Kalau Anda sudah lama hidup dengan ADHD, sulit fokus dan lupa janji mungkin sudah terasa biasa. Yang patut diperhatikan adalah perubahan baru: semangat hilang, hal yang dulu disukai terasa hambar, atau muncul rasa tidak berharga. Perubahan seperti itu bisa jadi tanda depresi yang ikut muncul. Depresi perlu ditangani tersendiri, jangan dianggap sekadar ADHD yang sedang parah.

ADHD, yang dalam istilah Indonesia disebut GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas), sudah ada sejak masa kanak-kanak, walau banyak orang baru menyadarinya saat dewasa. Depresi muncul sebagai perubahan dari keadaan Anda yang biasa. Bila urutannya terbalik, yaitu depresi yang lebih dulu diobati lalu ADHD baru dicurigai belakangan, baca artikel depresi yang tak kunjung membaik dan kemungkinan ADHD.

Yang sudah ada sejak dulu dan yang baru berubah

Pada orang dewasa, ADHD lebih sering terlihat sebagai sulit memulai dan menyelesaikan tugas, sering salah memperkirakan waktu, pelupa dalam urusan sehari-hari, dan bertindak tanpa pikir panjang. Pola ini biasanya sudah terlihat sejak sekolah dan muncul di lebih dari satu tempat, misalnya di rumah, sekolah, dan kantor.

Depresi membawa perubahan pada perasaan dan tubuh. Suasana hati murung atau hampa, minat berkurang, tenaga turun, tidur dan nafsu makan berubah, sulit konsentrasi, serta merasa bersalah atau tidak berharga. Dokter menilai depresi bila keluhan seperti ini muncul hampir setiap hari selama sekitar dua minggu atau lebih dan mengganggu keseharian.

Patokan ini tidak mutlak. Depresi juga bisa berlangsung lama atau datang berulang, sehingga dokter tetap melihat seluruh riwayat Anda. Bila ADHD Anda sendiri belum pernah diperiksa, gambaran pemeriksaannya ada di artikel ADHD pada orang dewasa.

Saat bercerita kepada dokter, coba pisahkan yang lama dan yang baru dalam satu kalimat. Misalnya: "Saya sudah sering lupa janji sejak sekolah, tetapi belakangan saya juga tidak berminat bertemu teman." Kalimat seperti ini jauh lebih membantu daripada sekadar bilang "malas".

Kenapa depresi bisa muncul pada orang dengan ADHD

Hidup bertahun-tahun dengan ADHD yang belum tertangani sering berarti tugas menumpuk, janji terlewat, teguran di kantor, atau pertengkaran dengan orang terdekat. Banyak orang dengan ADHD juga tumbuh dengan cap "malas" atau "ceroboh" sejak kecil. Kritik yang terus berulang bisa mengikis cara seseorang menilai dirinya.

Tekanan seperti ini bisa ikut berperan saat depresi muncul. Meski begitu, depresi tidak selalu bersumber dari masalah tugas atau rasa gagal. Faktor lain, seperti riwayat keluarga, peristiwa berat, atau kondisi kesehatan, juga bisa berperan. Karena itu, depresi tetap perlu dinilai dan ditangani sebagai kondisi tersendiri.

Sulit memulai: rasanya berbeda pada ADHD dan depresi

Pada ADHD, Anda biasanya masih ingin mengerjakan sesuatu, tetapi bingung menentukan urutan, mudah teralih, atau kehilangan perhatian di tengah jalan. Hal yang Anda sukai umumnya masih terasa menarik.

Pada depresi, keinginannya sendiri yang memudar. Hal yang dulu Anda tunggu-tunggu, seperti bertemu sahabat atau menonton tim kesayangan, ikut terasa hambar atau butuh tenaga yang sangat besar. Kalau ini yang Anda rasakan, sebaiknya periksakan diri.

Keduanya bisa bercampur. Masih bisa menikmati sesuatu tidak berarti pasti bukan depresi, sama seperti sulit mulai bekerja tidak berarti pasti ADHD.

