Psikiatri geriatri adalah bidang psikiatri yang menangani kesehatan jiwa orang lanjut usia. Orang tua perlu diperiksakan bila murung, cemas, susah tidur, atau pelupa mulai mengganggu kesehariannya, apalagi bila perubahan itu baru muncul dan tidak seperti dirinya dulu. Banyak keluarga menunda karena menganggapnya "wajar, sudah tua", padahal keluhan seperti ini bisa dikenali dan ditangani.

Artikel ini ditulis untuk Anda yang mendampingi ayah atau ibu yang mulai menua: perubahan apa yang sebaiknya diperiksakan, kapan harus bergerak cepat, dan bagaimana mengajak orang tua tanpa membuatnya tersinggung.

Apa bedanya psikiatri geriatri dengan psikiatri pada umumnya

Psikiater yang mendalami geriatri tetap menangani depresi, cemas, gangguan tidur, atau psikosis. Bedanya, ia selalu melihat semua itu bersama kondisi tubuh lansia.

Obat bekerja berbeda di tubuh lansia. Seiring usia, tubuh memproses obat dengan cara yang berbeda dan lebih mudah mengalami interaksi antarobat. Banyak orang tua sudah minum beberapa obat untuk jantung, tekanan darah, atau gula darah. Karena itu, psikiater perlu melihat seluruh obat yang diminum sebelum menimbang obat jiwa, lalu memantau manfaat dan efek sampingnya dengan teliti.

Fisik dan jiwa saling memengaruhi. Nyeri yang lama, penyakit menahun, dan kehilangan pasangan, teman, atau kemandirian bisa memicu depresi dan cemas. Sebaliknya, depresi yang tidak ditangani bisa membuat orang tua malas berobat dan penyakit fisiknya makin berat.

Daya ingat ikut dinilai. Pada lansia, psikiater perlu membedakan pelupa karena depresi, demensia, efek obat, atau kebingungan mendadak akibat penyakit fisik. Penanganan tiap kemungkinan itu berbeda.

Perubahan pada orang tua yang sebaiknya diperiksakan

  • Murung yang menetap dan hilang minat. Depresi pada lansia bukan bagian normal dari penuaan. Yang dikeluhkan sering kali justru lelah, nyeri di sana-sini, susah tidur, atau mudah tersinggung, bukan rasa sedih. Keluhan fisik itu tetap perlu diperiksa dokter, jangan langsung dianggap depresi. Baca lebih lanjut tentang depresi pada lansia.
  • Cemas yang berlebihan. Kekhawatiran yang tidak sebanding dengan masalahnya, terutama bila baru muncul dan tidak seperti kebiasaan orang tua Anda sebelumnya.
  • Susah tidur berkepanjangan. Sulit tidur yang terus berulang sampai ia lemas, mengantuk, atau uring-uringan di siang hari.
  • Pelupa yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Depresi pada lansia bisa tampak seperti pikun, dan lupanya bisa membaik setelah depresinya ditangani. Sebaliknya, ada pelupa yang memang perlu pemeriksaan demensia. Membedakan keduanya perlu pemeriksaan profesional, jangan ditebak sendiri di rumah.
  • Menarik diri. Berhenti melakukan hal yang dulu disukai, enggan datang ke acara keluarga, atau tidak mau lagi ikut kegiatan rutin.
  • Curiga, berhalusinasi, atau berubah perilaku. Misalnya yakin ada orang yang mencuri barangnya, melihat sosok yang tidak ada, atau jadi gampang marah. Untuk situasi ini, baca panduan keluarga tentang lansia berhalusinasi.

Perubahan yang tidak boleh ditunda

Bicara soal kematian atau merasa jadi beban. Bila orang tua berkata hidupnya tidak ada gunanya, ingin mengakhiri hidup, atau merasa hanya menyusahkan keluarga, tanggapi dengan serius. Jangan biarkan ia sendirian. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis), atau segera bawa ke IGD terdekat bila ia punya rencana menyakiti diri atau keselamatannya tidak bisa dijaga.

Makan atau minum jauh berkurang. Asupan yang turun drastis, sulit menelan, atau tanda kekurangan cairan perlu diperiksa segera. Bila orang tua sangat lemas, bingung, atau tidak bisa minum, langsung ke IGD.

