Bila nyeri dada datang tiba-tiba dan tidak hilang, terasa berat seperti ditekan atau diremas, menjalar ke lengan, rahang, leher, atau punggung, atau disertai sesak, keringat dingin, mual, dan rasa mau pingsan, segera ke IGD terdekat atau telepon 119 untuk memanggil ambulans. Jangan menunggu untuk memastikan apakah itu "cuma panik". Bila Anda diantar ke rumah sakit, minta orang lain yang menyetir; jangan menyetir sendiri.

Serangan panik memang bisa terasa sangat mirip masalah jantung: dada nyeri, jantung berdebar kencang, napas pendek, sampai takut mati. Orang yang mengalaminya pun sering tidak bisa membedakan keduanya. Karena itu, nyeri dada yang baru atau berat selalu diperiksa dokter lebih dulu.

Kenapa panik bisa terasa seperti serangan jantung

Saat panik, sistem alarm tubuh menyala penuh. Jantung berdetak lebih cepat, napas memburu, dan otot dada serta bahu menegang. Semua itu bisa menimbulkan rasa nyeri, sesak, atau berat di dada, kadang ditambah kesemutan di tangan dan kepala terasa ringan.

Serangan panik umumnya memuncak dalam hitungan menit lalu mereda. Rasanya sangat menakutkan, tetapi serangan panik itu sendiri tidak langsung mengancam nyawa. Masalahnya, Anda tidak bisa memastikan sendiri bahwa yang sedang terjadi memang panik, apalagi kalau ini pertama kalinya.

Ciri yang sering disebut, dan kenapa tidak cukup untuk memastikan

Panik sering datang bersama rasa takut yang luar biasa, gemetar, kesemutan, atau perasaan seperti tidak nyata, lalu berkurang setelah beberapa saat. Nyeri dada karena masalah jantung lebih sering digambarkan sebagai rasa berat, ditekan, atau diremas, bisa muncul saat beraktivitas, dan bisa menetap.

Sayangnya, ciri-ciri ini sering tumpang tindih. Gejala jantung tidak selalu khas, terutama pada perempuan, orang lanjut usia, dan orang dengan diabetes. Rasa stres sebelum nyeri muncul, atau keluhan yang membaik setelah Anda menenangkan diri, juga tidak membuktikan jantung Anda baik-baik saja. Orang dengan gangguan kecemasan tetap bisa terkena penyakit jantung.

Kemungkinan masalah jantung perlu dipikirkan lebih serius bila Anda merokok, punya tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi, sudah berusia lebih tua, atau ada keluarga dekat dengan penyakit jantung. Meski begitu, tidak punya faktor risiko tetap bukan alasan untuk mengabaikan nyeri dada yang baru.

Tanda yang berarti Anda harus langsung ke IGD

Segera ke IGD atau telepon 119 (layanan gawat darurat dan ambulans) bila:

  • nyeri dada muncul untuk pertama kali, atau terasa berbeda dan lebih berat dari yang pernah Anda alami;
  • nyeri menetap, terasa menekan, atau menjalar ke lengan, rahang, leher, atau punggung;
  • muncul sesak berat, bibir kebiruan, keringat dingin, mual, atau muntah;
  • Anda pingsan, hampir pingsan, atau tampak bingung;
  • satu sisi tubuh tiba-tiba lemah atau kesemutan, wajah mencong, atau bicara jadi pelo;
  • nyeri muncul saat aktivitas fisik dan tidak hilang dengan istirahat.

Tidak ada yang salah dengan datang ke IGD lalu ternyata hanya panik. Jauh lebih berisiko menunda pemeriksaan ketika yang terjadi ternyata serangan jantung. Bila nyeri datang dan pergi atau cepat reda tetapi belum pernah diperiksa, tetap periksakan ke dokter secepatnya, jangan menunggu sampai muncul lagi.

Perhatikan juga bedanya dua nomor ini. 119 tanpa ekstensi adalah nomor gawat darurat medis untuk ambulans. 119 ekstensi 8 adalah Healing119, layanan kesehatan jiwa dari Kementerian Kesehatan, misalnya saat Anda sangat tertekan atau muncul pikiran menyakiti diri. Untuk nyeri dada, yang dihubungi adalah 119 atau IGD.

