Depresi dan cemas sering datang bersamaan, dan gabungan keduanya memang sangat menguras tenaga. Depresi membuat badan dan semangat terasa habis, sementara cemas membuat pikiran terus siaga, sehingga Anda ingin beristirahat tetapi tidak bisa tenang. Keduanya saling memperkuat, tetapi juga bisa ditangani bersamaan. Bila rasa putus asa sudah sampai membuat Anda berpikir untuk menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Lelah, tapi tidak bisa tenang

Gabungan ini sering digambarkan seperti mobil yang bensinnya hampir habis, tetapi pedal gasnya terus diinjak. Badan ingin berbaring seharian, tetapi begitu berbaring, kepala justru penuh kekhawatiran. Malam hari sulit tidur, lalu pagi hari bangun dengan perasaan berat dan tegang sekaligus.

Ada orang yang mengira dirinya "cuma cemas", lalu baru sadar sudah lama tidak menikmati apa pun. Ada juga yang merasa sedang depresi, tetapi juga tegang dan was-was hampir sepanjang hari. Dua-duanya bisa terjadi.

Bedanya cemas dan depresi, dan di mana keduanya bertemu

Cemas berpusat pada rasa takut dan waspada terhadap apa yang mungkin terjadi: khawatir terus, sulit rileks, jantung berdebar, otot tegang, kadang sampai serangan panik. Depresi berpusat pada rasa kehilangan: sedih, hampa, hilang minat, merasa bersalah, dan putus asa tentang masa depan.

Di antara keduanya ada gejala yang sama-sama dimiliki: sulit tidur, sulit konsentrasi, mudah lelah, dan mudah tersinggung. Karena itu, Anda tidak perlu memastikan sendiri mana yang datang lebih dulu. Gejala serupa juga bisa muncul pada gangguan bipolar, masalah tidur, pemakaian zat, atau penyakit fisik, dan psikiaterlah yang memilahnya.

Lingkaran yang membuat keduanya saling memperkuat

  • Cemas merusak tidur, kurang tidur memperburuk suasana hati. Pikiran yang terus berputar membuat tidur dangkal, dan tidur yang buruk membuat hari berikutnya terasa lebih suram.
  • Menghindar terasa melegakan, lalu dunia makin sempit. Saat cemas, wajar ingin menjauhi tempat atau orang yang memicu. Dalam jangka pendek cara ini meredakan cemas, tetapi dalam jangka panjang justru memperkuatnya. Makin banyak yang dihindari, makin sedikit hal yang bisa dinikmati, dan depresi pun makin dalam.
  • Depresi menguras tenaga untuk membereskan masalah. Persoalan yang memicu khawatir terasa makin besar karena tidak ada energi untuk menghadapinya.

Lingkaran ini sering membuat orang menyalahkan diri sendiri. Padahal yang sedang terjadi adalah pola gejala yang bisa diputus.

Hal kecil yang bisa membantu dari hari ke hari

Langkah-langkah ini tidak menggantikan penanganan, tetapi bisa sedikit melonggarkan lingkaran tadi:

  • Bangun di jam yang sama setiap hari, walau malamnya tidur buruk. Konsistensi jam bangun sering lebih berpengaruh daripada jumlah jam tidurnya.
  • Kurangi kopi, minuman berkafein, dan rokok. Kafein dan nikotin bisa memperberat jantung berdebar dan rasa gelisah.
  • Jangan memakai alkohol untuk menenangkan diri. Alkohol memang membuat cepat mengantuk, tetapi merusak kualitas tidur di paruh kedua malam.
  • Lakukan satu kegiatan kecil yang dulu Anda sukai, walau belum terasa menyenangkan. Saat depresi, rasa senang sering baru menyusul setelah Anda mulai bergerak.
  • Ceritakan kepada satu orang yang Anda percaya apa yang sedang Anda alami.

