Barang sudah dibayar sebelum sempat melihat saldo. Pesan marah sudah terkirim sebelum dibaca ulang. Bertindak sebelum menimbang akibatnya seperti ini disebut impulsif, dan pada orang dewasa dengan ADHD sifat ini termasuk ciri yang sering muncul. Niat saja biasanya tidak cukup untuk menahannya; yang lebih membantu adalah jeda yang disiapkan sebelum dorongan datang, ditambah penanganan ADHD-nya sendiri.
Pada ADHD, atau GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas), kebiasaan ini bisa berdampak pada keuangan, pekerjaan, dan hubungan. Meski begitu, tidak setiap tindakan impulsif berasal dari ADHD.
Seperti apa impulsif pada orang dewasa dengan ADHD
Bentuknya bisa berbeda-beda. Ada yang sulit menunggu giliran atau menjawab sebelum lawan bicara selesai. Ada yang langsung mengiyakan banyak tugas tanpa menghitung waktu, lalu kewalahan. Ada pula yang cepat berganti rencana begitu menemukan hal yang lebih menarik, belanja online larut malam, atau mengambil keputusan besar secara mendadak.
Satu kejadian tidak cukup untuk menyimpulkan ADHD. Dokter akan melihat apakah pola ini sudah ada sejak kecil, terjadi di beberapa situasi seperti rumah, sekolah, dan kantor, serta menimbulkan kesulitan yang berarti.
Perubahan yang mendadak juga perlu diperhatikan. Bila sifat impulsif tiba-tiba meningkat bersamaan dengan tidur yang jauh berkurang, energi meluap, atau suasana hati yang berubah drastis, dokter perlu mempertimbangkan kondisi lain, termasuk gangguan bipolar. Alkohol dan zat lain juga bisa membuat orang lebih nekat.
Kenapa niat saja sering tidak cukup
Saat dorongan sedang kuat, pertimbangan soal akibat sering baru muncul belakangan, ketika barang sudah dibayar atau pesan sudah terkirim. Karena itu, janji "lain kali lebih hati-hati" jarang berhasil sendirian. Yang lebih membantu adalah mengenali situasi rawan dan memasang hambatan kecil sebelumnya.
Pilih satu kebiasaan impulsif yang paling merugikan, lalu amati apa yang terjadi sebelumnya. Apakah keputusan terburu-buru lebih sering terjadi saat Anda lelah, bosan, marah, atau sedang dikejar banyak tuntutan? Misalnya, Anda mungkin sadar paling sulit menahan belanja saat melihat promo tengah malam, tetapi lebih mudah menunda bila barang dimasukkan ke daftar keinginan dulu.
Catatan ini tidak untuk menghakimi diri sendiri. Gunanya membantu Anda, dan nanti dokter, memilih perubahan yang tepat sasaran.
Jeda yang bisa disiapkan dari sekarang
- Masukkan barang ke keranjang atau daftar keinginan, lalu lihat lagi keesokan harinya sebelum membayar.
- Atur batas transaksi di aplikasi bank atau dompet digital sesuai kemampuan keuangan Anda.
- Saat sedang kesal, tulis pesan sebagai draf. Kirim hanya setelah dibaca ulang dalam keadaan tenang.
- Biasakan menjawab "saya cek kalender dulu, ya" sebelum mengiyakan janji atau tugas baru.
- Untuk keputusan besar, minta pendapat orang yang Anda percaya, kalau Anda mau.
Pilih cara yang membantu tanpa membuat hidup terasa diawasi terus-menerus. Bila melibatkan pasangan atau keluarga, sepakati bersama batas dan peran masing-masing. Dukungan dari orang terdekat sebaiknya membantu Anda berpikir dulu, tanpa mengambil alih keputusan Anda.
Bila dampaknya sudah terasa
Utang, teguran di kantor, atau pertengkaran yang terus berulang perlu dibicarakan secara konkret saat konsultasi: apa yang terjadi, seberapa sering, dan apa yang sudah dicoba. Kalau Anda sering mengebut atau berkendara dengan cara berisiko, atau memakai alkohol atau zat lain, ceritakan juga.
Psikiater akan menilai apakah sifat impulsif ini berkaitan dengan ADHD, kondisi lain, atau beberapa hal sekaligus. Penanganannya bisa berupa penyesuaian lingkungan dan kebiasaan, terapi kognitif-perilaku (CBT) yang disesuaikan untuk ADHD, serta obat bila diperlukan. Obat ADHD termasuk obat yang peredarannya diawasi ketat, jadi pemakaiannya harus lewat resep dan pemantauan psikiater.
Bila satu cara belum berhasil, cari tahu alasannya bersama dokter. Mungkin langkahnya terlalu rumit, pemicunya belum dikenali, atau ada masalah tidur dan emosi yang ikut berperan. Untuk impulsif yang terbawa ke pekerjaan, lihat juga artikel ADHD di tempat kerja.
Saat impulsif sudah membahayakan
Tindakan impulsif yang membahayakan diri atau orang lain perlu ditangani segera, begitu pula dorongan menyakiti diri atau perilaku yang sangat berisiko. Bila bahaya sedang terjadi, utamakan keselamatan: minta orang terdekat menemani, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis), atau segera ke IGD terdekat. Perubahan energi dan tidur yang ekstrem juga perlu segera diperiksakan.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Pola impulsif yang sudah merugikan keuangan, pekerjaan, atau hubungan layak dibahas bersama dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, psikiater Klinik Utama Luna yang salah satu fokusnya ADHD dewasa. Bila tindakan terburu-buru paling sering muncul saat marah atau frustrasi, baca juga ADHD dan emosi. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah impulsif selalu tanda ADHD? Tidak. Siapa pun bisa sesekali bertindak terburu-buru, apalagi saat lelah atau marah. Pada ADHD, polanya sudah ada sejak kecil, muncul di banyak situasi, dan menimbulkan masalah nyata.
Bagaimana cara mengendalikan sifat impulsif? Siapkan hambatan kecil sebelum dorongan datang, misalnya batas transaksi, kebiasaan menyimpan pesan sebagai draf, atau menunda pembelian sampai besok. Kenali juga situasi yang paling rawan bagi Anda. Bila tetap sulit dan dampaknya besar, penanganan ADHD bisa membantu.
Apakah obat ADHD bisa mengurangi sifat impulsif? Pada sebagian orang, obat menjadi bagian dari penanganan ADHD, termasuk untuk membantu mengendalikan impulsif. Perlu tidaknya obat diputuskan bersama psikiater, yang juga akan memantau manfaat dan efek sampingnya.
Apakah sifat impulsif karena ADHD bisa berkurang? Bisa. Kebiasaan yang disiapkan sebelumnya, terapi, dan obat bila perlu bisa membantu Anda lebih sering berhenti sejenak sebelum bertindak. Hasilnya berbeda pada tiap orang, jadi rencananya perlu dievaluasi dari waktu ke waktu.
Artikel ini memberikan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





