Bila Anda sudah berobat untuk depresi tetapi tetap sulit fokus, terus menunda, dan hidup terasa berantakan, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Salah satunya adalah ADHD yang belum dikenali, terutama bila kesulitan itu sudah ada jauh sebelum depresi muncul. Psikiater bisa menilainya dari riwayat Anda sejak kecil.

ADHD (dalam bahasa Indonesia disebut GPPH, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) adalah kondisi perkembangan otak yang gejalanya dimulai sejak masa kanak-kanak. Artikel ini membahas situasi ketika depresi lebih dulu dikenali dan diobati, lalu ADHD baru dicurigai belakangan. Bila Anda sudah lebih dulu tahu punya ADHD dan kini suasana hati ikut menurun, baca artikel ADHD dan depresi: saat semangat ikut hilang.

Kenapa ADHD bisa tersembunyi di balik depresi

Orang dewasa biasanya datang ke dokter dengan keluhan yang paling menyakitkan saat itu: sedih, kehilangan minat, sulit tidur, atau lelah terus-menerus. Sulit fokus dan berantakan yang sudah lama ada sering dianggap bagian dari depresi, atau dianggap sifat bawaan, seperti "memang dari dulu pelupa".

Padahal, kesulitan ADHD yang tidak dikenali bisa ikut membuat seseorang terpuruk. Tenggat yang terus terlewat, teguran di kantor, dan pikiran "kenapa saya tidak bisa seperti orang lain" lama-lama bisa menggerus rasa percaya diri. Selama kesulitan ini tidak ditangani, suasana hati bisa sulit pulih sepenuhnya atau mudah turun lagi.

Tanda depresi Anda mungkin disertai ADHD

Ceritakan kepada psikiater bila Anda mengenali beberapa hal berikut:

  • Suasana hati sudah lebih baik, tetapi sulit fokus, gampang lupa, dan kebiasaan menunda tetap sama seperti dulu.
  • Anda ingat kesulitan itu sudah ada sejak sekolah, misalnya sering ditegur karena ceroboh, lupa mengerjakan PR, atau tidak bisa duduk diam.
  • Masalahnya muncul di banyak tempat: kantor, rumah, keuangan, dan hubungan.
  • Rasa sedih atau tidak berharga sering datang setelah berulang kali gagal memenuhi tanggung jawab.
  • Ada anggota keluarga dekat yang punya kesulitan serupa.

Petunjuk ini belum memastikan ADHD. Depresi sendiri juga mengganggu konsentrasi, karena depresi memengaruhi tidur, energi, dan cara berpikir, tidak hanya perasaan. Bedanya, sulit fokus akibat depresi biasanya muncul bersama turunnya suasana hati dan sering ikut membaik saat depresi pulih.

Penyebab lain depresi yang sulit pulih

ADHD hanya satu dari banyak kemungkinan. Depresi juga bisa lambat membaik karena obat belum diminum teratur, efek obat belum sempat terasa, tidur terus terganggu, penggunaan alkohol atau zat lain, masalah kesehatan fisik, atau tekanan hidup yang masih berat. Obat antidepresan, misalnya, umumnya butuh beberapa minggu sebelum efeknya terasa.

Ceritakan juga bila Anda pernah mengalami masa ketika energi meluap, tidur sangat sedikit tanpa merasa lelah, atau perilaku jauh berbeda dari biasanya. Pengalaman seperti itu bisa menjadi tanda bipolar, yang pengobatannya berbeda dari depresi biasa. Langkah berikutnya bila depresi belum membaik dibahas di artikel depresi belum membaik setelah berobat.

Cara psikiater menilai ADHD saat Anda sedang depresi

Psikiater akan menanyakan riwayat sejak kecil, karena ADHD dewasa baru bisa didiagnosis bila polanya sudah ada sejak masa kanak-kanak dan muncul di lebih dari satu bagian hidup. Rapor lama atau cerita orang tua dan saudara tentang Anda waktu kecil juga bisa membantu, bila Anda bersedia melibatkan mereka. Cara diagnosis ADHD dewasa ditegakkan bisa Anda baca di artikel ADHD pada orang dewasa.

Menilai ADHD saat depresi masih berat memang lebih sulit, karena keduanya sama-sama mengganggu konsentrasi. Karena itu, psikiater mungkin perlu menilai ulang kesulitan fokus Anda setelah suasana hati lebih stabil.

Bawa daftar obat yang sedang dan pernah Anda pakai, beserta perubahan yang Anda rasakan. Jangan menghentikan atau mengganti obat depresi sendiri sambil menunggu pemeriksaan; konsultasikan dengan psikiater. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Bila ternyata ada depresi dan ADHD sekaligus

Rencana pengobatan perlu mencakup keduanya. Mana yang ditangani lebih dulu bergantung pada beratnya gejala dan keselamatan Anda, jadi tidak ada urutan yang berlaku untuk semua orang.

Pilihannya bisa berupa psikoterapi seperti CBT (terapi kognitif-perilaku), bantuan menyusun rutinitas, dan obat bila sesuai. Peredaran obat untuk ADHD diatur ketat di Indonesia, jadi obat ini hanya bisa didapat dengan resep dan pemakaiannya dipantau psikiater.

Sebagian orang merasa lega saat akhirnya tahu kenapa hidup terasa lebih berat selama ini. Pemahaman itu bisa mengurangi rasa bersalah dan membantu Anda memilih cara yang lebih cocok, misalnya target harian yang kecil dan jelas sebagai ganti daftar tugas yang panjang.

Bila muncul pikiran untuk mengakhiri hidup

Depresi yang berlarut-larut bisa membuat seseorang merasa putus asa. Bila muncul pikiran tentang kematian atau menyakiti diri, ceritakan kepada psikiater dan orang yang Anda percaya. Pikiran seperti ini adalah gejala dari kondisi yang bisa ditangani.

Bila Anda merasa tidak bisa menjaga keselamatan diri, jangan hadapi sendirian. Minta orang tepercaya menemani dan segera ke IGD terdekat, atau hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis).

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila sulit fokus tetap mengganggu walau depresi sudah diobati, Anda bisa membicarakannya dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang juga menangani ADHD dewasa. Kalau Anda sudah berobat di tempat lain, bawa daftar obat dan catatan pemeriksaan sebelumnya.

Buat Janji Temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah depresi yang tidak sembuh-sembuh bisa karena ADHD? Bisa jadi, tetapi itu hanya salah satu kemungkinan. ADHD lebih patut dicurigai bila sulit fokus dan hidup yang berantakan sudah ada sejak kecil dan tetap ada walau suasana hati membaik.

Apakah depresi bisa membuat sulit fokus seperti ADHD? Bisa. Depresi sering mengganggu konsentrasi dan kemampuan menyelesaikan tugas. Bedanya, keluhan ini biasanya muncul bersama turunnya suasana hati, sedangkan kesulitan pada ADHD sudah ada sejak kecil.

Apakah ADHD bisa baru muncul saat dewasa? Gejala ADHD dimulai sejak kecil, walau banyak orang baru menyadarinya setelah dewasa. Bila sulit fokus benar-benar baru muncul saat dewasa, psikiater akan mencari penyebab lain, termasuk depresi.

Perlukah saya berhenti minum obat depresi sebelum diperiksa ADHD? Tidak. Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri. Ceritakan semua obat yang Anda pakai, dan psikiater yang akan menimbang apakah perlu ada penyesuaian.


Artikel ini memberikan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.