Anak, adik, atau pasangan Anda tiba-tiba bercerita ada suara yang mengancamnya, padahal Anda tidak mendengar apa-apa. Atau ia mendadak yakin sedang diikuti orang. Wajar bila Anda bingung dan takut. Anda tidak perlu memahami semua istilah medis lebih dulu: yang terpenting adalah menanggapinya dengan tenang, menjaga keselamatan, dan segera memeriksakannya.

Dokter menyebut keadaan ini episode psikotik: untuk sementara, apa yang ia dengar, lihat, atau yakini tidak lagi sesuai dengan kenyataan. Gejalanya bisa berupa halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada), waham (keyakinan kuat yang tidak sesuai kenyataan), atau bicara yang sulit diikuti. Episode pertama tidak otomatis berarti skizofrenia. Penyebabnya perlu dicari dulu.

Mengapa pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda

Makin pendek jarak antara munculnya gejala psikotik dan penanganan pertama, umumnya makin baik pemulihannya. Menunggu "sampai benar-benar parah" justru membuat sekolah, pekerjaan, dan hubungan ikut terganggu lebih lama.

Gejala psikotik juga bisa berasal dari banyak hal: gangguan psikotik, episode bipolar atau depresi berat, penggunaan zat atau obat, dan kondisi medis tertentu. Kalau gejalanya datang bersama kebingungan mendadak, demam, atau mengantuk berat sampai sulit dibangunkan, bawa ke IGD lebih dulu, karena penyebabnya bisa masalah fisik yang perlu ditangani segera. Gambaran lebih luas tentang gejala ini ada di artikel apa itu psikosis.

Langkah pertama di rumah saat gejala baru muncul

  1. Bicara dengan tenang. Pakai kalimat pendek dan beri ia waktu untuk menjawab. Bila banyak orang di rumah, cukup satu orang yang paling ia percaya yang berbicara.
  2. Akui rasa takutnya, tanpa ikut membenarkan isinya. Misalnya, "Aku tidak mendengar suara itu, tapi aku lihat kamu takut sekali. Aku mau bantu." Jangan mengejek atau memaksanya membuktikan apa yang ia alami.
  3. Beri jarak. Jangan berdiri terlalu dekat, mengepung, mengunci, atau mengikatnya. Bila situasi berubah berbahaya, pindah ke tempat yang aman dan minta bantuan.
  4. Ajak ke dokter sesegera mungkin. Mulailah dari keluhan yang ia rasakan sendiri, seperti sulit tidur atau rasa takut yang terus-menerus, lalu ajak ia memeriksakannya.
  5. Buat catatan singkat. Tulis kapan perubahan mulai terlihat, bagaimana tidur dan kegiatannya, obat atau zat yang dipakai, serta kejadian yang mengkhawatirkan. Catatan tidak harus lengkap untuk mulai mencari pertolongan.
  6. Bagi tugas di keluarga. Tentukan siapa yang menghubungi layanan kesehatan, siapa yang menemani ke dokter, dan siapa yang mengurus rumah. Pendamping juga perlu istirahat.

Tanda episode pertama ini perlu dibawa ke IGD

Jangan menunggu jadwal konsultasi. Bawa ke IGD terdekat bila muncul:

  • ancaman menyakiti diri atau orang lain;
  • suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu yang berbahaya;
  • kebingungan berat, kejang, atau penurunan kesadaran;
  • ia tidak mau makan dan minum, atau sama sekali tidak tidur.

Bila ada ucapan ingin mati atau tanda ia akan menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat. Bila membawanya sendiri tidak aman, hubungi 119 untuk bantuan gawat darurat dan ikuti petunjuk petugas.

Apa yang akan diperiksa dokter

Di pemeriksaan pertama, keluarga biasanya ikut ditanya, karena orang yang sedang mengalami episode psikotik sering sulit menceritakan urutan kejadiannya. Catatan yang Anda buat di rumah akan terpakai di sini. Dokter juga menilai kondisi fisik, penggunaan obat atau zat, perubahan suasana hati, dan risiko keselamatan. Bila perlu, dokter bisa meminta pemeriksaan tambahan, misalnya tes darah, untuk menyingkirkan penyebab medis.

Penanganan bisa meliputi obat golongan antipsikotik, terapi psikologis, edukasi untuk keluarga, serta dukungan untuk kembali sekolah atau bekerja. Sebisa mungkin, rencana disusun bersama orang yang mengalaminya. Perawatan di rumah sakit dipertimbangkan bila ia butuh pemantauan yang tidak bisa dilakukan di rumah; lamanya berbeda pada tiap orang. Bila dokter meresepkan antipsikotik, baca juga apa saja efek sampingnya dan apa yang perlu dipantau.

Setelah gejala mereda

Pemulihan biasanya bertahap. Kontrol rutin membantu dokter memantau gejala, efek samping obat, dan kebutuhan sehari-hari. Obat yang dihentikan sendiri begitu ia merasa baik termasuk penyebab kambuh yang umum, jadi setiap perubahan perlu dibicarakan dulu dengan psikiater.

Di rumah, nada bicara yang tenang dan tidak banyak menyalahkan ikut membantu mencegah kambuh. Sepakati bersama perubahan apa yang perlu dilaporkan, misalnya tidur berkurang atau mulai curiga lagi, dan siapa yang dihubungi bila kondisinya memburuk. Bila pemeriksaan mengarah ke skizofrenia, panduan skizofrenia untuk keluarga membahas langkah pendampingan jangka panjang.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila episode pertama ini tidak darurat, keluarga bisa membuat janji dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ; gangguan psikotik dan skizofrenia termasuk fokus beliau. Bila anggota keluarga Anda belum mau datang, tanyakan lewat WhatsApp klinik apa yang bisa dilakukan lebih dulu; penilaian kondisinya tetap memerlukan pemeriksaan langsung. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah episode psikotik pertama berarti skizofrenia? Belum tentu. Episode psikotik bisa disebabkan bipolar, depresi berat, penggunaan zat, kondisi medis, atau gangguan psikotik lain. Diagnosis baru bisa ditegakkan setelah pemeriksaan dan pengamatan dari waktu ke waktu.

Apa yang sebaiknya tidak dilakukan keluarga? Jangan berdebat soal benar atau tidaknya suara dan keyakinannya, jangan mengejek, dan jangan mengurung atau mengikatnya. Cara-cara ini menambah rasa takut dan bisa membahayakan.

Bagaimana kalau ia menolak dibawa ke dokter? Mulailah dari keluhan yang ia akui, seperti sulit tidur atau rasa cemas, dan minta orang yang paling ia percaya untuk mengajaknya. Bila ada tanda bahaya, jangan menunggu persetujuannya: bawa ke IGD atau hubungi 119.

Apakah orang yang mengalami episode psikotik pertama bisa pulih? Bisa. Banyak orang kembali sekolah, bekerja, dan beraktivitas setelah episode pertama, terutama bila penanganan dimulai cepat dan pengobatan dijalani teratur.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.