Pada gangguan bipolar, fase depresi adalah masa ketika suasana hati, energi, dan minat turun jauh, kebalikan dari fase mania atau hipomania. Rasanya bisa sangat mirip depresi biasa, tetapi penanganannya berbeda. Tujuannya mengangkat suasana hati tanpa memicu fase naik berikutnya, sehingga obat dan rencananya disusun dengan melihat seluruh pola bipolar Anda.

Bagi banyak orang dengan bipolar, fase depresi terasa berat dan melelahkan. Artikel ini membahas seperti apa fase itu, kenapa pengobatannya tidak sama dengan depresi biasa, dan apa yang bisa membantu Anda serta keluarga melewatinya dengan aman. Bila Anda masih bertanya-tanya apakah depresi yang Anda alami sebenarnya bipolar, baca dulu perbedaan depresi pada bipolar dan depresi biasa dan kenapa diagnosis depresi bisa berubah menjadi bipolar.

Seperti apa fase depresi pada bipolar

Gejalanya bisa sama dengan depresi pada umumnya: sedih atau hampa, hilang minat, lelah, sulit berkonsentrasi, merasa tidak berharga, dan muncul pikiran tentang kematian. Tidur dan nafsu makan juga berubah, karena depresi memengaruhi tubuh, tidak hanya perasaan.

Pada sebagian orang dengan bipolar, fase depresi terasa seperti badan sangat berat dan serba melambat. Tidur jauh lebih lama tetapi tetap lelah, sulit bangun dari tempat tidur, dan bicara serta berpikir terasa lambat. Perubahannya juga bisa terasa tajam karena datang setelah masa energi tinggi.

Kontras inilah yang sering membuat orang menyalahkan diri sendiri: "Kemarin saya bisa, kenapa sekarang tidak?" Penurunan itu bagian dari kondisi bipolar, bukan tanda Anda malas atau kurang berusaha.

Saat depresi bercampur gelisah

Fase depresi tidak selalu tenang dan lamban. Kadang suasana hati sangat turun, tetapi pikiran justru berpacu, tubuh gelisah, mudah marah, dan sulit tidur. Dokter menyebutnya gejala campuran.

Keadaan ini perlu segera dibicarakan dengan psikiater, tanpa menunggu jadwal kontrol. Gabungan rasa putus asa dan dorongan untuk bertindak bisa membahayakan keselamatan. Bila muncul dorongan menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat. Penjelasan lebih lengkap ada di artikel gejala campuran pada bipolar.

Kenapa penanganannya berbeda dari depresi biasa

Saat fase depresi bipolar datang, psikiater harus memikirkan dua hal sekaligus: mengangkat suasana hati yang sedang turun, dan menjaganya agar tidak terlempar ke fase naik. Pada depresi tanpa riwayat mania atau hipomania (depresi unipolar), antidepresan sering menjadi bagian dari pengobatan. Pada bipolar, antidepresan tanpa obat penstabil suasana hati bisa memicu perpindahan ke mania atau hipomania, sehingga umumnya tidak dianjurkan sebagai obat tunggal.

Karena itu, pengobatan fase depresi biasanya bertumpu pada obat yang juga menjaga kestabilan suasana hati jangka panjang, misalnya golongan penstabil suasana hati (mood stabilizer) atau antipsikotik tertentu. Obat ini sering dilanjutkan setelah fase depresi lewat untuk mencegah episode berikutnya, sesuai penilaian psikiater. Pilihannya bergantung pada jenis bipolar, riwayat episode, respons terhadap obat sebelumnya, dan kondisi fisik Anda. Penjelasan tentang golongan obat ini ada di artikel mood stabilizer.

Saat fase depresi terasa berat, jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan obat sendiri. Jangan juga memakai antidepresan sisa atau milik orang lain. Bila perbaikan terasa lambat atau obat yang sekarang terasa tidak menolong, sampaikan kepada psikiater; dokter yang akan menilai apakah rencananya perlu diubah.

