Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan memahami apa yang terjadi di sekitarnya. Tanda awalnya sering samar: tidur berantakan, menarik diri, kemampuan belajar atau bekerja menurun, dan mulai muncul kecurigaan atau pengalaman yang aneh. Skizofrenia juga berbeda dengan kepribadian ganda, meski keduanya sering tertukar. Dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, orang dengan skizofrenia bisa kembali sekolah, bekerja, dan menjalani hidup yang berarti.

Keluarga sering menjadi orang pertama yang merasa ada yang berubah. Pengamatan Anda sangat berguna bagi dokter, meski diagnosisnya tetap perlu ditegakkan lewat pemeriksaan.

Tanda awal yang biasanya pertama kali dilihat keluarga

Sebelum gejala yang jelas muncul, keluarga biasanya hanya merasa ada yang berubah dan tidak seperti biasanya. Perubahan yang sering diceritakan antara lain:

  • jam tidurnya terbalik, begadang lalu tidur sepanjang siang;
  • makin jarang keluar kamar dan menjauh dari teman;
  • nilai sekolah atau kinerja kerjanya turun tanpa alasan yang jelas;
  • tidak lagi peduli kebersihan diri dan penampilan;
  • mulai curiga, merasa diperhatikan, atau tertarik berlebihan pada hal-hal yang dianggap punya makna tersembunyi;
  • bicaranya sulit diikuti, atau ia sesekali terlihat seperti sedang mendengarkan sesuatu.

Masa awal seperti ini disebut fase prodromal. Penjelasan lengkapnya ada di artikel gejala prodromal skizofrenia. Satu perubahan yang muncul sebentar biasanya belum perlu dikhawatirkan. Waspadai bila beberapa perubahan datang bersamaan, tidak membaik, dan pelan-pelan makin berat.

Gejala skizofrenia setelah psikosis muncul

Bila kondisinya berlanjut, gejala skizofrenia biasanya dikelompokkan menjadi tiga.

Gejala psikotik adalah yang paling dikenal orang. Halusinasi berarti mendengar suara atau melihat sesuatu yang sumbernya tidak ada. Waham berarti keyakinan kuat yang tidak sesuai kenyataan dan tetap dipegang meski sudah ada bukti yang berlawanan, misalnya yakin sedang dimata-matai. Pikiran dan pembicaraannya juga bisa melompat-lompat sampai sulit dipahami.

Gejala negatif berarti berkurangnya hal-hal yang dulu ada: dorongan untuk memulai kegiatan, ekspresi wajah dan emosi, serta jumlah bicara. Kata "negatif" di sini tidak berarti sifatnya buruk.

Gejala kognitif berupa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan sulit merencanakan kegiatan. Keluhan ini sering tetap mengganggu walau halusinasinya sudah berkurang.

Belum tentu skizofrenia: penyebab lain yang mirip

Tanda-tanda awal di atas tidak khas skizofrenia. Depresi, stres berat, kurang tidur yang ekstrem, dan pemakaian zat seperti ganja atau sabu juga bisa menimbulkan perubahan serupa. Halusinasi dan waham pun bisa muncul karena demam tinggi atau kondisi medis tertentu.

Karena itu, jangan menyimpulkan sendiri, dan jangan juga menunggu sampai keadaannya parah. Psikiater akan menilai jenis gejala, sudah berapa lama berlangsung, dampaknya pada keseharian, dan kemungkinan penyebab lain sebelum menentukan diagnosis. Psikosis yang lebih cepat mendapat penanganan pertama umumnya punya peluang pulih yang lebih baik.

Membuka percakapan dengan anggota keluarga yang berubah

Pilih waktu yang tenang dan bicara berdua saja. Mulailah dari hal yang Anda lihat, bukan dari label. Misalnya: "Belakangan kamu kelihatan susah tidur dan jarang keluar kamar. Aku khawatir, dan aku pengin tahu kamu lagi ngerasain apa."

Bila ia ketakutan karena suara yang tidak Anda dengar, Anda tidak perlu mengiyakan atau membantahnya. Cukup katakan, "Aku nggak dengar suaranya, tapi aku lihat kamu ketakutan. Yuk, kita cari bantuan sama-sama." Jelaskan tujuan pemeriksaan dengan jujur. Membohonginya supaya mau ke dokter bisa merusak kepercayaan yang nanti sangat dibutuhkan selama pengobatan.

