EMDR (eye movement desensitization and reprocessing), dalam bahasa Indonesia kurang lebih "desensitisasi dan pemrosesan ulang lewat gerakan mata", adalah salah satu psikoterapi yang dipakai untuk menangani trauma, terutama PTSD. Terapi ini memakai rangsangan bergantian kiri dan kanan untuk membantu otak memproses ulang ingatan traumatis. Kenangannya tetap ada, tetapi diharapkan tidak lagi memicu rasa takut dan reaksi tubuh sekuat dulu. Anda juga tidak selalu harus menceritakan kejadiannya secara panjang lebar.

Ketika ingatan lama terasa seperti terjadi sekarang

Setelah peristiwa berat, wajar bila seseorang merasa terguncang selama beberapa minggu pertama. Pada sebagian orang, keluhannya menetap. Kejadian itu terus muncul dalam kilas balik atau mimpi buruk, tempat dan suara tertentu dihindari, perasaan dan pikiran tentang diri berubah menjadi muram, dan tubuh terus waspada seakan bahaya belum lewat. Bila keluhan seperti ini menetap lebih dari sekitar satu bulan dan mengganggu kegiatan, kondisinya disebut PTSD.

Ingatan traumatis terasa berbeda dari kenangan biasa. Saat teringat, yang muncul tidak hanya cerita masa lalu. Jantung ikut berdebar, dada terasa sesak, dan rasa takutnya sama seperti waktu itu. EMDR bekerja pada ingatan semacam ini. Tanda PTSD dan pilihan terapinya dibahas di artikel PTSD dan EMDR.

Tahapan terapi EMDR dari awal sampai akhir

EMDR adalah rangkaian terapi yang terstruktur, bukan sekadar latihan menggerakkan mata. Garis besarnya seperti ini:

  • Riwayat dan rencana. Terapis memahami keluhan, riwayat kesehatan, dukungan yang Anda miliki, dan ingatan mana yang paling mengganggu.
  • Persiapan. Anda belajar cara menenangkan diri, misalnya membayangkan tempat yang terasa aman atau teknik napas. Anda juga menyepakati tanda untuk berhenti, misalnya mengangkat tangan.
  • Menentukan ingatan sasaran. Anda memilih satu gambaran dari kejadian itu, pikiran negatif yang menempel, misalnya "saya tidak berdaya", pikiran yang ingin Anda yakini, misalnya "saya sudah aman sekarang", dan seberapa berat rasanya saat ini.
  • Pemrosesan. Bagian inilah yang paling dikenal orang, dan dijelaskan di bawah.
  • Penguatan dan penutupan. Pikiran yang lebih menolong diperkuat, sisa ketegangan di tubuh diperiksa, dan sesi ditutup dengan Anda kembali tenang.
  • Evaluasi. Di pertemuan berikutnya, Anda dan terapis melihat apa yang berubah sejak sesi sebelumnya.

Lamanya tiap tahap berbeda pada setiap orang. Bagi sebagian orang, tahap persiapan perlu waktu lebih panjang sebelum pemrosesan dimulai.

Seperti apa satu sesi pemrosesan

Misalkan seseorang pernah mengalami kecelakaan motor dan sejak itu panik setiap mendengar klakson. Pada tahap pemrosesan, terapis memintanya memusatkan perhatian pada gambaran detik-detik sebelum tabrakan, bersama pikiran "saya akan mati" dan rasa sesak di dada.

Sambil memegang gambaran itu dalam pikiran, ia mengikuti gerakan jari terapis yang bergerak kiri dan kanan selama beberapa saat. Selain gerakan mata, rangsangan ini bisa berupa ketukan bergantian di tangan atau lutut, atau bunyi yang bergantian di telinga kiri dan kanan lewat headphone. Lalu terapis berhenti dan bertanya singkat, "Apa yang muncul sekarang?" Ia cukup menjawab dengan beberapa kata.

