, tidur, suasana hati, dan dukungan di rumah, lalu menilai seberapa besar risikonya.
  3. Pilih satu orang yang Anda percaya. Ceritakan rencana Anda kepadanya, dan sepakati kapan ia bisa dihubungi saat keadaan sulit.
  4. Jauhkan diri dari jalur mendapatkan zat. Hapus atau blokir kontak penjual, hindari dulu tempat dan teman yang biasa memakai bersama Anda, dan batasi uang tunai yang dibawa bila itu membantu.
  5. Simpan nomor penting. Untuk krisis psikologis, ada 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis). Untuk keadaan darurat fisik, ketahui letak IGD terdekat.

Jangan memakai obat milik orang lain atau membeli obat bebas untuk "detoks". Bila memang perlu obat, jenisnya ditentukan dokter setelah pemeriksaan.

Rawat jalan atau rehabilitasi?

Tidak semua orang harus langsung masuk rehabilitasi inap. Sebagian bisa memulai dengan rawat jalan dan kontrol rutin. Sebagian lain butuh perawatan yang lebih intensif, misalnya bila gejala putus zatnya berisiko atau lingkungan rumah sulit mendukung.

Pilihan ini diputuskan setelah pemeriksaan. Perawatan yang lebih intensif hanyalah cara menyesuaikan bantuan dengan besarnya risiko, dan tidak berarti Anda gagal. Bedanya bisa Anda baca di artikel rehabilitasi narkoba rawat jalan.

Menghadapi sugesti di minggu-minggu awal

Sugesti atau craving adalah dorongan kuat untuk memakai lagi. Dorongan ini biasanya datang seperti gelombang: naik, memuncak, lalu turun dalam hitungan menit bila tidak dituruti. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah melewati puncaknya, misalnya dengan pindah tempat, menelepon orang tepercaya, atau berjalan kaki sebentar.

Pemicunya sering bisa ditebak: stres, bertemu teman lama yang masih memakai, merasa kosong atau bosan, memegang uang, atau bertengkar di rumah. Tulis pemicu Anda dan siapkan satu tindakan untuk masing-masing. Penjelasan lebih lengkap ada di sugesti narkoba dan craving.

Keluarga bisa sangat membantu bila tahu caranya. Menuduh dan mempermalukan biasanya membuat orang makin menutup diri. Dukungan yang jelas, ditambah batas yang disepakati bersama, jauh lebih berguna.

Bila Anda sempat memakai lagi

Tergelincir dan memakai lagi adalah hal yang umum dalam pemulihan. Itu tidak membatalkan usaha Anda selama ini. Ceritakan secepatnya kepada dokter atau orang tepercaya, dan jangan menghilang dari kontrol karena malu, sebab justru saat itulah rencana perlu disesuaikan.

Waspadai satu hal. Tubuh yang sudah lama tidak memakai menjadi lebih peka, karena toleransinya turun. Jumlah yang dulu biasa dipakai bisa menyebabkan overdosis, apalagi bila dicampur alkohol atau obat penenang. Orang yang tidak bisa dibangunkan, bibirnya kebiruan, atau bernapas sangat pelan harus segera dibawa ke IGD; Anda juga bisa menelepon 119.

Bila rasa gagal memunculkan pikiran menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Khawatir soal kerahasiaan atau masalah hukum

Rasa takut ketahuan atau dilaporkan sering membuat orang menunda berobat. Anda boleh menanyakan kepada layanan kesehatan bagaimana catatan medis Anda disimpan dan siapa yang bisa melihatnya. Artikel rehabilitasi rawat jalan di atas juga menjelaskan secara singkat jalur wajib lapor dan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor). Untuk pertanyaan hukum tentang keadaan Anda, tanyakan kepada pengacara atau lembaga bantuan hukum.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila Anda siap memulai, dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ bisa membantu menilai risiko putus zat Anda dan menyusun rencana berhenti yang aman; adiksi dan zat psikoaktif termasuk fokus beliau. Anda tidak harus bisa menceritakan semuanya sekaligus di pertemuan pertama.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bisa berhenti narkoba sendiri di rumah? Sebagian orang memang berhenti tanpa rawat inap, tetapi aman tidaknya bergantung pada zat, pola pemakaian, dan kondisi tubuh. Periksakan diri dulu sebelum berhenti total. Ini terutama penting bila Anda juga minum alkohol atau memakai obat penenang, karena putus zat jenis ini bisa memicu kejang.

Apakah harus masuk panti rehabilitasi? Tidak selalu. Ada yang cukup dengan rawat jalan dan kontrol rutin, ada yang perlu perawatan lebih intensif. Keputusannya dibuat setelah pemeriksaan, bukan karena malu atau tekanan.

Apakah psikiater akan menghakimi saya? Psikiater memandang kecanduan sebagai kondisi medis yang bisa ditangani. Tugasnya menilai risiko dan menyusun rencana yang aman bersama Anda, bukan memarahi. Anda boleh menyampaikan bila merasa malu atau takut.

Apakah memakai lagi setelah lama berhenti berbahaya? Bisa sangat berbahaya. Karena toleransi tubuh sudah turun, jumlah yang dulu biasa dipakai bisa menyebabkan overdosis, apalagi bila dicampur alkohol atau obat penenang. Bila sudah terlanjur memakai lalu muncul napas sangat pelan atau sulit dibangunkan, segera ke IGD atau telepon 119.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.