Saat halusinasi atau waham muncul untuk pertama kalinya, ikuti langkah di panduan episode psikotik pertama.

Pengobatan dan pemulihan

Penanganan skizofrenia biasanya menggabungkan obat golongan antipsikotik, psikoterapi, psikoedukasi (penjelasan tentang kondisinya) untuknya dan keluarga, serta dukungan untuk kembali bergaul, belajar, atau bekerja. Kesehatan fisik dan efek samping obat juga perlu dipantau secara rutin.

Gejala bisa mereda lebih dulu, sementara kemampuan kembali beraktivitas pulih lebih lambat. Target perawatan disesuaikan dengan kebutuhan dan pilihan anggota keluarga Anda sendiri. Setelah pengobatan berjalan, tanyakan bantuan seperti apa yang ia inginkan, misalnya diingatkan jadwal kontrol. Menghentikan antipsikotik secara tiba-tiba termasuk penyebab kambuh yang sering terjadi. Bila ada efek samping atau ia sulit minum obat, bawa masalah itu ke psikiater, jangan diputuskan sendiri di rumah. Tanda-tanda kambuh dibahas di artikel skizofrenia kambuh.

Menjaga diri Anda sebagai pendamping

Mendampingi orang dengan skizofrenia butuh tenaga yang besar dan waktu yang panjang. Bagi tugas dengan anggota keluarga lain, sisihkan waktu untuk istirahat, dan jangan menanggung semuanya sendirian. Usahakan nada bicara di rumah tetap tenang. Rumah yang sering diwarnai omelan dan ketegangan berkaitan dengan kekambuhan yang lebih sering, dan juga menguras tenaga Anda. Panduan mendampingi orang dengan skizofrenia membahas hal ini lebih lengkap.

Saat keadaan di rumah tidak lagi aman

Kekerasan bukan ciri skizofrenia; orang dengan skizofrenia justru lebih rentan menjadi korban. Yang menentukan perlu tidaknya pertolongan segera adalah keadaannya saat ini, bukan diagnosisnya. Segera cari pertolongan bila ada suara yang memerintahnya melakukan hal berbahaya, ia mengancam diri sendiri atau orang lain, berbicara tentang ingin mati, berhari-hari tidak tidur, atau tidak mau makan dan minum.

Dalam keadaan seperti ini, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) untuk arahan, atau segera ke IGD terdekat. Kebingungan berat atau kesadaran yang menurun adalah darurat medis yang perlu langsung dibawa ke IGD. Jangan mengikat atau mengurungnya. Bila situasinya tidak aman, menjauhlah ke tempat yang aman dan minta bantuan.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila Anda melihat tanda-tanda awal ini pada anggota keluarga yang sudah dewasa, ajaklah ia memeriksakan diri ke dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, yang fokus praktiknya termasuk skizofrenia dan kondisi psikotik. Bawa catatan sejak kapan perubahan mulai terlihat dan pertanyaan Anda tentang cara mendampinginya. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa tanda awal skizofrenia? Tanda awal yang sering dilihat keluarga adalah tidur yang berantakan, menarik diri, prestasi atau kinerja menurun, tidak peduli kebersihan diri, serta mulai muncul kecurigaan atau pengalaman aneh. Tanda-tanda ini tidak khas skizofrenia, jadi perlu diperiksakan bila menetap atau makin berat.

Apakah skizofrenia bisa sembuh? Skizofrenia bisa dikendalikan dengan pengobatan yang teratur, dan gejalanya bisa mereda. Pemulihan berarti kembali menjalani kegiatan yang penting baginya, meski sebagian orang tetap perlu kontrol dan obat dalam jangka panjang.

Apakah skizofrenia sama dengan kepribadian ganda? Tidak. Skizofrenia adalah gangguan pada cara berpikir dan memahami kenyataan, misalnya munculnya halusinasi atau waham. Kepribadian ganda adalah kondisi lain yang sama sekali berbeda.

Bagaimana kalau anggota keluarga menolak diperiksa? Jangan memaksa atau membohonginya. Mulailah dari keluhan yang ia akui, misalnya sulit tidur atau merasa tertekan, dan libatkan orang yang paling ia percaya. Bila ada risiko keselamatan, jangan menunggu persetujuannya; segera cari bantuan darurat.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.