Putaran seperti ini diulang beberapa kali. Perlahan, rasa takut biasanya mereda, dan yang muncul bisa berupa pikiran baru, misalnya "kejadian itu sudah lewat, saya selamat". Bagaimana tepatnya EMDR menghasilkan perubahan masih terus diteliti, jadi penjelasan bahwa gerakan mata langsung "memperbaiki" ingatan terlalu menyederhanakan prosesnya.

Apakah harus menceritakan seluruh detail kejadian?

Tidak selalu. Terapis perlu informasi yang cukup untuk memahami pengalaman Anda, dampaknya, dan keselamatan Anda. Namun, dalam EMDR Anda umumnya tidak perlu menceritakan seluruh kejadian secara rinci, dan selama pemrosesan Anda cukup melaporkan apa yang muncul dengan singkat.

Bila ada hal yang belum sanggup Anda ceritakan, sampaikan batas itu. Anda dan terapis bisa mencari cara melanjutkan yang lebih nyaman.

Rasa tidak nyaman setelah sesi, dan kapan tidak boleh menunggu

Sebagian orang merasa lelah, lebih emosional, atau bermimpi lebih jelas setelah sesi. Ingatan lain juga bisa muncul di hari-hari berikutnya. Gunakan cara menenangkan diri yang sudah dilatih, catat apa yang muncul, dan ceritakan di pertemuan berikutnya. Jangan menganggap keluhan yang memberat sebagai tanda pasti terapi sedang berhasil. Keluhan seperti itu tetap perlu dipantau dan disampaikan.

Sebelum sesi selesai, pastikan Anda tahu cara menghubungi terapis bila muncul kesulitan. Jangan menunggu pertemuan berikutnya bila keluhan sangat berat atau kegiatan sehari-hari terganggu. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau Anda merasa tidak bisa menjaga keselamatan, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Kapan EMDR mungkin perlu ditunda

EMDR tidak selalu langsung dimulai. Bila Anda masih berada dalam situasi yang tidak aman, misalnya masih tinggal bersama orang yang melakukan kekerasan, keselamatan perlu diurus lebih dulu. Hal yang sama berlaku bila sedang ada krisis bunuh diri, penggunaan alkohol atau zat yang tidak terkendali, gejala psikotik, atau sering merasa "terlepas" dari diri dan sekitar. Pada keadaan seperti ini, psikiater bisa membantu menstabilkan kondisi lebih dulu, termasuk dengan obat bila perlu.

Jangan mencoba memproses ingatan traumatis yang berat sendirian dengan mengikuti video latihan gerakan mata. EMDR dijalankan oleh psikolog klinis atau psikiater yang sudah terlatih EMDR. Pilihan lain untuk trauma, seperti CBT yang berfokus pada trauma, dibandingkan di artikel EMDR vs CBT.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

EMDR termasuk pendekatan yang dipakai dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ. Dalam konsultasi psikiatri, Anda bisa membicarakan keluhan setelah trauma, lalu bersama dokter menimbang apakah EMDR atau terapi lain cocok untuk Anda dan apakah obat diperlukan untuk sementara. Jadwal praktiknya bisa dilihat di profil dokter. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah EMDR bisa menghapus ingatan buruk? Tidak. Ingatannya tetap ada, tetapi yang diharapkan adalah rasa takut, sesak, dan reaksi tubuh saat mengingatnya berkurang, sehingga Anda bisa kembali menjalani kegiatan sehari-hari.

Berapa kali sesi EMDR yang dibutuhkan? Jumlahnya berbeda pada setiap orang. Trauma yang terjadi sekali sering punya kebutuhan yang berbeda dari trauma yang berulang sejak lama. Tanyakan perkiraan rencana dan cara menilai kemajuan kepada terapis Anda.

Apakah EMDR sama dengan hipnosis? Tidak. Selama EMDR Anda tetap sadar penuh, tahu apa yang sedang terjadi, dan bisa meminta berhenti kapan saja.

Bolehkah mencoba EMDR sendiri lewat video? Sebaiknya tidak. Memunculkan ingatan traumatis tanpa persiapan dan pendampingan bisa membuat keluhan memberat. Cara menenangkan diri yang aman bisa dipelajari bersama terapis lebih dulu.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.