Ringkasan: Selain pelupa, orang dengan demensia bisa menjadi gelisah, curiga, murung, sulit tidur, atau bersikap tidak seperti biasanya. Dokter menyebutnya gejala perilaku dan psikologis demensia. Perubahan ini tidak mencerminkan watak orang tua Anda, dan tidak selalu disebabkan demensianya saja: nyeri, penyakit lain, lingkungan, penglihatan atau pendengaran yang menurun, dan obat juga bisa berperan. Bila kebingungan atau perubahan perilaku muncul mendadak, segera cari pemeriksaan medis.
Banyak keluarga sudah siap menghadapi pertanyaan yang diulang-ulang atau kacamata yang terselip. Yang lebih mengejutkan adalah ketika ibu atau ayah yang Anda kenal seumur hidup mulai menuduh, mondar-mandir, menolak dibantu, atau tampak takut di rumahnya sendiri. Wajar bila Anda merasa terluka, lalu merasa bersalah karena ikut marah.
Memahami perubahan perilaku tidak berarti membenarkan tindakan yang membahayakan. Pemahaman ini membantu Anda mengganti pertanyaan "kenapa Ibu tega begini ke saya?" dengan pertanyaan yang lebih berguna: "apa yang sedang membuat Ibu takut, tidak nyaman, atau bingung?"
Demensia mengubah lebih dari ingatan
Demensia bisa memengaruhi ingatan, cara berpikir, cara berkomunikasi, suasana hati, dan perilaku. Pengalaman setiap orang berbeda. Ada yang menjadi mudah cemas atau sedih, ada yang kehilangan minat, dan ada yang jadi gelisah atau sulit tidur.
Kemampuan memahami sekitar juga bisa terganggu. Orang tua bisa jadi curiga, salah mengartikan suara atau benda, atau melihat dan mendengar sesuatu yang tidak dialami orang lain. Dalam keseharian, Anda mungkin melihat ia mondar-mandir, mencoba keluar rumah, menyembunyikan barang, atau bereaksi keras saat dibantu.
Tidak semua orang dengan demensia mengalami perubahan yang sama, dan satu perilaku tidak langsung menunjukkan penyebabnya. Halusinasi pada lansia, misalnya, bisa disebabkan banyak hal selain demensia. Kemungkinan penyebabnya dibahas di artikel halusinasi pada lansia.
Membaca perilaku sebagai petunjuk
Orang tua yang menolak mandi mungkin sedang kedinginan, malu, kesakitan, atau tidak paham apa yang diminta. Orang tua yang menuduh barangnya dicuri mungkin memang tidak bisa mengingat di mana ia menaruhnya. Bagi Anda, tuduhan itu menyakitkan. Bagi dia, rasa takut kehilangan itu juga terasa sangat nyata.
Bila Anda membaca perilaku sebagai petunjuk, Anda bisa mencari kebutuhan di baliknya. Namun keselamatan dan harga diri Anda sebagai pendamping juga perlu dijaga. Bila ada pukulan, ancaman, atau benda berbahaya, Anda boleh menjaga jarak, memanggil bantuan, dan mendahulukan keselamatan. Mendampingi orang tua tidak berarti harus menghadapi bahaya sendirian.
Periksa kemungkinan nyeri, penyakit, dan efek obat
Perubahan perilaku bisa dipicu nyeri, kurang tidur, pendengaran atau penglihatan yang menurun, tempat yang terlalu ramai, rutinitas yang berubah, atau efek dan interaksi obat. Dokter juga perlu memeriksa kemungkinan delirium dan penyakit lain, terutama bila perubahannya terjadi cepat.
Mulailah dengan mengamati tanpa menghakimi. Apa yang terjadi tepat sebelum ia gelisah? Apakah ruangan sedang bising, ia baru pindah tempat, tampak menahan sakit, atau baru ganti obat? Catat juga apa yang membuatnya sedikit lebih tenang. Catatan ini membantu dokter mencari penyebabnya.
Jangan mengubah atau menghentikan obat sendiri. Tubuh lansia lebih rentan terhadap efek samping dan interaksi antarobat, jadi bawalah daftar lengkap obat resep, obat bebas, jamu, dan suplemen saat periksa.
Saat orang tua curiga atau gelisah, kurangi berdebat
Membuktikan bahwa ingatannya keliru jarang menghilangkan rasa takutnya. Cara yang lebih menenangkan adalah menyebut perasaan yang Anda lihat, misalnya "sepertinya ini bikin Ibu khawatir, ya", lalu menawarkan satu langkah sederhana, seperti duduk di tempat yang lebih tenang atau mencari barangnya bersama.
