Gejala negatif skizofrenia adalah berkurangnya kemampuan atau dorongan yang dulu dimiliki seseorang. Wujudnya bisa berupa wajah yang tampak datar, bicara sangat sedikit, sulit memulai kegiatan sesederhana mandi, tidak lagi menikmati hal yang dulu disukai, dan menjauh dari orang lain. Karena tidak semencolok halusinasi, gejala ini sering disangka malas atau tidak mau berusaha. Padahal, gejala negatif adalah bagian dari penyakitnya dan sangat memengaruhi kemampuan bekerja, bergaul, dan hidup mandiri.
Kenapa disebut "negatif"
Dalam skizofrenia, dokter mengenal dua kelompok gejala besar. Gejala positif adalah pengalaman yang "bertambah", yaitu hal yang biasanya tidak dialami orang lain, seperti halusinasi dan waham. Gejala negatif adalah fungsi yang "berkurang" atau hilang dari keadaan semula.
Jadi kata "negatif" tidak berarti buruk atau jahat. Istilah ini hanya menggambarkan ada sesuatu yang dulu ada dan sekarang menurun. Gejala positif biasanya lebih cepat membaik dengan obat, sementara gejala negatif sering bertahan lebih lama dan butuh pendekatan tambahan.
Bentuk gejala negatif yang sering terlihat di rumah
Dokter biasanya mengelompokkan gejala negatif ke dalam beberapa bentuk. Istilahnya terdengar teknis, tetapi wujudnya mudah dikenali keluarga:
- Afek tumpul atau datar. Ekspresi wajah dan nada suara berkurang. Ia tidak tersenyum saat mendengar kabar baik dan tampak "kosong" saat diajak bicara.
- Alogia (miskin bicara). Jawabannya pendek-pendek, seperti "ya" atau "nggak tahu", dan jarang memulai percakapan.
- Avolisi (sulit memulai dan menuntaskan). Ia tahu perlu mandi, berangkat kerja, atau membereskan kamar, tetapi tidak sanggup memulainya. Tugas yang sudah dimulai pun sering terbengkalai.
- Anhedonia (berkurangnya rasa senang). Hobi, makanan favorit, atau acara keluarga tidak lagi terasa menyenangkan. Penjelasan lebih lengkap ada di Anhedonia.
- Menarik diri dari pergaulan. Ia lebih banyak di kamar, menghindari teman, dan tidak tertarik bertemu orang.
Tidak semua orang dengan skizofrenia mengalami semuanya. Polanya berbeda pada setiap orang, dan beratnya bisa berubah dari waktu ke waktu.
Kadang penyebabnya bukan skizofrenia itu sendiri
Dokter membedakan gejala negatif primer, yang berasal langsung dari skizofrenia, dan gejala negatif sekunder, yang tampak sama tetapi disebabkan hal lain. Penyebab sekunder yang sering dicari antara lain efek samping obat, depresi, gejala positif yang masih ada, kurang tidur, pemakaian zat, dan lingkungan yang membuatnya jarang beraktivitas.
Sebagian obat antipsikotik bisa membuat tubuh terasa kaku, gerak melambat, wajah kurang berekspresi, atau mengantuk berlebihan. Ini mudah disangka gejala negatif. Contoh lain, orang yang masih sangat curiga bisa mengurung diri karena takut, dan dari luar ini terlihat seperti kehilangan dorongan. Membedakan semua ini penting karena penanganannya berbeda. Jangan mengurangi atau menghentikan obat sendiri; ceritakan perubahan yang Anda lihat kepada psikiater agar pengobatannya bisa disesuaikan.
Gejala negatif atau depresi?
Keduanya bisa tampak sama: diam, lesu, dan kehilangan minat. Bedanya, pada depresi biasanya ada perasaan sedih yang dalam, merasa bersalah, putus asa, atau tidak berharga. Pada gejala negatif, yang menonjol justru kekosongan. Emosinya cenderung datar, tanpa rasa sedih yang mendalam.
