Halusinasi suara adalah pengalaman mendengar suara, bisikan, atau bunyi yang tidak didengar orang lain di sekitar Anda. Suaranya bisa terasa sangat nyata, dan wajar bila Anda bingung, takut, atau malu menceritakannya. Penyebabnya beragam dan tidak selalu berarti skizofrenia, tetapi suara yang terus muncul saat Anda terjaga penuh perlu diperiksa.

Bila suara itu menyuruh Anda menyakiti diri sendiri atau orang lain, jangan menunggu. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat, dan minta seseorang menemani Anda.

Seperti apa rasanya mendengar suara yang tidak ada

Setiap orang menggambarkannya berbeda. Ada yang mendengar namanya dipanggil saat sendirian di kamar. Ada yang mendengar bisikan, suara yang mengomentari apa yang sedang ia lakukan, atau beberapa suara yang seperti sedang membicarakannya. Ada juga yang hanya mendengar bunyi, misalnya ketukan, langkah kaki, atau musik.

Suara itu bisa terdengar dari luar, seperti dari balik pintu, atau terasa ada di dalam kepala tetapi bukan pikiran sendiri. Isinya bisa netral, bisa juga menghina, mengancam, atau menakut-nakuti. Banyak orang awalnya menoleh mencari sumbernya atau diam-diam bertanya ke orang lain, "Kamu dengar itu, nggak?"

Mengalami ini bukan berarti Anda mengada-ada atau mencari perhatian. Otak memang bisa menghasilkan pengalaman mendengar tanpa ada bunyi dari luar, dan bagi yang mengalaminya, pengalaman itu sama nyatanya dengan suara sungguhan.

Tidak selalu tanda gangguan jiwa berat

Mendengar suara sesaat menjelang tidur atau tepat saat baru bangun cukup umum dialami orang sehat. Pengalaman seperti ini tidak otomatis menandakan gangguan psikotik. Orang yang baru kehilangan seseorang juga kadang merasa mendengar suara orang yang sudah meninggal itu.

Di luar itu, halusinasi suara punya banyak kemungkinan penyebab:

  • Kurang tidur yang ekstrem, misalnya berhari-hari hampir tidak tidur.
  • Demam tinggi dan kondisi medis tertentu, termasuk infeksi berat dan gangguan pada otak.
  • Pemakaian zat atau putus zat, seperti sabu, ganja, atau berhenti minum alkohol setelah lama minum banyak. Langkahnya dibahas di Halusinasi setelah Menggunakan Narkoba.
  • Depresi berat atau gangguan bipolar, yang kadang disertai suara merendahkan atau menyalahkan. Lihat Halusinasi saat Depresi.
  • Gangguan pendengaran, terutama pada orang yang lebih tua, yang kadang membuat seseorang mendengar musik atau lagu yang tidak diputar.
  • Gangguan psikotik, termasuk skizofrenia, biasanya bersama gejala lain seperti rasa curiga berlebihan atau keyakinan yang sulit digoyahkan.

Karena kemungkinannya banyak, Anda tidak perlu menebak-nebak sendiri. Biarkan dokter yang mencari penyebabnya lewat pemeriksaan.

Kapan suara itu perlu diperiksa

Periksakan diri bila suara muncul saat Anda terjaga penuh, bukan hanya menjelang tidur, dan terjadi berulang. Begitu juga bila suara membuat Anda takut, mengganggu tidur, pekerjaan, atau kuliah, atau muncul bersama perubahan lain: makin curiga pada orang, menarik diri, atau sulit berpikir jernih.

Bila suara datang bersama demam, kebingungan, atau kejang, atau muncul setelah memakai zat, langsung ke IGD atau hubungi 119 untuk ambulans. Keadaan seperti ini bisa menandakan masalah fisik yang harus ditangani lebih dulu. Bila ini pertama kalinya Anda atau keluarga mengalami gejala seperti ini, artikel Apa Itu Psikosis? bisa membantu memahami gambaran besarnya.

Saat suara menyuruh menyakiti diri atau orang lain

Suara yang memerintah disebut halusinasi perintah. Ini perlu ditanggapi serius, terutama bila suara menyuruh menyakiti diri atau orang lain, Anda merasa sulit menolaknya, atau mulai berpikir untuk mengikutinya.

