ADHD pada perempuan dewasa sering tidak disadari karena gejalanya lebih banyak terjadi di dalam kepala: sulit fokus, pikiran melompat-lompat, dan urusan terasa berantakan. Dari luar, semuanya tampak beres karena banyak perempuan menutupinya dengan kerja ekstra keras. Yang tersisa hanya rasa lelah, cemas, dan perasaan selalu tertinggal.

ADHD, atau GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas), adalah kondisi yang gejalanya sudah ada sejak kecil. Meski begitu, gampang lupa atau kewalahan tidak selalu berarti ADHD. Kecemasan, depresi, dan kurang tidur juga bisa menimbulkan keluhan serupa.

Kenapa ADHD pada anak perempuan sering luput dikenali

Gambaran ADHD yang paling dikenal adalah anak laki-laki yang tidak bisa duduk diam. Anak perempuan dengan ADHD lebih sering terlihat pendiam, suka melamun, atau dianggap "cuma ceroboh". Karena tidak mengganggu kelas, kesulitannya jarang dicurigai.

Akibatnya, pada perempuan gejala ADHD lebih sering tidak dikenali sejak kecil. Sebagian baru mencari bantuan saat dewasa, ketika pekerjaan, kuliah, atau urusan keluarga makin banyak dan cara lama tidak lagi cukup.

Pengalaman setiap perempuan berbeda. Ada yang lebih terganggu oleh sulit fokus, ada yang lebih gelisah dan impulsif, ada pula yang mengalami keduanya.

Seperti apa ADHD pada perempuan dewasa sehari-hari

Keluhannya sering berupa hal yang dianggap remeh: barang sering hilang, janji terlewat, sulit memutuskan mana yang dikerjakan dulu, atau terus menunda padahal sudah berniat. Banyak juga yang salah memperkirakan waktu, sehingga selalu terburu-buru atau terlambat.

Misalnya, menulis satu email bisa makan waktu lama karena perhatian terus pindah ke chat lain. Janji tetap terlupa walau sudah dicatat di beberapa aplikasi. Di rumah, mengatur keperluan keluarga, belanja, dan jadwal anak terasa jauh lebih menguras tenaga daripada yang terlihat pada orang lain.

Sesekali lupa atau menunda itu wajar. Yang perlu diperhatikan adalah pola yang sudah lama, terjadi di banyak situasi, dan membuat hidup terasa jauh lebih berat.

Masking: tampak baik-baik saja padahal menguras tenaga

Masking adalah usaha menutupi kesulitan supaya tidak terlihat orang lain. Perempuan dengan ADHD mungkin menahan gelisah saat rapat, memeriksa jadwal berulang kali, atau bekerja sampai larut agar tidak ada yang tahu ia tertinggal.

Ada juga yang menjadi sangat perfeksionis, ingin semuanya sempurna, sebagai cara mengimbangi rasa takut lupa atau salah. Cara-cara ini memang membantu, tetapi lama-lama bisa sangat melelahkan.

Tidak semua perempuan dengan ADHD melakukan masking, dan masking sendiri tidak membuktikan ADHD. Namun bila Anda merasa harus berusaha jauh lebih keras daripada orang lain untuk hasil yang sama, hal itu layak diceritakan kepada psikiater.

Saat ADHD dikira cemas atau depresi

Sebagian perempuan lebih dulu datang ke dokter karena cemas, sulit tidur, atau sedih berkepanjangan. Keluhan itu nyata dan perlu ditangani. Kadang ada ADHD di baliknya yang belum dikenali, terutama bila kesulitan fokus dan mengatur hidup sudah ada sejak sekolah.

Sebaliknya, cemas dan depresi juga bisa membuat sulit fokus tanpa ada ADHD. Karena itu, psikiater perlu melihat riwayat Anda secara lengkap. Kaitan keduanya dibahas di artikel ADHD dan kecemasan serta ADHD dan depresi.

Siklus haid, kehamilan, dan menopause

Sebagian perempuan merasa lebih sulit fokus atau emosinya lebih naik-turun pada waktu tertentu dalam siklus haid, saat hamil, setelah melahirkan, atau menjelang menopause. Perubahan hormon diduga ikut berperan, tetapi kaitannya dengan ADHD masih terus diteliti.

Bila Anda melihat pola seperti ini, catat kapan keluhan terasa lebih berat. Bila Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, beri tahu psikiater, karena keadaan ini ikut menentukan pilihan penanganan yang aman bagi Anda.

Bagaimana ADHD pada perempuan dewasa diperiksa

Psikiater akan menanyakan keluhan sekarang dan riwayat sejak kecil: masa sekolah, pekerjaan, hubungan, tidur, suasana hati, serta obat yang sedang dipakai. Bila Anda setuju, cerita dari orang tua atau pasangan bisa melengkapi. Kuesioner bisa membantu, tetapi hasilnya tidak menjadi diagnosis.

Nilai sekolah yang bagus atau karier yang lancar tidak menutup kemungkinan ADHD. Ceritakan juga berapa banyak waktu dan tenaga yang Anda habiskan untuk mempertahankannya. Anda tidak perlu catatan sempurna; beberapa contoh yang paling mengganggu sudah cukup sebagai awal. Langkah pemeriksaannya dijelaskan lebih lengkap di artikel ADHD pada orang dewasa.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila Anda curiga rasa lelah dan selalu tertinggal selama ini berkaitan dengan ADHD, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang menangani ADHD dewasa dan kecemasan. Pemeriksaan membantu memilah mana yang ADHD, mana yang cemas atau depresi, dan mana yang perlu ditangani lebih dulu. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat Janji Temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa tanda ADHD pada perempuan dewasa? Tanda yang sering muncul adalah sulit fokus, gampang lupa, sering menunda, sulit mengatur waktu dan urusan rumah, serta merasa harus bekerja jauh lebih keras daripada orang lain. Karena banyak yang tidak tampak hiperaktif, keluhannya jarang dicurigai.

Apakah perempuan dengan ADHD selalu hiperaktif? Tidak. Pada sebagian perempuan, sulit memusatkan perhatian dan mengatur tugas lebih menonjol daripada gelisah atau banyak bergerak.

Nilai saya bagus waktu sekolah. Mungkinkah saya tetap punya ADHD? Mungkin saja. Prestasi yang baik tidak menutup kemungkinan ADHD, terutama bila Anda harus berusaha jauh lebih keras untuk mencapainya. Psikiater menilai gejala dan dampaknya di berbagai bagian hidup Anda, tidak hanya dari rapor.

Apakah sudah terlambat memeriksakan ADHD di usia dewasa? Tidak. Mengetahui penyebab kesulitan Anda tetap bermanfaat di usia berapa pun, karena membantu memilih penanganan dan dukungan yang cocok.


Artikel ini memberikan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.