Delirium adalah kebingungan yang datang tiba-tiba. Orang tua jadi sulit fokus, tidak nyambung diajak bicara, atau jauh lebih mengantuk dari biasanya, dan keadaannya bisa naik-turun dalam sehari. Pada lansia, delirium biasanya tanda ada masalah fisik yang sedang terjadi, misalnya infeksi, kurang minum, atau efek obat. Karena itu, bawa orang tua Anda ke dokter atau IGD hari itu juga, jangan menunggu jadwal kontrol.

Banyak keluarga mengira kebingungan seperti ini cuma pikun atau faktor umur. Padahal pikun berkembang pelan-pelan, sedangkan delirium muncul mendadak. Karena itu, kapan tepatnya perubahan mulai terlihat adalah petunjuk yang sangat berharga bagi dokter.

Seperti apa delirium terlihat di rumah

Ibu yang kemarin masih lancar mengobrol, hari ini menatap kosong dan salah menyebut nama anaknya. Bapak yang biasanya tenang tiba-tiba gelisah, ingin "pulang" padahal sedang di rumah sendiri, atau yakin ada orang asing di kamar. Perubahan semacam ini bisa muncul di rumah, saat dirawat di rumah sakit, atau setelah operasi.

Tanda yang sering terlihat:

  • Sulit memusatkan perhatian. Pertanyaan harus diulang dan ia mudah teralih.
  • Bingung soal waktu, tempat, atau orang di sekitarnya.
  • Bicara melantur, melompat-lompat, atau sulit diikuti.
  • Melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada, atau merasa terancam.
  • Pola tidur terbalik: banyak tidur siang, lalu terjaga dan gelisah di malam hari.
  • Naik-turun: pagi tampak cukup jernih, sore atau malam jauh lebih bingung.

Ada juga delirium yang "diam". Orang tua tampak lemas, banyak tidur, lambat menjawab, dan tidak mau makan. Bentuk ini mudah disangka kecapekan atau sedih, sehingga sering terlambat dikenali.

Pemicu delirium yang biasanya dicari dokter

Delirium muncul karena ada sesuatu yang mengganggu kerja tubuh, dan otak lansia lebih mudah terpengaruh. Pemicunya kadang terlihat sepele, tetapi dampaknya pada pikiran bisa besar. Sering pula ada lebih dari satu pemicu sekaligus.

Hal-hal yang biasanya diperiksa dokter:

  • Infeksi, misalnya infeksi saluran kemih atau paru. Pada lansia, infeksi tidak selalu disertai demam tinggi.
  • Kurang minum atau gangguan kadar gula dan garam (elektrolit) dalam darah.
  • Obat: obat baru, perubahan obat, atau gabungan banyak obat. Obat tidur, obat penenang, dan sebagian obat pereda nyeri termasuk yang sering ditinjau.
  • Nyeri yang tidak tertangani, sembelit berat, atau sulit buang air kecil.
  • Operasi, rawat inap, atau pindah ke tempat asing.
  • Berhenti mendadak dari alkohol atau obat penenang yang sudah lama dipakai.
  • Kurang tidur, atau kacamata dan alat bantu dengar yang tidak dipakai sehingga ia makin sulit memahami sekelilingnya.

Orang tua yang sudah punya demensia lebih mudah mengalami delirium, bahkan karena pemicu yang kecil.

Bedanya delirium dengan pikun dan demensia

Demensia berjalan perlahan. Daya ingat dan kemampuan berpikir menurun sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu. Delirium datang cepat. Yang terutama terganggu adalah perhatian dan kesadaran, dan gejalanya naik-turun dalam sehari.

Keduanya bisa terjadi bersamaan. Kalau Ibu sudah demensia lalu mendadak jauh lebih bingung dari biasanya, jangan langsung menganggap demensianya bertambah parah. Bisa jadi ada delirium yang menumpang dan penyebabnya bisa diobati. Penjelasan tentang perubahan sikap yang memang bagian dari demensia ada di artikel gejala perilaku dan psikologis demensia.

