Sakau obat penenang adalah keluhan yang muncul ketika tubuh sudah terbiasa dengan obat penenang, lalu obat itu dikurangi atau dihentikan. Gejalanya bisa berupa gelisah berat, tidak bisa tidur, gemetar, dan berkeringat. Yang perlu diingat: berhenti mendadak setelah lama memakai obat penenang bisa memicu kejang dan kebingungan berat, jadi penghentiannya perlu diawasi dokter. Kejang, bingung berat, atau sulit dibangunkan adalah keadaan darurat: segera bawa ke IGD terdekat.

Artikel ini ditulis untuk Anda yang melihat anggota keluarga gelisah, tidak bisa tidur, atau tampak "lain dari biasanya" setelah obatnya habis atau dikurangi. Tujuannya sederhana: membantu Anda membedakan kapan cukup membuat janji dengan psikiater dan kapan harus langsung ke rumah sakit.

Obat penenang apa yang dimaksud?

Dalam percakapan sehari-hari, "obat penenang" biasanya berarti obat golongan benzodiazepin. Obat ini diresepkan untuk cemas berat, serangan panik, atau susah tidur, dan sebagian obat tidur bekerja dengan cara yang mirip. Benzodiazepin bekerja cepat, tetapi bisa membuat tubuh tergantung. Itu sebabnya dokter biasanya membatasi lama pemakaiannya dan memantaunya dengan ketat.

Ketergantungan tidak hanya terjadi pada orang yang menyalahgunakan obat. Orang yang minum obat sesuai resep dalam waktu lama pun bisa mengalaminya. Otaknya sudah terbiasa bekerja dengan obat itu, sehingga ketika obat tiba-tiba berkurang, tubuh bereaksi. Jadi, sakau tidak otomatis berarti anggota keluarga Anda berbuat salah.

Gejala sakau obat penenang yang sering muncul

Keluhan biasanya campuran antara tubuh dan perasaan. Yang sering terlihat:

  • gelisah, cemas, atau panik yang terasa lebih berat daripada sebelum minum obat;
  • susah tidur sama sekali, atau tidur yang sangat gelisah;
  • tangan gemetar, berkeringat, dan jantung berdebar;
  • mudah tersinggung dan sulit berkonsentrasi;
  • sangat peka terhadap suara, cahaya, atau sentuhan;
  • dorongan kuat untuk mencari obat lagi.

Sebagian keluhan ini mirip dengan gangguan cemas yang kambuh. Dokter bisa membedakannya bila tahu kapan keluhan mulai, kapan terakhir obat diminum, dan apakah pemakaiannya berubah dalam beberapa waktu terakhir. Sampaikan juga bila ada alkohol atau obat lain yang ikut dipakai, karena berhenti mendadak dari alkohol juga bisa berbahaya.

Kenapa obat penenang tidak boleh dihentikan mendadak

Bila obat penenang sudah dipakai lama atau dalam jumlah besar, menghentikannya secara tiba-tiba bisa menyebabkan kejang. Kebingungan berat dan halusinasi juga bisa muncul. Inilah alasan penghentiannya harus diawasi dokter, dan keputusan untuk mengurangi, mengganti, atau melanjutkan obat dibuat bersama dokter setelah pemeriksaan langsung.

Banyak keluarga, dengan niat baik, langsung menyita lalu membuang semua obat. Langkah ini justru bisa memicu sakau mendadak. Yang lebih aman: simpan obat di tempat yang aman, jangan tambah atau kurangi pemakaiannya tanpa arahan dokter, lalu segera buat janji dengan dokter yang meresepkan atau dengan psikiater.

Kalau obat didapat tanpa resep atau dari orang lain, tetap ceritakan dengan jujur kepada dokter. Informasi ini penting untuk menentukan langkah yang aman.

Tanda sakau yang harus segera dibawa ke IGD

Segera ke IGD terdekat atau hubungi 119 bila anggota keluarga Anda:

  • kejang;
  • bingung berat, tidak tahu sedang di mana, atau bicaranya kacau;
  • melihat atau mendengar hal yang tidak ada (halusinasi);
  • sangat mengantuk sampai sulit dibangunkan, atau napasnya lambat dan tersengal;
  • gelisah hebat disertai demam;
  • melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya atau orang lain.

