Gangguan mental pada lansia antara lain depresi, kecemasan, gangguan tidur, demensia, delirium, dan psikosis seperti halusinasi atau curiga berlebihan. Pada orang tua, gejalanya jarang disampaikan terang-terangan. Yang biasanya Anda lihat adalah perubahan: tidur kacau, makan berkurang, mudah marah, pelupa, atau lebih banyak menyendiri. Perubahan baru seperti ini perlu diperiksa, bukan dianggap faktor usia.
Panduan ini membantu Anda mengenali kemungkinan penyebabnya, apa yang perlu ditanyakan ke dokter, dan seberapa cepat harus bertindak.
Kenapa gejalanya sulit dikenali pada orang tua
Banyak orang tua tidak terbiasa menceritakan perasaannya. Yang keluar biasanya keluhan badan: pusing, tidak enak badan, atau susah tidur. Sebagian enggan bercerita karena malu, takut dianggap "sakit jiwa", atau tidak mau merepotkan anak.
Gejala satu gangguan juga mudah tertukar dengan yang lain. Menarik diri terlihat seperti malas, bingung dikira pikun, dan marah-marah disangka memang wataknya. Penyakit fisik dan obat yang ia minum ikut membuat gambarannya makin campur aduk. Karena itu, pemeriksaan pada lansia perlu melihat kesehatan tubuh dan jiwanya sekaligus.
Gangguan mental yang bisa dialami orang tua
Depresi. Tampak sebagai hilang minat, menarik diri, tidur dan makan berubah, atau banyak keluhan fisik. Depresi juga bisa membuat orang tua lambat dan pelupa sehingga mirip pikun. Penjelasan lengkapnya ada di artikel depresi pada lansia.
Kecemasan. Orang tua jadi sering khawatir soal kesehatan, uang, atau keselamatan keluarga, sulit ditinggal, dan sering minta diperiksa karena berdebar atau sesak. Penyebabnya bisa perubahan hidup, penyakit, atau obat. Baca kecemasan pada lansia.
Delirium. Orang tua tiba-tiba linglung, sulit diajak fokus, dan keadaannya berubah-ubah dalam sehari. Delirium adalah tanda masalah medis seperti infeksi, kurang minum, atau efek obat, sehingga perlu diperiksa hari itu juga. Baca delirium pada lansia.
Demensia. Daya ingat dan kemampuan berpikir menurun perlahan, lalu mulai mengganggu kegiatan sehari-hari seperti mengatur uang, minum obat, atau menemukan jalan pulang. Seiring waktu, demensia juga bisa disertai perubahan perilaku seperti gelisah, curiga, atau sulit tidur.
Gangguan tidur. Sulit tidur, sering terbangun, atau tidur siang berlebihan bisa berdiri sendiri, tetapi sering juga menjadi gejala depresi, kecemasan, nyeri, atau demensia.
Halusinasi dan curiga berlebihan. Melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada, atau yakin barangnya dicuri atau dirinya diracun. Penyebabnya bisa delirium, demensia, depresi berat, gangguan penglihatan atau pendengaran, efek obat, atau gangguan psikotik.
Masalah karena obat. Banyak lansia minum beberapa jenis obat sekaligus, dan makin banyak obat, makin besar peluang obat-obat itu saling memengaruhi. Obat tidur, obat penenang, atau gabungan beberapa obat bisa memicu bingung, lemas, atau perubahan suasana hati pada orang tua.
Mendadak atau pelan-pelan? Petunjuk terpenting untuk keluarga
Perubahan yang muncul pelan-pelan, misalnya makin pendiam dari waktu ke waktu atau makin sering lupa, perlu diperiksa tetapi bisa dijadwalkan. Perubahan yang muncul tiba-tiba lain ceritanya. Kebingungan yang datang mendadak pada lansia perlu dianggap tanda masalah medis yang mendesak.
Bawa orang tua ke IGD hari itu juga, atau hubungi layanan gawat darurat 119, bila ia:
- mendadak bingung, sulit dibangunkan, atau kesadarannya menurun,
- tampak lebih bingung setelah jatuh, atau kepalanya terbentur saat jatuh,
- tidak mau atau tidak bisa minum,
- tiba-tiba berhalusinasi, apalagi disertai demam atau lemas,
- gelisah atau agresif sampai membahayakan dirinya atau orang lain.
Bila ia berkata ingin mati, merasa hanya jadi beban, atau Anda khawatir ia akan menyakiti dirinya, jangan tinggalkan ia sendirian. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Yang perlu Anda amati sebelum membawa orang tua periksa
Orang tua mungkin sulit mengingat atau menceritakan perubahan yang ia alami, sehingga pengamatan Anda sangat membantu dokter. Tulis sejak kapan perubahan muncul dan apakah datangnya pelan atau tiba-tiba. Catat juga apa yang berubah dari kebiasaannya: tidur, makan dan minum, mandi, minum obat, daya ingat, dan suasana hati.
Siapkan daftar semua obat, termasuk obat bebas, jamu, dan suplemen, serta hasil pemeriksaan dari dokter lain bila ada. Saat bercerita, sebutkan perilakunya secara spesifik ("Ibu beberapa malam ini tidak tidur dan mondar-mandir") daripada memberi label ("Ibu jadi susah diatur"). Biarkan orang tua tetap bicara untuk dirinya sendiri sejauh ia mampu, dan mintalah persetujuannya untuk hal-hal yang menyangkut dirinya.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Klinik Utama Luna di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, menyediakan konsultasi psikiatri, kunjungan follow-up, dan manajemen obat. Untuk orang tua yang mengalami perubahan suasana hati, tidur, daya ingat, atau perilaku, Anda bisa membuat janji dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang menangani psikiatri geriatri. Bila masih ragu apakah orang tua perlu ke psikiater, baca dulu panduan psikiatri geriatri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja gangguan mental yang bisa dialami lansia? Di antaranya depresi, kecemasan, gangguan tidur, demensia, delirium, dan gangguan psikotik seperti halusinasi atau waham. Gejala-gejala ini sering saling mirip dan bercampur dengan penyakit fisik, sehingga perlu diperiksa dokter.
Apakah pikun termasuk gangguan mental? Lupa ringan bisa terjadi seiring usia. Bila lupa makin berat dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, kemungkinan demensia perlu diperiksa. Depresi juga bisa membuat orang tua tampak pikun, jadi penyebabnya perlu dipastikan.
Apakah wajar orang tua jadi sedih dan pendiam di usia tua? Sedih karena kehilangan atau berduka itu wajar. Namun murung yang menetap, hilang minat, dan mengganggu kegiatan sehari-hari bukan bagian normal dari menua dan bisa ditangani.
Bolehkah anak ikut masuk saat orang tua konsultasi ke psikiater? Boleh, dan sering sangat membantu, terutama untuk menceritakan kapan perubahan dimulai dan obat apa saja yang diminum. Tetap tanyakan kepada orang tua apakah ia setuju, dan beri ia kesempatan berbicara sendiri dengan dokter.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