Gunakan kalimat pendek dan sampaikan satu hal dalam satu waktu. Bila pesan Anda tidak dipahami, coba ulangi dengan kata lain sebelum nada suara ikut naik. Kecilkan suara televisi, hindari banyak orang bicara bersamaan, dan pastikan alat bantu dengar atau kacamatanya terpakai dengan baik.
Cara-cara ini sering membantu, tetapi tidak selalu berhasil meredakan situasi. Bila gelisahnya terutama muncul menjelang sore atau malam, artikel tentang sundowning membahas pola itu lebih khusus.
Perubahan mendadak perlu diperiksa dokter
Perubahan yang terjadi tiba-tiba sebaiknya tidak dianggap "demensia biasa". Kebingungan yang baru muncul, kesadaran yang menurun, jatuh atau cedera, tidak mampu minum, demam atau keluhan fisik baru, atau perubahan yang membuat keselamatan tidak bisa dijaga perlu segera diperiksa dokter. Kondisi ini bisa jadi tanda delirium pada lansia, yang biasanya dipicu masalah fisik.
Dalam situasi seperti itu, bawa orang tua ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat 119. Bila ia mengungkapkan keinginan menyakiti diri, atau halusinasi dan rasa curiganya membuat ia atau orang lain tidak aman, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Kapan obat antipsikotik dipertimbangkan pada demensia
Pedoman perawatan demensia menganjurkan agar penyebab perubahan perilaku dicari dulu, lalu dicoba cara tanpa obat, seperti menata lingkungan dan memperbaiki cara berkomunikasi. Langkahnya bisa dimulai dari mengatasi nyeri, membuat suasana rumah lebih tenang, atau mencarikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat orang tua.
Antipsikotik hanya dipertimbangkan pada keadaan tertentu, misalnya bila ada risiko menyakiti diri atau orang lain, atau gejala yang membuatnya sangat menderita. Pada demensia, obat ini bisa meningkatkan risiko stroke dan kematian, sehingga manfaat, risiko, dan pemantauannya harus dibahas dengan dokter. Beberapa jenis demensia juga sangat peka terhadap obat tertentu. Karena itu, memakai obat sisa milik orang lain atau mengubah takaran tanpa dokter tidak aman.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Saat berkonsultasi, bawa catatan perubahan perilaku orang tua Anda: kapan muncul, apa dampaknya, keluhan fisik, pola tidur, makan dan minum, serta semua obat dan suplemen yang dipakai. Anda bisa membuat janji dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang menangani psikiatri geriatri. Sebisa mungkin, ajak orang tua ikut bercerita langsung kepada dokter, jangan hanya dibicarakan seolah ia tidak ada di ruangan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja gejala perilaku dan psikologis demensia?
Gejalanya bisa berupa cemas, sedih atau kehilangan minat, gelisah, tidur berubah, curiga, halusinasi, mondar-mandir, atau perilaku agresif. Tidak semua orang mengalaminya, dan setiap perubahan perlu dilihat bersama kondisi kesehatan dan lingkungannya.
Apakah perubahan perilaku selalu berarti demensianya makin parah?
Tidak selalu. Nyeri, kurang tidur, pendengaran atau penglihatan yang menurun, lingkungan, efek obat, dan penyakit lain bisa ikut berperan. Perubahan yang mendadak justru menjadi alasan untuk segera periksa ke dokter.
Bagaimana menghadapi orang tua dengan demensia yang curiga atau marah?
Akui rasa takut atau kesalnya tanpa ikut membenarkan keyakinan yang keliru, bicara dengan kalimat pendek, dan kurangi keramaian di sekitarnya. Bila ada risiko kekerasan, jaga jarak dan minta bantuan, karena keselamatan Anda juga penting.
Kapan perubahan perilaku pada lansia harus dibawa ke IGD?
Segera ke IGD bila perubahan muncul mendadak, kesadaran menurun, orang tua jatuh atau cedera, tidak mampu minum, atau keselamatannya tidak bisa dijaga di rumah. Kondisi seperti ini bisa menandakan masalah medis yang perlu ditangani hari itu juga.
Sumber
- World Health Organization. Dementia. 3 Juli 2026.
- National Institute on Aging. Alzheimer’s Caregiving: Managing Personality and Behavior Changes. Tanpa tanggal publikasi pada halaman.
- National Institute on Aging. Caring for Older Patients With Cognitive Impairment. Tanpa tanggal publikasi pada halaman.
- National Institute for Health and Care Excellence. Dementia: assessment, management and support for people living with dementia and their carers (NG97). 20 Juni 2018.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