Dalam keadaan seperti ini, jangan sendirian. Beri tahu satu orang yang Anda percaya, jauhkan diri dari benda yang bisa membahayakan, lalu hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau langsung ke IGD terdekat. Hal yang sama berlaku bila muncul pikiran ingin mati.

Menghadapi suara sambil menunggu diperiksa

Sebagian orang merasa suara lebih mudah diabaikan bila perhatiannya tersita hal lain, misalnya mengobrol dengan orang lain, mendengarkan musik, atau bersenandung pelan. Cara ini tidak menyembuhkan, tetapi bisa membantu Anda melewati saat-saat berat.

Usahakan juga tidur cukup dan jauhi alkohol serta zat lain, karena kurang tidur dan zat bisa membuat suara makin sering muncul. Catat secara singkat kapan suara muncul, apa isinya, dan apa yang sedang terjadi saat itu. Catatan ini berguna saat bertemu dokter, tanpa Anda harus mengingat semuanya di ruang periksa.

Bila yang mendengar suara adalah anggota keluarga Anda

Saat orang yang Anda sayangi bercerita mendengar suara, reaksi pertama sering ingin membantah: "Nggak ada suara apa-apa." Bantahan seperti itu jarang menenangkan, karena baginya suara itu nyata. Mengejek atau membentak malah membuatnya takut dan menutup diri.

Coba akui perasaannya tanpa ikut membenarkan isi suara itu. Misalnya: "Aku nggak dengar suaranya, tapi aku percaya kamu sedang mengalami sesuatu yang berat. Kita cari bantuan sama-sama, ya." Tanyakan dengan lembut apakah suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu, karena jawabannya penting untuk menilai keselamatan.

Kurangi suara keras dan keramaian di sekitarnya. Bila ada tanda bahaya, jangan tinggalkan ia sendirian dan jangan mencoba menangani semuanya sendiri. Bila ini episode pertama, panduan Episode Psikotik Pertama membahas langkah keluarga lebih rinci.

Penanganan halusinasi suara

Penanganan mengikuti penyebabnya. Infeksi, efek obat, atau masalah pendengaran ditangani sesuai sumbernya. Bila suara muncul sebagai bagian dari gangguan psikotik, depresi berat, atau bipolar, psikiater bisa mempertimbangkan obat dari golongan antipsikotik atau golongan lain sesuai hasil pemeriksaan.

Psikoterapi juga bisa membantu Anda mengurangi rasa takut terhadap suara dan menemukan cara menghadapinya. Bila suara itu bagian dari gejala psikotik, makin cepat ditangani, umumnya makin baik pemulihannya. Setelah suara mereda, sepakati bersama dokter dan keluarga tanda apa saja yang perlu segera dilaporkan bila suara mulai muncul lagi.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila penyebab medis yang mendesak sudah disingkirkan dan suara-suara itu tetap datang, Anda bisa memeriksakannya ke dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ; skizofrenia dan gangguan psikotik termasuk bidang yang beliau tangani. Di Klinik Utama Luna, Anda bisa menceritakan suara itu apa adanya tanpa takut dihakimi, lalu melanjutkan dengan kontrol dan pengaturan obat bila diperlukan. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mendengar bisikan saat mau tidur itu normal? Umumnya ya. Mendengar suara sesaat menjelang tidur atau saat baru bangun cukup sering dialami orang sehat dan tidak otomatis menandakan gangguan jiwa. Yang perlu diperiksa adalah suara yang muncul berulang saat Anda terjaga penuh, menakutkan, atau memerintah.

Apakah halusinasi suara berarti skizofrenia? Tidak selalu. Halusinasi suara juga bisa muncul karena kurang tidur ekstrem, demam tinggi, pemakaian atau putus zat, depresi berat, bipolar, duka mendalam, atau gangguan pendengaran. Dokter perlu memeriksa gejala lain dan riwayat Anda untuk mencari penyebabnya.

Bisakah halusinasi suara hilang? Bisa. Setelah penyebabnya ditangani, entah dengan pengobatan, psikoterapi, atau keduanya, suara bisa mereda atau tidak lagi mengganggu seperti sebelumnya. Bila suara pernah hilang lalu muncul lagi, segera kabari dokter.

Bagaimana menanggapi keluarga yang mendengar suara? Tetap tenang, jangan mengejek atau berdebat soal nyata tidaknya suara itu, dan akui rasa takutnya. Tanyakan apakah suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang berbahaya; bila ya, hubungi 119 ekstensi 8 atau bawa ke IGD.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.