Apa yang diperiksa dokter

Dokter akan menanyakan kapan keluhan mulai, seperti apa rasa nyerinya, gejala lain yang menyertai, riwayat kesehatan, obat yang sedang diminum, dan faktor risiko. Biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, rekam jantung (EKG), tes darah, atau pemeriksaan lain sesuai temuan.

Sebelum pulang, tanyakan apa saja yang sudah diperiksa, apakah perlu pemeriksaan lanjutan, dan gejala apa yang mengharuskan Anda segera kembali. Satu hasil normal belum tentu menyingkirkan semua kemungkinan, jadi jangan menafsirkannya sendiri.

Hasil jantung normal, tapi serangan terus datang

Sebagian orang bolak-balik ke IGD dengan keluhan serupa dan selalu pulang dengan hasil baik. Bila ini terjadi pada Anda, dokter bisa mempertimbangkan apakah polanya cocok dengan serangan panik atau gangguan panik. Keluhan karena panik tetap nyata, tidak dibuat-buat, dan bisa ditangani.

Psikiater akan menanyakan pola serangan, rasa takut akan serangan berikutnya, tempat atau kegiatan yang mulai Anda hindari, tidur, serta pemakaian kafein, alkohol, atau zat lain. Bawa hasil pemeriksaan jantung dan daftar obat yang pernah diberikan. Bila gangguan panik ditegakkan, penanganannya bisa berupa CBT (terapi kognitif-perilaku), obat, atau keduanya. Penjelasan lengkap kondisinya ada di artikel gangguan panik (panic disorder).

Membuat rencana untuk keluhan berikutnya

Diagnosis gangguan panik tidak membuat setiap nyeri dada sesudahnya boleh dianggap panik. Minta dokter membantu menyusun rencana yang jelas: keluhan mana yang sudah dikenali sebagai pola panik dan bisa Anda hadapi dengan latihan yang diajarkan, dan perubahan apa yang berarti Anda harus kembali ke IGD.

Pegang satu aturan sederhana: nyeri yang baru, berbeda, lebih berat, atau datang bersama tanda bahaya di atas selalu diperiksa dulu. Bila keluhan Anda lebih sering berupa debar jantung saat cemas, baca juga cemas dan jantung berdebar. Bila serangan sering datang tanpa pemicu yang jelas, artikel serangan panik tanpa sebab menjelaskan kenapa itu bisa terjadi.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila jantung sudah diperiksa dan serangan panik masih berulang, Anda bisa membahasnya dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, psikiater yang berfokus pada kecemasan, di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Konsultasi di klinik ditujukan untuk keluhan yang tidak darurat; nyeri dada yang sedang berlangsung tetap harus dibawa ke IGD.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara membedakan serangan panik dan serangan jantung? Tidak ada cara yang aman untuk membedakannya sendiri di rumah. Rasa takut yang hebat atau keluhan yang cepat reda memang lebih sering terjadi pada panik, tetapi ciri itu tidak bisa dipakai untuk menyingkirkan masalah jantung. Nyeri dada yang baru atau berat perlu diperiksa di IGD.

Apakah serangan panik bisa bikin nyeri dada? Bisa. Otot dada yang tegang dan napas yang memburu saat panik bisa menimbulkan nyeri atau rasa berat di dada. Karena rasanya mirip keluhan jantung, nyeri seperti ini tetap perlu diperiksa dokter, terutama saat pertama kali muncul.

Berapa lama serangan panik berlangsung? Serangan panik umumnya memuncak dalam hitungan menit lalu mereda. Nyeri dada yang menetap, makin berat, atau tidak membaik dengan istirahat adalah alasan untuk segera ke IGD.

Saya sudah sering diperiksa dan hasilnya normal. Perlu ke IGD lagi? Ya, bila keluhannya baru, berbeda, lebih berat, atau disertai tanda bahaya. Bila polanya sama dan dokter sudah mengenalinya sebagai panik, mintalah rencana tertulis tentang kapan harus kembali, lalu bahas penanganan paniknya dengan psikiater.


Artikel ini merupakan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Klinik dan artikel daring bukan pengganti IGD untuk keadaan darurat.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.