Orang tua yang belakangan gampang marah sering dianggap "memang sudah sifatnya" atau "biasa, namanya juga sudah tua". Padahal perubahan emosi seperti ini sering punya penyebab yang bisa ditangani: nyeri yang tidak terucap, tidur yang buruk, depresi, demensia, atau efek obat. Bila marahnya muncul tiba-tiba bersama kebingungan, atau orang tua mulai bicara ingin mengakhiri hidup, segera cari pertolongan.

Merawat orang tua yang sering membentak memang melelahkan. Anda mungkin merasa kesal dan bersalah sekaligus. Memahami apa yang ada di balik marahnya bisa membantu Anda menanggapi dengan lebih tenang, tanpa harus menerima perlakuan kasar.

Kenapa orang tua bisa berubah jadi gampang marah

Tubuh yang tidak nyaman. Nyeri sendi, sakit gigi, sembelit, atau rasa tidak enak di perut sering tidak diceritakan dengan jelas oleh lansia. Yang terlihat justru gelisah dan ketus. Lapar, haus, kedinginan, atau ingin buang air juga bisa memicu.

Pendengaran dan penglihatan yang menurun. Orang tua yang tidak mendengar jelas sering salah menangkap ucapan, merasa ditertawakan, atau capek karena harus terus bertanya. Rasa frustrasi itu mudah keluar sebagai marah.

Kurang tidur. Tidur malam yang terputus-putus membuat siapa pun lebih sensitif keesokan harinya, termasuk lansia.

Depresi dan cemas. Depresi pada lansia tidak selalu tampak sebagai sedih. Kadang yang muncul justru mudah tersinggung, banyak mengeluh, dan menarik diri. Kecemasan juga bisa membuat orang tua cepat kesal, terutama saat rencana berubah atau ia merasa tidak aman.

Kehilangan. Pensiun, kehilangan pasangan atau teman sebaya, dan tidak bisa lagi menyetir atau bepergian sendiri bisa membuat orang tua merasa tidak berdaya. Marah kadang menjadi cara mempertahankan rasa kendali yang tersisa.

Perubahan otak dan obat. Demensia bisa membuat seseorang sulit memahami situasi dan sulit menahan emosi. Obat baru, atau obat yang takarannya baru diubah dokter, juga bisa memengaruhi suasana hati.

Marah yang muncul tiba-tiba berbeda dengan sifat lama

Perhatikan bagaimana perubahannya terjadi. Bila orang tua yang biasanya sabar mendadak marah-marah, bingung, atau tidak seperti dirinya dalam waktu singkat, curigai masalah fisik seperti infeksi, kurang minum, atau efek obat. Kebingungan yang muncul mendadak pada lansia bisa menandakan delirium dan perlu diperiksa dokter hari itu juga. Baca lebih lanjut tentang delirium pada lansia.

Bila mudah marahnya bertambah perlahan selama berbulan-bulan dan disertai pelupa, sering bertanya hal yang sama, atau tersesat di tempat yang dikenal, bicarakan kemungkinan demensia dengan dokter. Bila disertai murung, hilang minat, dan sering bilang "untuk apa lagi", depresi pada lansia perlu dipikirkan.

Cara menanggapi saat orang tua sedang marah

Saat emosinya sedang tinggi, menang debat tidak ada gunanya. Turunkan suara, pakai kalimat pendek, dan jangan mengoreksi fakta saat itu juga. Pembahasan yang rumit bisa ditunda sampai suasana tenang.

Coba cari tahu kebutuhan di balik marahnya. Tanyakan dengan sederhana, "Bapak sakit di mana?" atau "Mau ke kamar mandi dulu?" Pastikan kacamata dan alat bantu dengarnya dipakai, lalu kurangi keramaian seperti televisi yang keras atau banyak orang berbicara.

Beri pilihan kecil agar orang tua merasa tetap dihargai, misalnya "Mau mandi sekarang atau setelah minum teh?" Jangan menegur atau mempermalukannya di depan cucu atau tamu. Bila Anda sendiri mulai terpancing, tidak apa-apa keluar ruangan sebentar selama ia aman, lalu kembali saat sudah lebih tenang.