Pilihan penanganan bila keduanya muncul bersama

Penanganan biasanya menyasar keduanya sekaligus. Psikoterapi seperti CBT (terapi kognitif-perilaku) membantu mengenali pikiran yang menyalahkan diri dan kebiasaan menghindar, lalu melatih cara baru menghadapinya. Untuk gangguan kecemasan, CBT termasuk psikoterapi dengan dukungan bukti paling banyak. Psikiater juga bisa mempertimbangkan obat golongan SSRI atau SNRI, yaitu golongan antidepresan yang juga dipakai untuk gangguan cemas. Pilihan obat dan pemantauannya sepenuhnya ada di tangan psikiater, dan obat sering dipadukan dengan terapi.

Cara psikiater menyusun dan memprioritaskan rencana penanganan dibahas lebih rinci di gangguan kecemasan dan depresi: bagaimana rencana penanganannya. Bila yang paling menonjol adalah khawatir yang tidak bisa berhenti, baca juga GAD: ketika kekhawatiran sulit dikendalikan.

Kemajuan biasanya datang bertahap: tidur mulai lebih teratur, cemas lebih jarang memuncak, atau Anda mulai kembali ke rutinitas kecil. Bila tidak ada perubahan, itu tanda rencananya perlu ditinjau bersama dokter.

Saat rasa putus asa mulai mengambil alih

Gabungan depresi dan cemas bisa membuat seseorang merasa terjebak: tidak punya tenaga untuk bergerak, tetapi tidak bisa berhenti khawatir. Bila rasa putus asa makin kuat, risiko menyakiti diri perlu dianggap serius.

Bila Anda keluarga atau teman, waspadai bila dia mulai bicara tidak ingin hidup, menutup diri sepenuhnya, membagi-bagikan barang berharga, atau tampak sangat gelisah sekaligus putus asa. Hindari nasihat seperti "jangan dipikirkan", karena gejalanya tidak bisa hilang semudah itu. Tanyakan dengan tenang apakah dia punya pikiran menyakiti diri. Bila ya, atau Anda ragu dia aman, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau bawa dia ke IGD terdekat.

Bercerita ke psikiater saat pikiran sedang kusut

Anda tidak harus bisa menjelaskan semuanya dengan runtut. Beberapa poin di ponsel sudah cukup: gejala yang paling mengganggu, pola tidur, serangan panik bila ada, pikiran menyakiti diri, obat atau zat yang dipakai, dan dampaknya pada pekerjaan atau hubungan. Bila sulit bercerita, ajak pendamping yang Anda percaya, dan dokter akan membantu lewat pertanyaan.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang fokus praktiknya mencakup gangguan kecemasan, atau dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Dokter akan membantu memilah mana gejala depresi dan mana gejala cemas, lalu menyusun rencana penanganan bersama Anda.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah depresi dan cemas bisa terjadi bersamaan? Bisa. Keduanya sering muncul bersama dan saling memperkuat, misalnya lewat tidur yang terganggu dan kebiasaan menghindar.

Apa bedanya cemas dan depresi? Cemas lebih banyak berupa rasa takut, khawatir, dan siaga terhadap hal yang mungkin terjadi. Depresi lebih banyak berupa sedih, hampa, hilang minat, dan putus asa. Beberapa gejala, seperti sulit tidur dan sulit konsentrasi, bisa muncul pada keduanya.

Kenapa depresi dan cemas membuat sangat lelah? Depresi menurunkan tenaga, sementara cemas membuat tubuh dan pikiran terus siaga dan mengganggu tidur. Akibatnya Anda kehabisan energi tetapi tidak bisa benar-benar beristirahat.

Apakah depresi dan cemas harus diobati dengan obat? Tidak selalu. Psikoterapi seperti CBT dan perubahan rutinitas bisa menjadi bagian utama rencana, sedangkan obat golongan SSRI atau SNRI dipertimbangkan psikiater setelah pemeriksaan bila diperlukan.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.