Gangguan panik, atau panic disorder, adalah diagnosis untuk serangan panik yang datang berulang tanpa diduga, lalu diikuti rasa takut yang menetap akan serangan berikutnya atau perubahan kebiasaan yang jelas, misalnya mulai menghindari tempat tertentu. Jadi, mengalami satu atau dua serangan panik belum tentu berarti gangguan panik. Kondisi ini bisa ditangani, terutama dengan CBT (terapi kognitif-perilaku) dan, bila perlu, obat.

Serangan panik dan gangguan panik tidak sama

Serangan panik adalah gelombang takut yang datang mendadak dan sangat kuat. Jantung berdebar kencang, napas terasa pendek, dada tidak nyaman, tubuh gemetar dan berkeringat, kepala pusing, perut mual, tangan kesemutan, atau muncul rasa tidak nyata. Banyak orang merasa akan mati, pingsan, atau kehilangan akal. Serangan ini umumnya memuncak dalam hitungan menit lalu mereda.

Serangan panik bisa dialami siapa saja, misalnya saat stres berat, dan tidak selalu berlanjut menjadi gangguan. Dokter baru menyebutnya gangguan panik bila serangan terus berulang, sebagian datang tanpa pemicu, dan rasa takut akan serangan berikutnya mulai mengubah keseharian Anda.

Baca juga: serangan panik berulang · serangan panik setiap hari · serangan panik tanpa pemicu yang jelas · panik di tempat ramai.

Lingkaran takut akan rasa takut

Pada gangguan panik, yang paling melelahkan sering kali justru menunggu serangan berikutnya. Tubuh jadi terus diawasi, sehingga sensasi biasa pun mudah dianggap tanda bahaya dan malah memancing serangan baru.

Lama-lama orang mulai menghindari tempat, kegiatan, bahkan kopi atau olahraga yang membuat jantung berdebar. Menghindar memang menenangkan sesaat, tetapi membuat rasa takut bertahan. Bila tempat yang dihindari makin banyak, gangguan panik bisa disertai agorafobia, yaitu takut berada di tempat yang sulit untuk keluar atau jauh dari pertolongan.

Bagaimana gangguan panik didiagnosis

Karena gejalanya sangat terasa di tubuh, pemeriksaan sering dimulai dari sisi fisik. Dokter perlu memastikan keluhan tidak berasal dari kondisi lain yang gejalanya mirip, misalnya gangguan irama jantung, gangguan tiroid, asma, gula darah rendah, kafein berlebihan, atau efek obat dan zat tertentu, termasuk saat putus zat.

Hasil pemeriksaan yang normal belum tentu berarti gangguan panik, tetapi membantu dokter menyingkirkan penyebab lain. Psikiater lalu menilai pola serangan, apa yang Anda pikirkan saat itu, situasi yang mulai dihindari, pemakaian alkohol atau zat lain, dan apakah ada depresi atau gangguan cemas lain yang menyertai. Tidak ada tes darah atau rekam jantung yang bisa memastikan gangguan panik; diagnosisnya ditegakkan dari wawancara dan pemeriksaan ini.

Pengobatan gangguan panik

Ada dua jalur utama: psikoterapi, terutama CBT (terapi kognitif-perilaku), dan obat. Keduanya bisa dipakai sendiri-sendiri atau digabung, tergantung seberapa berat serangannya, ada tidaknya depresi, dan pilihan Anda sendiri.

Di antara psikoterapi untuk gangguan kecemasan, CBT termasuk yang paling banyak didukung bukti. Pada gangguan panik, Anda belajar memahami apa yang terjadi di tubuh saat panik, lalu memeriksa tafsiran yang menakutkan seperti "saya akan pingsan" dan membandingkannya dengan apa yang benar-benar terjadi. Setelah dokter memastikan kondisi fisik Anda aman, terapis bisa mengajak Anda memunculkan sensasi yang ditakuti secara terkendali di sesi terapi, supaya tubuh belajar bahwa debar dan sesak itu bisa dilewati. Pelan-pelan, Anda juga kembali ke tempat yang dihindari dan melepas kebiasaan berjaga-jaga, dengan langkah yang disepakati bersama terapis.

Obat yang sering dipertimbangkan adalah antidepresan golongan SSRI atau SNRI, yang umumnya butuh beberapa minggu sebelum manfaatnya terasa. Benzodiazepin kadang dipakai sebentar karena kerjanya cepat, tetapi bisa menimbulkan ketergantungan, sehingga pemakaiannya dibatasi dan diawasi ketat. Tidak semua orang perlu obat; keputusannya dibuat bersama psikiater sesuai kondisi Anda.

Dengan penanganan yang sesuai, banyak orang dengan gangguan panik bisa kembali bepergian, bekerja, dan beraktivitas seperti biasa. Bila sesekali serangan muncul lagi, itu tidak berarti pengobatannya gagal; bahas saja saat kontrol.

Saat serangan sedang terjadi

Serangan panik membuat Anda ingin segera kabur atau melawan rasa takutnya. Yang lebih menolong justru berhenti sejenak di tempat yang aman, memperlambat napas, dan membiarkan sensasinya memuncak lalu turun sendiri. Mengingatkan diri "ini panik, dan akan lewat" sering lebih berguna daripada berusaha menghentikan debar jantung.

Bila Anda mendampingi orang yang sedang panik, temani dengan tenang dan bicara singkat saja. Hindari kalimat seperti "tenang dong" atau "itu cuma perasaanmu", karena sensasinya benar-benar terasa di tubuhnya.

Kapan keluhan seperti panik harus ke IGD

Gejala panik bisa sangat mirip keluhan jantung, dan orang dengan gangguan panik tetap bisa sakit jantung. Nyeri dada yang baru atau berat, sesak napas berat, pingsan, kelemahan atau mati rasa di satu sisi tubuh, atau keluhan yang terasa berbeda dari serangan biasanya perlu diperiksa di IGD lebih dulu. Bila rasa takut dan putus asa sampai memunculkan pikiran untuk menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Gangguan panik termasuk kondisi yang bisa Anda bahas dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang salah satu fokusnya kecemasan, di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Bawa hasil pemeriksaan jantung atau laboratorium yang pernah Anda jalani dan ceritakan seperti apa serangan biasanya datang. Bersama dokter, Anda bisa membahas apakah polanya mengarah ke gangguan panik dan langkah penanganan yang cocok.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu panic disorder? Panic disorder atau gangguan panik adalah kondisi ketika serangan panik datang berulang tanpa diduga dan diikuti rasa takut yang menetap akan serangan berikutnya. Rasa takut itu sering membuat orang mulai menghindari tempat atau kegiatan tertentu.

Apa bedanya serangan panik dan gangguan panik? Serangan panik adalah satu episode takut yang mendadak dan kuat, dan bisa dialami siapa saja. Gangguan panik adalah diagnosis untuk serangan yang berulang, disertai kekhawatiran terus-menerus atau perubahan kebiasaan karena takut serangan datang lagi.

Apakah panic disorder berbahaya? Serangan paniknya sendiri pada dasarnya tidak membahayakan nyawa, meski rasanya sangat menakutkan. Dampak yang lebih sering adalah hidup yang makin sempit karena banyak hal dihindari. Keluhan fisik yang baru atau berat tetap harus diperiksa dokter.

Apakah gangguan panik bisa sembuh? Gangguan panik bisa ditangani. Dengan CBT, obat bila perlu, atau keduanya, banyak orang bisa kembali bepergian dan bekerja seperti sebelum serangan-serangan itu datang.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.