Saat marah berubah menjadi kasar

Memahami penyebab bukan berarti Anda harus menerima pukulan atau ancaman. Bila orang tua mulai melempar barang atau memukul, mundur dan jaga jarak, jauhkan anak-anak, lalu panggil anggota keluarga lain. Simpan benda tajam dan barang berat di tempat yang aman.

Perilaku kasar yang baru muncul atau makin sering adalah alasan kuat untuk segera memeriksakan orang tua ke dokter. Perhatikan juga diri Anda. Pendamping yang kurang tidur dan tidak pernah bergantian merawat lebih mudah ikut tersulut, dan suasana rumah bisa makin panas. Bagilah tugas merawat dengan saudara atau anggota keluarga lain.

Kapan mudah marah perlu ditangani hari itu juga

Bawa orang tua ke IGD bila marahnya muncul mendadak bersama kebingungan, demam, jatuh, halusinasi, sangat mengantuk, atau bicara kacau. Lakukan hal yang sama bila kekerasannya membahayakan dirinya atau orang di sekitarnya dan keluarga tidak bisa lagi menenangkan.

Kadang di balik marah tersimpan keputusasaan. Bila orang tua berkata "lebih baik saya mati", "saya cuma jadi beban", atau menyebut ingin menyakiti diri, tanggapi dengan serius. Jangan tinggalkan ia sendirian, simpan obat-obatan dan benda tajam, lalu hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Yang membantu dokter memahami perubahan ini

Sebelum berobat, catat selama beberapa hari kapan marahnya muncul, apa yang terjadi sebelumnya, bagaimana tidurnya, keluhan nyeri, dan perubahan daya ingat. Bawa semua obat yang sedang diminum, termasuk jamu dan suplemen.

Penanganannya mengikuti penyebab. Nyeri, gangguan tidur, atau masalah pendengaran perlu diatasi dulu. Bila ada depresi atau kecemasan, psikiater bisa menyarankan psikoterapi atau obat golongan antidepresan. Untuk gelisah dan agresi berat pada demensia, obat golongan antipsikotik kadang dipertimbangkan, tetapi pada lansia penggunaannya perlu sangat hati-hati dan dipantau psikiater. Pada usia lanjut, obat lebih mudah menimbulkan efek samping dan berbenturan dengan obat lain, jadi jangan mengubah atau menambah obat sendiri.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila perubahan emosi orang tua Anda tidak membaik setelah keluhan fisiknya diperiksa, Anda bisa membawanya berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang salah satu fokus praktiknya adalah psikiatri geriatri. Ceritakan apa yang Anda lihat di rumah selama ini, karena orang tua sering tidak menyadari perubahan dirinya. Klinik Utama Luna berada di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lansia mudah marah tanda demensia? Bisa jadi, tetapi banyak penyebab lain yang lebih sering terlewat, seperti nyeri, kurang tidur, pendengaran menurun, depresi, dan efek obat. Demensia biasanya juga disertai gangguan daya ingat dan kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari.

Kenapa orang tua paling sering marah kepada anak yang merawatnya? Orang yang paling dekat biasanya paling sering berinteraksi dan paling sering membantu hal-hal yang membuat orang tua merasa tidak berdaya, seperti mandi atau minum obat. Karena itu, Anda yang paling sering terkena. Ini bukan tanda bahwa cara Anda merawat salah.

Bagaimana cara bicara dengan orang tua yang sedang marah? Bicara pelan dengan kalimat pendek, jangan berdebat, dan tanyakan apa yang membuatnya tidak nyaman. Tunda pembahasan yang berat sampai ia tenang, dan beri pilihan sederhana agar ia merasa tetap dihargai.

Apakah depresi pada lansia bisa membuat mudah marah? Bisa. Pada lansia, depresi sering muncul sebagai mudah tersinggung, banyak mengeluh soal badan, dan menarik diri, bukan sebagai sedih yang terlihat jelas. Depresi pada usia lanjut bukan bagian normal dari penuaan dan bisa ditangani.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.