Saat suasana hati turun sampai muncul pikiran tentang kematian

Pikiran bahwa hidup tidak ada gunanya, ingin menghilang, atau ingin menyakiti diri adalah gejala depresi yang bisa ditangani. Itu bukan tanda Anda lemah. Sampaikan dengan terus terang kepada orang yang Anda percaya dan kepada dokter. Bila Anda merasa tidak aman, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat, sebaiknya ditemani.

Ceritakan juga kepada dokter bila Anda pernah melewati masa ketika merasa sangat bersemangat, cukup tidur sebentar tetapi tetap segar, dan orang lain melihat Anda jauh berbeda dari biasanya. Riwayat seperti ini penting agar kemungkinan gangguan bipolar tidak terlewat, karena penanganannya berbeda. Bedanya dibahas di artikel bipolar dan ADHD.

Menjalani pengobatan depresi saat Anda punya ADHD

Depresi pada orang dengan ADHD ditangani dengan cara yang lazim untuk depresi: psikoterapi seperti CBT (terapi kognitif-perilaku), obat antidepresan, atau keduanya. Untuk depresi sedang sampai berat, kombinasi psikoterapi dan obat lazim dipertimbangkan. Psikiater akan menimbang mana yang perlu didahulukan, depresinya atau ADHD-nya, dari seberapa berat depresi Anda dan seberapa aman keadaan Anda.

Tantangannya sering justru ada di hal-hal praktis yang khas ADHD: lupa minum obat, lupa jadwal kontrol, atau berhenti terapi di tengah jalan karena kewalahan. Pasang alarm minum obat, taruh obat di tempat yang selalu terlihat, dan buat janji kontrol berikutnya sebelum pulang. Bila ada obat yang terlewat, tanyakan kepada dokter atau apoteker apa yang perlu dilakukan. Obat ADHD sendiri hanya bisa didapat dengan resep, dan sebagian jenisnya termasuk obat yang peredarannya diawasi ketat. Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti obat apa pun sendiri.

Sulit fokus bisa berkurang setelah depresi tertangani. Namun bila ADHD memang ada, sebagian kesulitan biasanya tetap perlu penanganan tersendiri. Sambil menunggu jadwal periksa, jaga dulu hal-hal dasar seperti makan dan tidur, lalu minta orang terdekat membantu urusan yang paling mendesak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang salah satu fokusnya ADHD dewasa, baik ADHD Anda sudah terdiagnosis maupun baru sebatas dugaan. Ceritakan sejak kapan masalah fokus ada dan apa yang baru berubah belakangan. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat Janji Temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ADHD bisa menyebabkan depresi? ADHD tidak otomatis berujung depresi. Namun tekanan dari kesulitan ADHD yang lama tidak tertangani, seperti tugas menumpuk dan kritik berulang, bisa ikut berperan pada sebagian orang. Depresi tetap perlu diperiksa sebagai kondisi tersendiri.

Bagaimana membedakan gejala ADHD dan depresi? Lihat kapan keluhan dimulai. Kesulitan ADHD sudah ada sejak kecil dan cenderung menetap, sedangkan depresi tampak sebagai perubahan dari keadaan biasa, misalnya minat hilang dan suasana hati murung hampir setiap hari. Karena keduanya bisa terjadi bersamaan, pemeriksaan psikiater tetap perlu untuk memastikannya.

Apakah sulit fokus akan hilang setelah depresi membaik? Bisa berkurang, karena depresi sendiri mengganggu konsentrasi. Namun bila ADHD memang ada, sebagian kesulitan fokus biasanya masih tersisa dan perlu ditangani tersendiri.

Apakah depresi pada orang dengan ADHD bisa membaik? Bisa. Depresi adalah kondisi yang bisa ditangani, termasuk pada orang dengan ADHD. Yang penting, rencana perawatan memperhitungkan kedua kondisi dan Anda menyampaikan setiap perubahan saat kontrol.


Artikel ini memberikan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.