Bipolar dan ADHD sama-sama bisa membuat orang sulit fokus, banyak bicara, dan bertindak tanpa pikir panjang. Bedanya ada pada pola. Gejala ADHD sudah ada sejak kecil dan cenderung menetap, sedangkan bipolar datang dalam episode, yaitu periode ketika suasana hati, energi, dan tidur berubah jelas dari biasanya. Seseorang juga bisa mengalami keduanya sekaligus.

Gangguan bipolar adalah kondisi suasana hati yang naik-turun dalam episode mania, hipomania, dan depresi. ADHD, atau GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas), adalah kondisi perkembangan otak yang memengaruhi perhatian dan kemampuan menahan diri.

Bedanya terlihat dari perjalanan gejala

Pada ADHD, sulit fokus, gelisah, atau impulsif sudah ada sejak kanak-kanak, walaupun diagnosisnya mungkin baru ditegakkan saat dewasa. Keluhannya bisa terasa lebih ringan atau lebih berat mengikuti tuntutan hidup, tetapi tidak datang dan pergi dalam periode yang jelas.

Pada bipolar, perubahan datang dalam episode. Saat mania atau hipomania, seseorang bisa jauh lebih bersemangat, banyak bicara, dan penuh rencana dibanding dirinya yang biasa. Saat depresi, ia kehilangan minat dan tenaga. Di luar episode, suasana hati bisa kembali stabil, walau sebagian orang tetap merasa sulit fokus.

Episode ini berbeda dari emosi yang naik-turun dalam sehari, misalnya kesal setelah bertengkar atau sedih karena kabar buruk. Mania dan hipomania berlangsung berhari-hari dan mengubah energi serta kebiasaan seseorang secara nyata, sampai orang di sekitarnya ikut melihat perbedaannya.

Tidur sering menjadi petunjuk penting

Susah tidur tidak sama dengan butuh tidur lebih sedikit. Orang dengan ADHD bisa sulit terlelap karena pikirannya ramai, lalu esok harinya tetap mengantuk dan lelah.

Dalam episode mania atau hipomania, seseorang bisa tidur jauh lebih sedikit dari biasanya tetapi tetap merasa sangat bertenaga. Bersamaan dengan itu, ia mungkin bicara lebih cepat, sangat percaya diri, atau nekat melakukan hal berisiko. Kurang tidur juga dikenal sebagai salah satu pemicu episode mania pada orang dengan bipolar.

Begadang semalam karena semangat mengerjakan proyek belum cukup untuk menyimpulkan bipolar. Psikiater menilai kumpulan perubahan, berapa lama berlangsung, dan dampaknya. Lembaga kesehatan jiwa Amerika Serikat, NIMH, juga menjelaskan perubahan tidur, energi, dan aktivitas dalam episode bipolar (dalam bahasa Inggris).

Impulsif bisa muncul pada banyak kondisi

Belanja tanpa rencana, memotong pembicaraan, atau mengambil keputusan terlalu cepat bisa terjadi pada ADHD, bipolar, maupun kondisi lain. Pertanyaan yang lebih berguna: apakah perilaku itu sudah lama menjadi kebiasaan, atau melonjak pada periode tertentu?

Impulsif yang muncul bersama tidur yang sangat berkurang dan energi yang meluap perlu segera diperiksa, karena bisa menjadi tanda episode suasana hati. Penggunaan alkohol atau zat lain, obat yang sedang diminum, dan tekanan hidup juga ikut dinilai. Pola impulsif yang khas pada ADHD dibahas di artikel ADHD dan impulsif.

Menyusun cerita dari masa sekolah sampai sekarang

Untuk membedakan keduanya, psikiater butuh gambaran perjalanan keluhan Anda. Anda tidak harus mengingat semuanya. Mulailah dari beberapa periode yang paling jelas:

  • Sulit fokus atau sikap impulsif yang sudah ada sejak sekolah.
  • Masa ketika tidur, energi, cara bicara, atau kegiatan berubah jelas dari biasanya, dan berapa lama itu berlangsung.
  • Periode sedih berkepanjangan, kehilangan minat, atau sulit menjalani kegiatan.
  • Dampaknya pada pekerjaan, keuangan, hubungan, dan keselamatan.
  • Obat yang pernah dipakai dan perubahan yang dirasakan sesudahnya.

Bila Anda setuju, pasangan atau keluarga bisa menambahkan apa yang mereka lihat. Tuliskan kejadian dan waktunya, tanpa cap seperti "malas" atau "susah diatur".

Bila ADHD dan bipolar ada bersamaan

Keduanya perlu masuk dalam satu rencana pengobatan. Psikiater akan menentukan masalah yang paling mendesak, menilai apakah suasana hati sudah stabil, lalu menyesuaikan penanganan ADHD dengan keadaan Anda.

Pilihan obat dan terapi tidak bisa ditentukan hanya dari gejala yang mirip. Ceritakan bila Anda pernah merasa sangat bersemangat, gelisah, atau sulit tidur setelah mulai minum obat tertentu. Jangan mencoba obat ADHD milik orang lain atau mengubah pengobatan sendiri; konsultasikan dengan psikiater.

Saat perubahan perilaku sudah membahayakan

Segera cari pertolongan bila perubahan perilaku disertai tindakan yang membahayakan diri atau orang lain, mendengar atau melihat hal yang tidak ada (halusinasi), keyakinan kuat yang tidak sesuai kenyataan, atau pikiran untuk menyakiti diri. Bila keselamatan terancam, minta orang tepercaya menemani dan segera ke IGD terdekat, atau hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis).

Jangan menunggu sampai riwayat lengkap tercatat. Tanda-tanda mania yang perlu dikenali keluarga dibahas di artikel mania pada bipolar.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Anda bisa membicarakan keluhan ini dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang menangani ADHD dewasa sekaligus gangguan bipolar. Pemeriksaan akan membantu melihat apakah keluhan Anda mengarah ke salah satunya atau keduanya. Bila sebelumnya Anda sudah didiagnosis salah satu kondisi, bawa catatan pengobatan yang pernah dijalani. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat Janji Temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda bipolar dan ADHD? ADHD sudah ada sejak kecil dan gejalanya cenderung menetap, sedangkan bipolar datang dalam episode perubahan suasana hati, energi, dan tidur yang jelas berbeda dari biasanya. Psikiater membedakannya dari riwayat perjalanan gejala.

Apakah emosi yang cepat berubah pasti bipolar? Tidak. Emosi yang naik-turun dalam sehari juga bisa terjadi pada ADHD atau kondisi lain. Bipolar ditandai episode yang berlangsung berhari-hari dengan perubahan energi dan tidur yang nyata.

Bisakah seseorang punya ADHD dan bipolar sekaligus? Bisa. Karena itu, riwayat sejak kecil dan periode perubahan suasana hati sama-sama perlu diceritakan kepada psikiater.

Apakah tes online bisa membedakan bipolar dan ADHD? Tidak. Kuesioner bisa membantu mengenali keluhan, tetapi untuk membedakan keduanya psikiater perlu menggali riwayat Anda secara langsung.


Artikel ini memberikan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.