Orang tua yang tidak mau makan bukan sekadar keras kepala. Penyebabnya bisa fisik, seperti gigi palsu yang longgar, sulit menelan, sembelit, atau efek obat, dan bisa juga dari suasana hati atau daya ingat, seperti depresi dan demensia. Langkah pertama biasanya memeriksakan sisi fisiknya ke dokter umum atau dokter penyakit dalam. Bila orang tua hampir tidak minum, sangat lemas, atau bingung, bawa ke IGD hari itu juga.

Jam makan bisa berubah menjadi tarik-menarik. Anda khawatir asupannya kurang, sementara orang tua merasa terus dipaksa. Mencari tahu kenapa ia menolak makan biasanya lebih berhasil daripada terus membujuk atau memarahi.

Dari mulut sampai perut: penyebab fisik yang sering terlewat

Mulailah dari hal yang paling dekat dengan makanan itu sendiri. Gigi berlubang, gusi sakit, sariawan, atau gigi palsu yang tidak pas bisa membuat setiap suapan terasa menyiksa. Mulut kering juga membuat makanan sulit dikunyah dan ditelan.

Perhatikan apakah orang tua sering batuk atau tersedak saat makan dan minum. Itu bisa menandakan gangguan menelan, yang perlu diperiksa dokter karena makanan atau minuman bisa masuk ke saluran napas. Sampai ia diperiksa, jangan memaksanya makan atau minum.

Penyebab lain yang sering terlewat adalah sembelit, mual, nyeri di bagian tubuh lain, dan indra pengecap serta penciuman yang menurun sehingga makanan terasa hambar. Obat yang baru dimulai juga bisa mengubah rasa di mulut atau menurunkan nafsu makan. Penyakit seperti infeksi atau gangguan lambung pun bisa membuat lansia malas makan. Untuk semua ini, dokter umum, dokter penyakit dalam, atau dokter gigi biasanya menjadi tempat periksa pertama.

Saat penyebabnya ada di suasana hati atau daya ingat

Depresi. Depresi tidak hanya memengaruhi perasaan, tetapi juga tidur, energi, dan nafsu makan. Orang tua yang depresi bisa kehilangan minat pada makanan kesukaannya, makan sedikit sekali, atau berkata "tidak lapar" hampir setiap hari. Kehilangan pasangan dan makan sendirian setiap hari juga bisa membuat selera makan hilang.

Cemas. Ada lansia yang takut tersedak, khawatir sakit perut, atau cemas soal penyakitnya sehingga memilih tidak makan.

Demensia. Orang dengan demensia bisa lupa belum makan, mengira sudah makan, tidak mengenali makanan di piring, atau bingung cara memakai sendok. Ia juga mudah terganggu bila ruang makan ramai.

Curiga pada makanan. Bila orang tua yakin makanannya diracun atau sengaja dirusak, ini bisa menjadi gejala psikotik yang perlu diperiksa dokter. Jangan dibantah dengan keras. Ajak ia melihat makanan disiapkan, atau makan dari piring yang sama dengan Anda.

Perubahan mendadak. Bila orang tua tiba-tiba menolak makan sambil tampak bingung atau mengantuk, pikirkan delirium, yaitu kebingungan mendadak akibat masalah fisik. Kondisi ini perlu diperiksa segera. Kenali tandanya di artikel delirium pada lansia.

Cara membuat jam makan lebih mudah

  • Sajikan porsi kecil tetapi lebih sering. Piring yang penuh bisa terasa berat untuk dihabiskan.
  • Utamakan makanan yang ia sukai dan mudah dikunyah, sesuai anjuran dokter bila ada pantangan.
  • Temani makan. Orang tua sering makan lebih lahap bila tidak sendirian.
  • Buat suasana tenang: matikan televisi, sajikan satu atau dua jenis lauk dulu bila orang tua mudah bingung.
  • Tawarkan minum secara teratur sepanjang hari, jangan menunggu ia minta.
  • Pastikan ia duduk tegak saat makan dan tidak terburu-buru.
  • Hindari memaksa, mengancam, atau menegurnya di depan keluarga. Rasa malu dan tegang membuat nafsu makan makin turun.