Menjalani hari saat fase depresi datang

Rutinitas adalah pegangan yang penting. Usahakan jam tidur dan jam bangun tetap teratur, walau sulit. Ritme harian yang stabil termasuk bagian dari pencegahan kambuh pada bipolar, sedangkan kurang tidur dikenal sebagai salah satu pemicu fase manik. Tidur sepanjang hari maupun begadang sama-sama bisa mengacaukan ritme ini.

Pilih target kecil yang masuk akal untuk hari itu, seperti mandi, makan, atau keluar rumah sebentar. Bila memungkinkan, tunda keputusan besar, misalnya berhenti kerja atau mengakhiri hubungan, sampai suasana hati lebih stabil. Alkohol dan zat lain sebaiknya dihindari karena bisa memperburuk suasana hati dan mengganggu kerja obat.

Perhatikan juga tanda bahwa suasana hati berbalik naik terlalu cepat: tiba-tiba butuh tidur jauh lebih sedikit, bicara cepat, atau penuh rencana besar. Laporkan kepada dokter, terutama bila obat Anda baru saja diubah.

Mendampingi orang terdekat di fase depresi bipolar

Bagian ini untuk keluarga dan pasangan. Bantu kebutuhan dasarnya, seperti makan, minum obat sesuai resep, dan datang kontrol, tanpa menuntut semangat besar. Hindari kalimat seperti "ingat dulu kamu bisa" untuk menyemangati. Masa penuh semangat itu lebih berguna diceritakan kepada psikiater sebagai bagian dari riwayatnya.

Dengarkan tanpa menghakimi. Bila Anda khawatir ia berpikir untuk bunuh diri, tanyakan langsung dengan tenang; bertanya tidak menanamkan ide itu. Bila aman dilakukan, jauhkan benda berbahaya dan persediaan obat dalam jumlah banyak dari jangkauannya, dan jangan menghadapi situasi berbahaya seorang diri.

Memahami pola bipolar bersama-sama juga membantu. Psikoedukasi, yaitu pasien dan keluarga belajar mengenali kondisinya, berkaitan dengan berkurangnya kekambuhan pada bipolar.

Kapan fase depresi bipolar menjadi darurat

Hubungi psikiater segera bila depresi disertai tidak mau makan atau minum, tidak bisa tidur sama sekali, gelisah berat, atau gejala psikotik seperti mendengar suara yang tidak didengar orang lain atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan.

Bila muncul pikiran bunuh diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) dan jangan biarkan orang tersebut sendirian. Bila sudah ada rencana, ada sarana untuk melakukannya, atau keselamatan tidak bisa dijaga, segera ke IGD terdekat.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Fase depresi bipolar perlu dibahas bersama seluruh riwayat naik-turunnya suasana hati Anda, tidak cukup keluhan minggu ini saja. Anda bisa membicarakannya dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, yang salah satu fokusnya adalah gangguan bipolar. Di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, penyesuaian obat bisa dilakukan lewat kontrol lanjutan.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu fase depresi pada bipolar? Fase depresi adalah masa ketika suasana hati, energi, dan minat turun jauh pada orang dengan gangguan bipolar. Gejalanya bisa sangat mirip depresi biasa, tetapi pengobatannya harus memperhitungkan risiko memicu fase naik.

Apakah fase depresi bipolar bisa dicegah? Tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi risikonya bisa dikurangi. Minum obat sesuai rencana psikiater, menjaga jam tidur dan bangun tetap teratur, dan mengenali tanda awal bersama keluarga termasuk bagian dari pencegahan kambuh.

Berapa lama fase depresi bipolar berlangsung? Lamanya berbeda pada tiap orang dan tiap episode, sehingga tidak bisa diperkirakan dari luar. Bila fase depresi terasa tidak kunjung membaik, sampaikan kepada psikiater agar rencana pengobatannya ditinjau.

Apakah fase depresi bisa langsung berubah menjadi mania? Bisa. Pada sebagian orang, suasana hati bisa berbalik naik, kadang cukup cepat. Tanda awalnya antara lain butuh tidur jauh lebih sedikit, bicara cepat, dan pikiran melompat-lompat; segera laporkan kepada dokter bila ini terjadi.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.