Saat orang tua Anda mulai melihat orang yang tidak ada atau mendengar suara yang tidak Anda dengar, langkah pertama adalah tetap tenang dan tidak berdebat. Setelah itu, pastikan ia aman, lalu perhatikan apakah halusinasi ini muncul tiba-tiba. Halusinasi yang datang mendadak, apalagi disertai bingung, mengantuk berat, atau demam, bisa menjadi tanda delirium dan perlu diperiksa dokter hari itu juga.

Artikel ini membahas apa yang bisa Anda lakukan di rumah, dari menit pertama sampai membawa orang tua berobat. Kemungkinan penyebab halusinasi pada lansia dibahas lebih lengkap di artikel halusinasi pada lansia.

Menit pertama: tenangkan, jangan membantah

Halusinasi adalah pengalaman melihat, mendengar, mencium, atau merasakan sesuatu yang tidak ada sumbernya. Bagi orang yang mengalaminya, semua itu terasa sungguhan. Karena itu, membantah dengan keras ("Tidak ada siapa-siapa, Pak!") biasanya tidak membuat halusinasinya hilang. Orang tua malah merasa tidak dipercaya dan makin takut.

Lebih baik tanggapi perasaannya. Duduklah di dekatnya, bicara pelan, dan katakan sesuatu yang jujur, misalnya, "Saya tidak melihatnya, Bu, tapi saya lihat Ibu ketakutan. Saya di sini menemani." Anda tidak perlu ikut membenarkan bahwa sosok itu ada, dan tidak perlu memperpanjang ceritanya.

Nyalakan lampu, kecilkan televisi, dan kurangi orang yang berbicara bersamaan. Bayangan di ruangan yang remang atau suara yang bertumpuk bisa membuat lansia salah melihat atau salah mendengar.

Tidak semua halusinasi menakutkan

Ada orang tua yang tenang saja saat "melihat" pasangannya yang sudah meninggal duduk di kursi, atau mendengar musik dari kejauhan. Bila halusinasinya tidak membuatnya takut dan tidak membahayakan, Anda tidak harus mengoreksinya setiap kali. Cukup temani dan alihkan ke kegiatan lain bila perlu.

Meski begitu, ceritakan halusinasi yang tenang ini ke dokter. Walaupun tidak merepotkan di rumah, halusinasi tetap gejala yang perlu dicari penyebabnya.

Periksa keselamatan di rumah

Halusinasi menjadi berbahaya bila orang tua merasa terancam lalu bertindak karena takut. Ia mungkin mencoba lari keluar rumah malam-malam, memukul "orang asing" yang dilihatnya, atau mengikuti suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu.

Simpan pisau, gunting, korek api, dan obat-obatan di tempat yang tidak mudah dijangkau. Perhatikan pintu depan dan kompor, terutama malam hari. Jangan tinggalkan orang tua sendirian saat ia sedang sangat ketakutan atau gelisah. Bila ia membawa benda tajam atau mulai menyerang, jaga jarak dan panggil anggota keluarga lain atau tetangga untuk membantu.

Muncul tiba-tiba? Pikirkan delirium

Delirium adalah kebingungan berat yang muncul mendadak karena masalah fisik. Penyebabnya bisa infeksi (misalnya infeksi saluran kemih atau paru), kurang minum, efek obat baru, atau penyakit lain. Lansia dengan delirium bisa berhalusinasi, sulit diajak bicara, bingung soal waktu dan tempat, atau bergantian antara sangat gelisah dan sangat mengantuk. Gejalanya sering naik-turun dalam sehari dan memburuk di malam hari.

Pada lansia, kebingungan yang datang mendadak adalah tanda medis yang perlu diperiksa segera, jangan langsung dianggap masalah kejiwaan. Jadi, bila halusinasi baru muncul dalam waktu singkat dan orang tua tampak "bukan dirinya", bawa ia ke dokter atau IGD hari itu juga. Penjelasan lebih lengkap ada di artikel delirium pada lansia.

Halusinasi yang datang perlahan tetap perlu diperiksa

Bila halusinasi berkembang perlahan selama berminggu-minggu atau lebih, keadaannya biasanya tidak segawat delirium. Meski begitu, tetap buat janji periksa. Beberapa hal yang sering ikut berperan pada lansia adalah penglihatan atau pendengaran yang menurun, demensia, depresi berat, gangguan psikotik, gangguan tidur, dan obat yang sedang diminum.