Orang dengan skizofrenia juga bisa mengalami depresi sekaligus, dan ini perlu ditangani tersendiri. Bila ia mulai berkata hidupnya tidak berguna, membagikan barang-barangnya, atau bicara soal ingin mati, jangan anggap itu bagian dari "gejala biasa". Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis), atau bawa ke IGD terdekat bila ada tanda ia akan menyakiti diri.
Pengobatan gejala negatif
Obat antipsikotik terutama membantu meredakan gejala positif. Untuk gejala negatif, psikiater bisa meninjau ulang jenis obat, menangani depresi atau efek samping yang ikut berperan, dan mengatasi masalah tidur.
Di luar obat, pendekatan psikososial sering diperlukan, misalnya latihan keterampilan sosial, CBT (terapi kognitif-perilaku), rehabilitasi psikososial untuk melatih kembali kemampuan sehari-hari, dan edukasi bagi keluarga. Pemahaman keluarga tentang kondisi ini ikut menentukan suasana pemulihan; materi Psikoedukasi Skizofrenia bisa menjadi titik awal. Kemajuannya biasanya bertahap dan perlu dipantau dalam kontrol rutin.
Mendampingi tanpa mencap "malas"
Kata-kata seperti "malas", "percuma", atau "susah diatur" mudah terucap saat keluarga lelah. Masalahnya, suasana rumah yang penuh kritik dan ketegangan berkaitan dengan risiko kambuh yang lebih tinggi. Nada yang tenang lebih membantu daripada nasihat panjang.
Ubah ajakan yang besar menjadi langkah yang sangat konkret. Daripada "Kamu harus semangat," coba "Yuk, temani Ibu ke warung sebentar." Sepakati satu atau dua kegiatan harian, misalnya mandi sebelum makan siang atau ikut makan malam bersama, lalu beri pujian saat ia berhasil melakukannya. Jangan mengambil alih semua urusannya, tetapi jangan juga menuntut ia langsung kembali seperti dulu. Bila ia sudah siap untuk langkah yang lebih besar, seperti kembali bekerja, baca Hidup dengan Skizofrenia.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Bila Anda melihat ia makin sulit mengurus diri atau makin menarik diri, ceritakan perubahan itu dalam kontrol bersama dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ. Skizofrenia adalah salah satu fokus praktik beliau. Konsultasi dan kunjungan follow-up di Klinik Utama Luna bisa dipakai untuk menilai apakah perubahan itu gejala negatif, efek samping, atau depresi, lalu menyesuaikan obat bila perlu. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya gejala positif dan negatif skizofrenia? Gejala positif adalah pengalaman yang bertambah, seperti halusinasi dan waham. Gejala negatif adalah kemampuan yang berkurang, seperti ekspresi datar, bicara sedikit, dan sulit memulai kegiatan.
Apakah gejala negatif skizofrenia bisa membaik? Bisa, walau biasanya lebih lambat daripada gejala positif. Perbaikan sering datang dari gabungan pengobatan yang disesuaikan, latihan keterampilan sehari-hari, dan dukungan keluarga yang konsisten.
Apakah obat antipsikotik bisa membuat seseorang tampak datar? Bisa. Sebagian antipsikotik bisa membuat gerak melambat, wajah kurang berekspresi, atau mengantuk. Ceritakan perubahan itu kepada psikiater, karena obat bisa disesuaikan, tetapi jangan menghentikannya sendiri.
Kapan keluarga perlu mempercepat jadwal kontrol? Saat ia makin tidak mampu mengurus diri, berhenti makan atau mandi, halusinasi atau curiganya muncul lagi, atau mulai bicara putus asa. Bila ada tanda ingin menyakiti diri, jangan menunggu jadwal kontrol. Segera bawa ke IGD terdekat atau hubungi 119.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