Bila dokter atau ahli gizi sudah menyarankan tekstur makanan tertentu, misalnya dicincang atau dihaluskan, ikuti arahan itu. Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memberi obat penambah nafsu makan atau suplemen apa pun.

Kapan tidak mau makan sudah menjadi keadaan darurat

Bawa orang tua ke IGD bila ia hampir tidak minum sama sekali, sangat lemas, sulit dibangunkan, bingung, jatuh, atau muntah terus-menerus. Tanda kekurangan cairan seperti mulut sangat kering, jarang buang air kecil, atau air seni berwarna pekat juga perlu segera ditangani.

Kadang orang tua menolak makan karena merasa hidupnya tidak berarti lagi. Bila ia berkata ingin mati, tidak mau jadi beban, atau sengaja berhenti makan agar "cepat selesai", jangan anggap itu omongan biasa. Temani ia, lalu hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Berat badan yang turun jelas dalam waktu singkat, meski tanpa tanda darurat, juga alasan untuk membuat janji periksa secepatnya.

Catatan sederhana sebelum berobat

Selama beberapa hari, tulis apa saja yang dimakan dan diminum orang tua, kira-kira berapa banyak, dan jam berapa ia paling sering menolak. Timbang berat badannya di rumah bila memungkinkan. Catat juga keluhan mulut, menelan, mual, buang air besar, obat yang baru dimulai, serta perubahan suasana hati dan daya ingat.

Bila pemeriksaan fisik tidak menemukan penyebab yang jelas, atau ada tanda depresi, cemas, atau demensia, psikiater bisa membantu. Penanganannya bisa berupa psikoterapi, pengaturan rutinitas makan bersama keluarga, atau obat golongan antidepresan bila ada depresi. Orang tua yang sudah minum obat jantung, tekanan darah, atau gula darah lebih rentan mengalami benturan antarobat, jadi pilihan obat selalu perlu dibahas dengan psikiater.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila dokter umum atau dokter penyakit dalam sudah memeriksa orang tua Anda tetapi nafsu makannya tetap buruk, apalagi bila ia tampak murung atau makin pelupa, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ. Psikiatri geriatri termasuk fokus praktiknya. Bawa catatan makan dan hasil pemeriksaan sebelumnya ke Klinik Utama Luna di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Untuk gambaran lebih luas, baca juga depresi pada lansia dan gangguan kesehatan mental pada lansia.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lansia tidak mau makan tanda depresi? Bisa, tetapi bukan satu-satunya kemungkinan. Masalah gigi, sulit menelan, sembelit, efek obat, demensia, dan penyakit fisik lain juga sering menjadi penyebab. Karena itu, sisi fisiknya perlu diperiksa dulu.

Lansia tidak mau makan sebaiknya dibawa ke dokter apa? Mulailah dari dokter umum atau dokter penyakit dalam untuk mencari penyebab fisik, dan dokter gigi bila ada masalah mulut. Psikiater membantu bila ada tanda depresi, cemas, demensia, atau penyebab fisiknya sudah disingkirkan.

Bagaimana cara membujuk orang tua agar mau makan? Sajikan porsi kecil dari makanan kesukaannya, temani ia makan, dan buat suasana tenang tanpa paksaan. Tawarkan minum secara teratur, dan catat makanan apa yang paling mudah ia terima.

Apa bahaya lansia tidak mau makan dan minum? Lansia mudah kekurangan cairan, lalu menjadi lemas, bingung, dan mudah jatuh. Bila ia hampir tidak minum, sulit dibangunkan, atau bingung, bawa ke IGD hari itu juga.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.