Ringkasan: Lansia yang mengalami halusinasi perlu dinilai serius karena penyebabnya dapat berkisar dari delirium, demensia, gangguan mood, obat, gangguan sensorik, sampai psikosis. Halusinasi baru atau mendadak bukan sesuatu yang boleh dianggap normal. Bila lansia tampak sangat bingung, mengikuti perintah suara, atau tidak aman, cari pertolongan medis segera di IGD.
Melihat orang yang sudah meninggal, mendengar suara, atau mencium bau yang tidak ada bisa membuat keluarga panik. Respons pertama sebaiknya bukan mempermalukan atau menuduh berbohong, melainkan mencari tahu apakah lansia takut, apakah ada risiko tindakan, dan apakah perubahan ini mendadak.
Halusinasi pada lansia punya banyak kemungkinan
Halusinasi visual dapat muncul pada gangguan kognitif tertentu, delirium, gangguan penglihatan, atau efek obat. Halusinasi suara dapat terkait depresi berat, psikosis, atau kondisi lain. Pada lansia, perubahan fisik seperti infeksi, dehidrasi, kurang tidur, atau nyeri juga bisa membuat perubahan persepsi.
Karena kemungkinan penyebabnya luas, pemeriksaan perlu menyatukan riwayat medis, obat, kognisi, mood, tidur, dan lingkungan. Kesalahan terbesar adalah langsung memberi label tanpa memeriksa penyebab yang bisa ditangani.
Informasi yang membantu pemeriksaan
Catat jenis halusinasi, kapan muncul, apakah lansia takut, apakah ada perintah, perubahan tidur, demam, jatuh, obat baru, gangguan penglihatan atau pendengaran, dan perubahan memori. Bawa daftar obat dan hasil pemeriksaan medis bila ada.
Apa yang dinilai psikiater
Dalam konsultasi psikiatri geriatri, dokter menilai delirium, demensia, depresi dengan gejala psikotik, gangguan psikotik, efek obat, dan kebutuhan rujukan medis. Rencana dapat mencakup pemeriksaan fisik, perubahan lingkungan, dukungan bagi pendamping, dan obat kelas antipsikotik bila sesuai; pilihan obat pada lansia harus dikonsultasikan dengan psikiater.
Yang dapat dilakukan sementara
Jangan berdebat keras bahwa halusinasi tidak nyata. Tanyakan apakah lansia merasa takut, ajak ke tempat terang, kurangi suara, dan pastikan tidak ada benda berbahaya. Akui rasa takutnya tanpa menyatakan bahwa hal yang dilihat atau didengar itu benar-benar ada. Misalnya: “Saya tidak mendengar suara itu, tetapi saya tahu Bapak merasa takut. Mari kita cari bantuan.”
Kapan perlu bantuan segera
Ke IGD bila halusinasi muncul mendadak, disertai demam, jatuh, kebingungan berat, agresi, perintah menyakiti, atau keluarga tidak mampu menjaga keselamatan. Jangan menunggu jadwal kontrol rutin untuk perubahan yang muncul mendadak.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Untuk lansia halusinasi, evaluasi di Klinik Utama Luna berangkat dari cerita pasien dan dampaknya di rumah. Dokter yang menangani: dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ. Klinik berada di Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan ruang praktik yang tenang dan privat. Privasi ruang tunggu dijaga dengan nomor antrean.
Baca juga gangguan mental pada lansia, sundowning, dan halusinasi auditorik.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah halusinasi pada lansia pasti demensia? Tidak. Demensia salah satu kemungkinan, tetapi delirium, obat, gangguan sensorik, depresi, dan kondisi medis juga perlu dinilai.
Haruskah keluarga membantah halusinasi? Tidak perlu membantah keras. Akui rasa takutnya, jaga keselamatan, dan cari pemeriksaan medis.
Kapan halusinasi menjadi darurat? Jika muncul mendadak, ada kebingungan, perintah berbahaya, jatuh, demam, atau rumah tidak aman.
Apakah obat antipsikotik selalu diberikan? Tidak selalu. Penyebab harus dicari dulu, dan penggunaan obat pada lansia perlu pemantauan psikiater.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.