Bingung yang muncul mendadak. Kebingungan yang datang tiba-tiba berbeda dengan pelupa yang bertambah perlahan. Ini bisa menjadi tanda delirium akibat infeksi, kurang cairan, atau efek obat. Bawa ke IGD atau dokter hari itu juga, bukan ke psikiater lebih dulu.

Cara mengajak orang tua ke psikiater tanpa menyinggung

Banyak lansia menolak ke psikiater karena takut dicap "gila". Rasa takut ini nyata, jadi lebih baik didekati pelan-pelan daripada dilawan.

Jujur soal tujuan. Jelaskan bahwa Anda ingin ia diperiksa karena tidurnya terganggu atau suasana hatinya berubah. Jangan menyamarkan jenis dokter yang akan ditemui, karena orang tua yang merasa dibohongi biasanya sulit diajak kembali.

Mulai dari keluhan yang ia rasakan sendiri. Orang tua yang tidak merasa "sakit jiwa" mungkin mau berobat karena susah tidur, badan tidak enak, atau sering cemas. Pakai kata-kata yang ia gunakan sendiri.

Temani, jangan hanya menyuruh. Tawarkan untuk mengantar dan ikut masuk bila ia mau. Ajakan dari saudara atau orang yang paling ia percaya kadang lebih didengar.

Beri ia pilihan. Biarkan ia ikut menentukan hari dan jam periksa. Rasa ikut memutuskan membuat orang tua lebih mau datang.

Gambaran konsultasi pertama

Psikiater biasanya akan menanyakan keluhan dan sejak kapan muncul, riwayat penyakit, obat yang diminum, tidur, makan, serta daya ingat. Keluarga bisa ikut memberi keterangan bila orang tua setuju, karena lansia sering tidak menyadari perubahan pada dirinya.

Bawa semua obat yang sedang diminum, termasuk jamu dan suplemen, serta hasil pemeriksaan dari dokter lain bila ada. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan fisik atau laboratorium untuk menyingkirkan penyebab medis. Rencana penanganannya bisa berupa psikoterapi, pengaturan rutinitas, obat bila memang perlu, dan kontrol berkala. Bila orang tua akan diberi antidepresan, artikel tentang cara kerja dan mitos antidepresan bisa membantu Anda memahami prosesnya.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Psikiatri geriatri termasuk fokus praktik dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang berpraktik sejak 2008. Anda bisa membuat janji untuk konsultasi pertama, kontrol lanjutan, atau pembahasan obat orang tua di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Sebaiknya Anda ikut datang, karena cerita keluarga tentang perubahan di rumah sangat membantu dokter.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Orang tua saya menolak ke psikiater, apa yang bisa saya lakukan? Tanyakan dulu apa yang membuatnya enggan, lalu jelaskan tujuan pemeriksaan dengan jujur. Mulailah dari keluhan yang ia rasakan, seperti susah tidur, dan tawarkan untuk menemani. Bila ia tetap menolak, minta bantuan dokter yang biasa merawatnya untuk ikut menyarankan pemeriksaan, dan beri waktu sebelum mengajak lagi.

Apakah depresi pada lansia bisa sembuh? Depresi pada lansia bisa membaik dengan penanganan yang tepat, sama seperti pada usia lain. Usia bukan alasan untuk menyerah atau menganggapnya bagian dari menjadi tua.

Orang tua saya pelupa, apakah pasti demensia? Tidak selalu. Pelupa bisa disebabkan depresi yang tampak seperti pikun, efek obat, gangguan tidur, atau kondisi fisik lain. Perlu pemeriksaan profesional untuk mengetahui penyebabnya.

Apakah obat jiwa aman untuk lansia yang sudah minum banyak obat? Obat jiwa bisa dipakai pada lansia, asalkan dipilih dan dipantau dengan teliti oleh psikiater yang tahu semua obat yang sedang diminum. Karena itu, bawa seluruh obat orang tua saat konsultasi, dan jangan menambah atau mengurangi obat sendiri.

Apa bedanya psikiater dengan dokter saraf untuk masalah lansia? Dokter saraf menangani penyakit pada otak dan saraf, seperti stroke atau Parkinson. Psikiater menangani suasana hati, pikiran, dan perilaku, seperti depresi, cemas, dan halusinasi. Untuk masalah daya ingat, keduanya sering saling melengkapi.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.