Ringkasan: Bila depresi belum juga membaik setelah berobat, ada beberapa langkah konkret yang bisa dibahas dengan psikiater: menyesuaikan obat yang sekarang, beralih ke antidepresan lain, menambahkan obat kedua, memperkuat psikoterapi, hingga terapi stimulasi otak seperti ECT atau TMS. Pilihannya ditentukan bersama dokter, setelah dicek dulu kenapa pengobatan sebelumnya belum berhasil. Bila rasa putus asa sampai memunculkan pikiran menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Rasa kecewa karena sudah minum obat berminggu-minggu tetapi tetap merasa berat itu wajar. Kecewa ini juga informasi penting bagi psikiater. Katakan terus terang saat kontrol, termasuk apa yang sedikit berubah dan apa yang sama sekali belum.
Dicek dulu: apakah pengobatan sebelumnya sudah diberi kesempatan?
Sebelum mengganti apa pun, psikiater biasanya memastikan beberapa hal. Apakah obat sudah diminum cukup lama dan teratur? Apakah takarannya sudah sesuai penilaian dokter? Apakah diagnosisnya perlu ditinjau ulang, misalnya karena ternyata ada riwayat suasana hati naik yang mengarah ke bipolar? Seluk-beluk penilaian ini dibahas di artikel depresi resisten terapi.
Hal-hal yang ikut memberatkan juga ditanyakan: alkohol, kurang tidur, kecemasan, kondisi fisik seperti gangguan tiroid, atau masalah hidup yang terus berjalan. Kadang yang perlu diubah justru bagian ini, bukan obatnya.
Menyesuaikan obat yang sedang diminum
Bila Anda sudah merasa sedikit lebih baik tetapi belum pulih, dokter mungkin memilih mempertahankan obat yang sama lalu menyesuaikannya. Penyesuaian bisa berupa perubahan takaran, atau memberi waktu tambahan agar efeknya bisa dinilai lebih jelas.
Langkah ini masuk akal bila efek sampingnya masih bisa ditoleransi dan sudah ada tanda perbaikan. Perubahan takaran hanya dilakukan oleh dokter, karena takaran yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama bermasalah.
Beralih ke antidepresan lain
Bila obat yang sekarang tidak membawa perubahan berarti, atau efek sampingnya terlalu mengganggu, dokter bisa menggantinya dengan antidepresan lain. Penggantinya bisa dari golongan yang sama, misalnya sesama SSRI, atau dari golongan lain yang cara kerjanya berbeda.
Tidak cocok dengan satu obat bukan berarti semua obat akan sama hasilnya. Peralihannya diatur dokter, karena pergantian yang dilakukan sendiri bisa memicu gejala putus obat atau interaksi antara obat lama dan obat baru. Untuk memahami golongan-golongan antidepresan, baca cara kerja dan jenis antidepresan.
Menambahkan obat kedua
Pilihan lain adalah tetap memakai antidepresan yang sudah sedikit membantu, lalu menambahkan obat kedua untuk memperkuat efeknya. Obat tambahan ini bisa berupa antidepresan dari golongan lain. Bisa juga obat dari golongan yang biasanya dipakai untuk kondisi lain, seperti antipsikotik generasi baru atau obat penstabil suasana hati (mood stabilizer), yang di sini dipakai untuk membantu kerja antidepresan.
Banyak orang kaget saat diberi antipsikotik padahal tidak pernah berhalusinasi. Pada situasi ini, obat tersebut dipakai untuk membantu depresinya, bukan karena dokter menganggap Anda mengalami psikosis. Sebagian obat penstabil suasana hati perlu dipantau berkala, termasuk lewat pemeriksaan darah, dan obat tambahan apa pun perlu diawasi efek sampingnya.
Menambah atau mengganti psikoterapi
Bila selama ini Anda hanya minum obat, menambahkan psikoterapi bisa menjadi langkah berikutnya. Pada depresi sedang sampai berat, obat dan psikoterapi memang lazim dijalankan bersamaan. Salah satu yang sering dipakai adalah CBT (terapi kognitif-perilaku), yang melatih Anda mengenali pola pikir dan kebiasaan yang membuat depresi bertahan. Penjelasannya ada di CBT untuk depresi.
Bila Anda sudah pernah menjalani psikoterapi tetapi terasa jalan di tempat, pendekatannya bisa diubah. Fokusnya bisa digeser ke masalah hubungan dengan orang lain, atau ke kegiatan sehari-hari yang mulai ditinggalkan. Terapi seperti ini biasanya berisi latihan yang dikerjakan di rumah di antara sesi, tidak hanya bercerita.