Penglihatan yang sangat menurun, misalnya, kadang membuat seseorang melihat gambar atau sosok yang tidak ada, padahal pikirannya jernih dan ia sadar itu tidak nyata. Karena itu, pastikan kacamata dan alat bantu dengarnya masih sesuai.

Yang sebaiknya Anda catat sebelum berobat

Dokter akan sangat terbantu bila Anda datang dengan catatan singkat:

  • Apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan orang tua, dan sejak kapan.
  • Jam berapa biasanya muncul, dan apakah memburuk menjelang malam.
  • Apakah ia takut, atau ada suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu.
  • Obat yang baru dimulai atau diganti dalam beberapa minggu terakhir, termasuk jamu dan suplemen.
  • Demam, jatuh, perubahan buang air kecil, tidur, makan, dan daya ingat.

Bawa semua obat yang sedang diminum, bukan hanya daftarnya. Pada usia lanjut, obat lebih mudah saling berbenturan, dan obat yang baru dimulai pun kadang bisa memicu halusinasi, jadi dokter perlu melihat semuanya.

Penanganannya bergantung pada penyebab. Bila halusinasi berasal dari infeksi atau efek obat, mengatasi masalah itu sering sudah membantu. Obat golongan antipsikotik kadang dipertimbangkan, tetapi pada lansia, terutama yang memiliki demensia, penggunaannya perlu pertimbangan dan pemantauan yang sangat hati-hati oleh psikiater. Jangan memberi obat penenang atau obat tidur dari rumah tanpa arahan dokter.

Tanda halusinasi yang tidak boleh ditunda sampai besok

Bawa orang tua ke IGD terdekat bila halusinasi disertai salah satu tanda berikut:

  • Muncul mendadak bersama kebingungan berat, sulit dibangunkan, atau bicara kacau.
  • Demam, sesak, jatuh, atau benturan di kepala.
  • Ia mencoba melukai orang lain atau pergi dari rumah dan sulit dicegah.
  • Keluarga tidak sanggup lagi menjaga keselamatannya.

Bila ada suara yang menyuruhnya menyakiti diri, atau orang tua berkata ingin mati, jangan tinggalkan ia sendirian. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Setelah penyebab fisik yang mendesak sudah diperiksa, halusinasi yang menetap, atau yang disertai murung, curiga, dan susah tidur, bisa dikonsultasikan dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ. Psikiatri geriatri adalah salah satu fokus praktiknya. Klinik Utama Luna ada di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Bawa catatan Anda tentang kapan halusinasi muncul, karena orang tua sering sulit menceritakannya sendiri.

Bila gelisahnya terutama muncul sore dan malam hari, baca juga tentang sundowning.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah halusinasi pada lansia tanda demensia? Bisa, tetapi tidak selalu. Delirium, efek obat, penglihatan atau pendengaran yang menurun, depresi berat, dan gangguan tidur juga bisa menyebabkan halusinasi. Dokter perlu memeriksa lebih dulu sebelum menyimpulkan.

Perlukah keluarga mengiyakan halusinasi orang tua? Tidak perlu mengiyakan, dan juga tidak perlu membantah. Tanggapi rasa takutnya, temani, lalu alihkan perhatiannya. Cara ini biasanya lebih menenangkan daripada berdebat soal nyata atau tidaknya.

Apakah lansia yang berhalusinasi harus dibawa ke IGD? Harus, bila halusinasinya muncul mendadak bersama bingung berat, demam, jatuh, sulit dibangunkan, atau ada bahaya bagi dirinya maupun orang lain. Bila sudah berlangsung lama dan ia tenang, cukup buat janji periksa secepatnya.

Apakah orang tua yang berhalusinasi pasti diberi obat antipsikotik? Tidak selalu. Dokter mencari penyebabnya dulu, karena halusinasi akibat infeksi atau efek obat sering membaik setelah masalah itu ditangani. Bila antipsikotik dipertimbangkan, psikiater akan menimbang manfaat dan risikonya dengan sangat hati-hati pada lansia.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.