Pada orang dewasa, ADHD biasanya terlihat sebagai sulit fokus, gampang lupa, suka menunda, dan sulit mengatur waktu. Polanya sudah ada sejak kecil dan mengganggu lebih dari satu bagian hidup, misalnya pekerjaan dan hubungan. Diagnosisnya ditegakkan psikiater lewat wawancara tentang riwayat Anda, tidak cukup dari satu tes. Pengobatannya bisa berupa edukasi, pengaturan rutinitas, psikoterapi, dan obat bila memang perlu.

ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder) dalam bahasa Indonesia disebut GPPH, singkatan dari gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Kondisi ini berkaitan dengan perkembangan otak, dan gejalanya mulai sejak masa kanak-kanak. Banyak orang baru menyadarinya setelah dewasa, ketika tuntutan kerja, kuliah, atau keluarga bertambah.

Ciri-ciri ADHD pada orang dewasa

Orang dewasa dengan ADHD jarang terlihat seperti anak yang berlarian ke sana kemari. Yang lebih sering muncul adalah sulit memulai dan menyelesaikan tugas, salah memperkirakan waktu, sering lupa urusan sehari-hari, dan bertindak impulsif. Contohnya:

  • Sulit fokus saat rapat atau membaca, apalagi bila topiknya kurang menarik.
  • Sering kehilangan kunci, dompet, atau ponsel, dan lupa janji walau sudah dicatat.
  • Menunda pekerjaan sampai tenggat sudah sangat dekat, lalu kerja kebut semalam.
  • Banyak pekerjaan dimulai, tetapi sedikit yang selesai.
  • Gelisah, sulit duduk lama, atau merasa kepala tidak pernah berhenti berpikir.
  • Memotong pembicaraan, sulit menunggu giliran, atau memutuskan sesuatu tanpa pikir panjang.

Hampir semua orang pernah mengalami beberapa hal di atas. Pada ADHD, pola ini sudah berlangsung sejak lama, muncul di banyak tempat (di rumah, di sekolah atau kantor, dan dalam hubungan), dan cukup mengganggu keseharian.

Kenapa ADHD baru ketahuan saat dewasa?

Waktu sekolah, jadwal sudah diatur, guru mengingatkan tugas, dan orang tua ikut membantu. Sebagian anak dengan ADHD juga bisa bertahan karena pintar atau punya trik sendiri. Masalahnya baru terasa saat semua harus diatur sendiri: pekerjaan dengan banyak tenggat, tagihan, urusan rumah, atau mengurus anak.

Meski baru ketahuan saat dewasa, ADHD tidak muncul tiba-tiba di usia dewasa. Karena itu, psikiater akan menanyakan gejala yang sudah ada sebelum usia 12 tahun. Lembaga kesehatan jiwa Amerika Serikat, NIMH, juga menjelaskan cara ADHD dinilai pada orang dewasa (dalam bahasa Inggris).

Sulit fokus juga bisa disebabkan hal lain, seperti kurang tidur, kecemasan, depresi, masalah kesehatan fisik, efek samping obat, atau penggunaan alkohol dan zat lain. Kadang ADHD dan kondisi-kondisi itu muncul bersamaan.

Cara psikiater mendiagnosis ADHD dewasa

Diagnosis dimulai dari wawancara. Psikiater akan menanyakan keluhan Anda sekarang, masa sekolah, pekerjaan, hubungan, tidur, suasana hati, serta obat atau zat yang Anda pakai. Kuesioner bisa membantu memetakan gejala, tetapi skor tes online saja tidak bisa memastikan ADHD.

Bila Anda setuju, cerita dari orang tua atau pasangan dan rapor lama bisa melengkapi gambaran. Tidak punya rapor lama tidak masalah; ceritakan saja yang masih Anda ingat. Psikiater juga mencari penyebab lain dan kondisi yang mungkin ikut menyertai, seperti kecemasan atau depresi. Jumlah pertemuan tergantung seberapa lengkap informasinya.

Sebagian orang bertanya apakah mereka perlu tes MMPI. MMPI adalah tes kepribadian dan gejala psikologis, jadi tidak dipakai untuk mendiagnosis ADHD. Psikiater yang akan menentukan apakah Anda perlu tes psikologis tambahan, misalnya untuk melihat kondisi lain. Penjelasan lengkapnya ada di artikel tentang tes MMPI.

Pilihan pengobatan ADHD dewasa

Rencana pengobatan disusun dari kesulitan yang paling mengganggu Anda, kesehatan Anda secara umum, dan apa yang ingin Anda capai. Pilihannya bisa berupa:

  • Edukasi tentang ADHD (psikoedukasi): memahami cara kerja ADHD dan pengaruhnya pada keseharian, sehingga Anda tidak lagi sekadar menyebut diri "malas" atau "ceroboh".
  • Mengatur rutinitas dan lingkungan: memakai pengingat, menyimpan semua tugas di satu daftar, memecah pekerjaan besar jadi langkah kecil, dan mengurangi gangguan.
  • Psikoterapi: misalnya CBT (terapi kognitif-perilaku) untuk melatih cara mengatur tugas dan waktu, sekaligus menangani rasa cemas atau sedih yang menyertai.
  • Obat, bila diperlukan: obat ADHD termasuk obat yang diawasi ketat di Indonesia dan hanya bisa didapat lewat resep serta pemantauan psikiater. Psikiater akan membahas manfaat, risiko, dan efek sampingnya bersama Anda.

Tidak semua orang butuh kombinasi yang sama. Jangan memakai obat ADHD milik teman atau keluarga, walaupun keluhannya terdengar mirip.

Seperti apa kemajuan yang realistis?

Pengobatan ADHD tidak membuat hidup langsung rapi. Kemajuan biasanya terlihat dari hal-hal kecil: lebih jarang lupa janji, lebih cepat mulai bekerja, atau makin jarang bertengkar gara-gara hal yang terlupa.

Catat cara yang terasa membantu dan yang justru merepotkan. Catatan ini berguna saat kontrol, supaya rencana bisa disesuaikan bersama dokter. Bila masalah terbesar Anda ada di kantor, artikel ADHD dewasa di tempat kerja membahas cara menyiasatinya.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ menangani ADHD dewasa dan bisa membantu menilai apakah keluhan fokus dan lupa yang Anda alami berkaitan dengan ADHD atau hal lain. Bawa beberapa contoh kesulitan sehari-hari dan cerita masa sekolah yang masih Anda ingat. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat Janji Temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa ciri-ciri ADHD pada orang dewasa? Ciri yang paling sering adalah sulit fokus, gampang lupa, suka menunda, sulit mengatur waktu, dan bertindak impulsif. Pada ADHD, pola ini sudah ada sejak kecil dan mengganggu di lebih dari satu tempat, misalnya di kantor dan di rumah.

Apakah tes ADHD online bisa memastikan diagnosis? Tidak. Hasil tes online bisa menjadi bahan cerita saat konsultasi, tetapi diagnosis butuh wawancara dan pemeriksaan oleh psikiater.

Apakah orang dewasa dengan ADHD harus minum obat? Tidak selalu. Sebagian orang cukup terbantu dengan edukasi, pengaturan rutinitas, dan psikoterapi, sementara sebagian lain juga membutuhkan obat. Keputusannya diambil bersama psikiater setelah menimbang manfaat dan risikonya.

Apakah masih perlu diperiksa di usia 30 atau 40 tahun? Perlu, bila keluhannya mengganggu. Mengetahui penyebabnya membantu Anda memilih cara dan dukungan yang cocok, di usia berapa pun.


Artikel ini memberikan informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan medis. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.