ECT dan TMS: terapi yang bekerja langsung pada otak
Untuk depresi yang tetap berat setelah beberapa pengobatan, ada terapi yang bekerja dengan merangsang aktivitas otak secara langsung.
ECT (terapi elektrokonvulsif) mengalirkan arus listrik terukur dan singkat ke otak saat Anda dibius total, sehingga tidak terasa sakit. Arus ini memicu kejang singkat yang terkendali di otak, tetapi karena otot sudah dilemaskan dengan obat, tubuh nyaris tidak bergerak. Gambaran tubuh kejang hebat seperti di film tidak menggambarkan ECT yang dilakukan sekarang. ECT dipertimbangkan terutama untuk depresi yang sangat berat, depresi dengan gejala psikotik, risiko bunuh diri yang tinggi, atau saat pengobatan lain belum berhasil. Efek samping yang sering dibahas adalah gangguan ingatan yang umumnya sementara, sakit kepala, dan pegal otot. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit, biasanya dalam beberapa sesi.
TMS (stimulasi magnetik transkranial) memakai kumparan magnet yang diletakkan di kepala untuk merangsang bagian otak yang berkaitan dengan suasana hati. Anda tetap sadar dan tidak perlu dibius, tetapi perlu datang untuk serangkaian sesi. Keluhan yang sering muncul adalah sakit kepala atau rasa tidak nyaman di kulit kepala; kejang bisa terjadi tetapi jarang. TMS biasanya dipertimbangkan bila depresi belum membaik dengan obat, dan hanya tersedia di fasilitas tertentu.
Tanyakan kepada psikiater apakah salah satu pilihan ini layak dipertimbangkan untuk kondisi Anda, beserta manfaat dan risikonya.
Menangani masalah lain yang ikut menahan pemulihan
Depresi sering ditemani masalah lain yang membuat pemulihan tersendat. Sulit tidur yang menetap bisa ditangani tersendiri, misalnya dengan CBT-I untuk insomnia. Kecemasan yang berat mungkin perlu mendapat perhatian khusus dalam rencana pengobatan.
Bila Anda terbiasa minum alkohol untuk menenangkan diri, sampaikan dengan jujur. Tidur memang terasa lebih cepat datang, tetapi kualitasnya rusak di paruh kedua malam, dan pagi harinya suasana hati sering terasa makin berat. Informasi ini ikut menentukan arah penanganan, jadi tidak perlu ditutupi.
Kapan rawat inap atau pertolongan darurat dipertimbangkan
Penyesuaian pengobatan bisa dijalani lewat kontrol rawat jalan. Rawat inap biasanya dipertimbangkan bila keselamatan sulit dijaga, Anda tidak bisa makan dan minum dengan cukup, atau muncul gejala psikotik seperti mendengar suara yang tidak didengar orang lain. Pilihan ini dibicarakan bersama Anda dan keluarga.
Jangan menunggu jadwal kontrol bila rasa putus asa makin berat atau muncul pikiran menyakiti diri. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis), beri tahu orang terdekat, dan segera ke IGD terdekat bila sudah ada rencana atau Anda merasa tidak aman sendirian.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, psikiater dengan 30 tahun pengalaman praktik, untuk meninjau ulang pengobatan yang sudah dijalani dan membahas langkah berikutnya. Klinik Utama Luna di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, melayani konsultasi psikiatri, kontrol lanjutan, dan manajemen obat; bawalah daftar obat yang pernah Anda coba. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sudah ganti obat berkali-kali, apakah masih ada harapan? Masih ada pilihan lain. Selain mengganti obat, dokter bisa menambahkan obat kedua, memperkuat psikoterapi, atau mempertimbangkan ECT dan TMS. Setiap percobaan sebelumnya juga memberi petunjuk bagi psikiater untuk memilih langkah berikutnya.
Apa bedanya ganti obat dengan menambah obat? Ganti obat berarti antidepresan lama dihentikan dan diganti yang baru, biasanya karena tidak membantu atau efek sampingnya berat. Menambah obat berarti obat lama dipertahankan karena sudah sedikit membantu, lalu diberi obat kedua untuk memperkuatnya.
Apakah ECT berbahaya? ECT umumnya aman bila dilakukan di rumah sakit dengan bius total dan pemantauan ketat, jauh berbeda dari gambaran di film. Efek samping seperti gangguan ingatan sementara bisa terjadi, sehingga manfaat dan risikonya dibahas lebih dulu bersama psikiater.
Apakah depresi yang tidak membaik harus dirawat inap? Tidak selalu. Penyesuaian pengobatan bisa dijalani lewat rawat jalan; rawat inap dipertimbangkan bila keselamatan sulit dijaga atau kondisi fisik menurun karena tidak bisa makan dan minum.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