Sulit dibangunkan dan napas lambat juga bisa menjadi tanda kelebihan obat (overdosis), terutama bila obat penenang dicampur alkohol atau obat lain. Bawa kemasan obat ke rumah sakit dan sebutkan semua zat yang mungkin dipakai. Jangan memberi obat tambahan atau minuman beralkohol untuk "menenangkan".

Bila anggota keluarga Anda berkata ingin mati atau sudah tidak sanggup lagi, jangan tinggalkan dia sendirian. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Mendampingi di rumah tanpa memperkeruh suasana

Saat sakau, orang jadi mudah tersinggung dan cemas. Kalimat pendek yang tenang lebih membantu daripada ceramah panjang. Hindari ucapan seperti "kurang iman" atau "tahan saja", karena sakau adalah reaksi tubuh yang tidak bisa dihentikan dengan kemauan saja.

Beberapa hal praktis yang bisa Anda lakukan: jangan biarkan dia menyetir bila mengantuk berat atau bingung, jauhkan benda berbahaya bila bisa dilakukan dengan aman, pastikan dia tetap makan dan minum air, dan temani saat gelisahnya memuncak. Catat keluhan yang muncul beserta jamnya, supaya mudah diceritakan saat bertemu dokter.

Kalau dia menolak ke dokter, ajak dengan menyebut keluhan yang ia rasakan sendiri, misalnya susah tidur atau badan tidak enak. Kata "kecanduan" sering membuat orang menutup diri sebelum percakapan dimulai.

Seperti apa penanganan yang aman

Psikiater akan menanyakan obat apa yang dipakai, sudah berapa lama, apakah ada zat lain, dan bagaimana kondisi cemas atau tidurnya sebelum memakai obat. Dari situ dokter menilai apakah penanganan bisa dilakukan dengan rawat jalan atau perlu pemantauan di fasilitas yang lebih intensif. Bila obat perlu dikurangi, pengurangannya dilakukan bertahap dengan rencana yang disusun dokter khusus untuk orang tersebut.

Masalah awalnya juga perlu ditangani. Bila obat penenang dulu dipakai untuk cemas atau susah tidur, ada pilihan lain yang bisa dibahas, misalnya CBT (terapi kognitif-perilaku) untuk kecemasan, CBT-I (terapi kognitif-perilaku khusus insomnia) untuk susah tidur menahun, atau obat golongan lain yang dipilih psikiater. Konsultasikan dengan psikiater sebelum mengubah apa pun.

Baca juga penjelasan tentang gejala putus benzodiazepin, ketergantungan obat tidur, dan kapan putus zat perlu pengawasan medis.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila anggota keluarga Anda sudah lama minum obat penenang dan ingin berhenti, atau mulai gelisah setelah obatnya dikurangi, Anda bisa mengajaknya menemui dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ di klinik psikiatri Klinik Utama Luna, Fatmawati. Dokter akan menilai pemakaian obatnya dan apakah penanganan cukup lewat rawat jalan. Untuk kejang atau bingung berat, jangan menunggu jadwal: langsung ke IGD.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sakau obat penenang berbahaya? Bisa berbahaya. Setelah pemakaian lama atau dalam jumlah besar, berhenti mendadak bisa memicu kejang dan kebingungan berat yang perlu ditangani di IGD. Karena itu, penghentian obat penenang sebaiknya selalu direncanakan bersama dokter.

Apakah sakau obat penenang berarti sudah kecanduan? Belum tentu. Tubuh bisa tergantung pada obat meski obat diminum sesuai resep. Psikiater akan membedakan ketergantungan fisik, pemakaian yang sudah sulit dikendalikan, dan gangguan cemas yang muncul lagi.

Bolehkah keluarga langsung membuang obat penenangnya? Sebaiknya jangan. Menghentikan obat secara tiba-tiba justru bisa memicu sakau yang berbahaya. Simpan obat di tempat aman, jangan ubah pemakaiannya sendiri, dan segera buat janji dengan dokter.

Berapa lama sakau obat penenang berlangsung? Lamanya berbeda-beda, tergantung jenis obat, lama pemakaian, dan cara penghentiannya. Keluhan juga tidak selalu hilang bersamaan; susah tidur dan cemas bisa terasa lebih lama, sehingga kontrol rutin tetap perlu.

Apakah sakau obat penenang bisa ditangani dengan rawat jalan? Sebagian bisa, sebagian tidak. Keputusannya bergantung pada jenis dan lama pemakaian obat, zat lain yang ikut dipakai, riwayat kejang, dukungan di rumah, dan risiko keselamatan.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.