Gelisah yang muncul rutin setiap menjelang malam pada orang dengan demensia disebut sundowning. Polanya berulang dan bisa ditebak. Kebingungan yang baru, jauh lebih berat, atau disertai keluhan fisik tetap perlu diperiksa sebagai kemungkinan delirium.

Ke dokter hari itu juga: kapan delirium jadi darurat

Delirium adalah tanda masalah medis. Karena itu, tempat pertama yang dituju adalah dokter umum, dokter penyakit dalam, atau IGD, bukan psikiater. Walaupun beberapa jam kemudian orang tua tampak lebih tenang, tetap periksakan, karena delirium memang naik-turun.

Segera bawa ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat 119 bila orang tua Anda:

  • sulit dibangunkan atau kesadarannya menurun,
  • demam, sesak napas, atau tampak sangat lemas,
  • jatuh, apalagi bila kepalanya terbentur,
  • tidak mau atau tidak bisa minum,
  • kejang, bicaranya tiba-tiba pelo, atau satu sisi tubuhnya melemah,
  • gelisah sampai membahayakan dirinya atau orang lain.

Bawa semua obat yang ia minum, termasuk obat bebas, jamu, dan suplemen. Ceritakan juga kapan Anda pertama kali melihat perubahan dan apa yang terjadi beberapa hari sebelumnya, misalnya batuk, jarang buang air kecil, atau baru ganti obat.

Mendampingi orang tua selama pemulihan

Kehadiran orang yang dikenal sangat menenangkan bagi lansia yang sedang bingung. Bila ia dirawat di rumah sakit, tanyakan kepada perawat apakah keluarga boleh menunggui. Pastikan kacamata, alat bantu dengar, dan gigi palsunya dipakai seperti biasa.

Bantu ia tetap tahu waktu dan tempat. Taruh jam dan kalender yang mudah terlihat, buka tirai pada siang hari, dan buat kamar gelap serta tenang saat malam. Sebutkan dengan lembut siapa Anda dan di mana ia berada, tanpa mengujinya dengan pertanyaan seperti "Hayo, ini hari apa?"

Jangan memarahi atau berdebat soal hal yang ia salah pahami. Kebingungannya tidak disengaja. Pemulihan bisa bertahap, dan sebagian lansia masih tampak lambat atau mudah lupa untuk beberapa waktu setelah penyebabnya diobati. Catat perkembangannya setiap hari supaya dokter bisa menilai apakah ia membaik sesuai harapan.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Setelah kondisi fisiknya tertangani, kadang keluarga masih melihat perubahan yang tidak kunjung hilang: murung, cemas, curiga, atau daya ingat yang terus menurun. Pada tahap ini Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang menangani psikiatri geriatri, untuk membedakan sisa delirium, depresi, atau demensia. Untuk kebingungan yang baru muncul, ke IGD dulu.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu delirium pada lansia? Delirium adalah kebingungan yang datang mendadak, dengan perhatian dan kesadaran yang terganggu dan naik-turun sepanjang hari. Pada lansia, pemicunya biasanya masalah fisik seperti infeksi, kurang minum, atau efek obat.

Apa beda delirium dan demensia? Delirium muncul cepat dan gejalanya berubah-ubah dalam sehari, sedangkan demensia berkembang perlahan. Orang dengan demensia juga bisa mengalami delirium, sehingga kebingungan yang tiba-tiba memburuk tetap perlu diperiksa.

Apakah delirium pada lansia bisa sembuh? Banyak lansia membaik setelah penyebabnya ditemukan dan diobati. Pemulihannya bisa bertahap, dan pada sebagian orang keluhan daya ingat masih tersisa sehingga perlu dipantau dokter.

Orang tua bingung setelah operasi, apakah itu normal? Bingung setelah operasi atau selama dirawat di rumah sakit bisa jadi tanda delirium. Sampaikan segera kepada perawat atau dokter yang merawat agar penyebabnya dicari dan ditangani.

Apakah delirium bisa dicegah? Tidak selalu, tetapi risikonya bisa dikurangi. Pastikan orang tua cukup minum, minta dokter meninjau obat-obatnya secara berkala, pakaikan kacamata dan alat bantu dengarnya, dan dampingi ia saat dirawat di rumah sakit.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.