Sakau sabu adalah kumpulan keluhan yang muncul setelah seseorang mengurangi atau berhenti memakai sabu (metamfetamin). Yang paling sering terasa adalah lelah luar biasa, tidur jauh lebih lama, lapar, murung, dan dorongan kuat untuk memakai lagi. Masa ini rawan karena suasana hati bisa jatuh sangat dalam, sampai muncul pikiran untuk mengakhiri hidup. Bila itu terjadi, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Kenapa badan terasa ambruk setelah berhenti sabu
Sabu termasuk stimulan, yaitu zat yang memacu otak dan tubuh untuk terus terjaga, bersemangat, dan tidak merasa lapar. Ketika pemakaian berhenti, tubuh seolah menagih "utang" energi itu. Banyak orang lalu tidur sangat lama, makan banyak, dan merasa kosong.
Rasa hampa ini bisa membuat orang berpikir, "Hidup saya memang tidak ada artinya tanpa sabu." Padahal, perasaan itu bagian dari proses putus zat dan bisa membaik dengan waktu serta penanganan yang tepat. Bila Anda tahu hal ini sejak awal, Anda bisa menunda keputusan besar sampai suasana hati lebih stabil.
Gejala sakau sabu yang perlu dikenali
Keluhan tiap orang bisa berbeda. Yang sering muncul:
- sangat lelah dan tidur berlebihan, atau justru gelisah dan susah tidur;
- nafsu makan meningkat;
- murung, mudah menangis, dan tidak bisa menikmati apa pun;
- mudah marah dan tersinggung;
- sulit berkonsentrasi, pikiran terasa lambat;
- sugesti (craving), yaitu dorongan kuat untuk memakai lagi yang bisa datang mendadak;
- cemas, curiga berlebihan, atau merasa sedang diawasi.
Berbeda dengan putus alkohol atau obat penenang, putus sabu biasanya tidak menimbulkan kejang. Namun itu tidak berarti masa ini aman. Bahaya terbesarnya ada di suasana hati dan pikiran: depresi yang bisa sangat dalam sampai muncul pikiran bunuh diri, gejala psikotik, dan dorongan kuat untuk memakai lagi. Bila muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Saat curiga dan halusinasi tidak juga hilang
Pada sebagian orang, sabu memicu gejala psikotik. Contohnya mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada, yakin sedang dikejar atau dimata-matai, atau ketakutan hebat yang tidak reda walau sudah ditenangkan orang lain. Gejala ini bisa muncul saat memakai dan masih terasa setelah berhenti.
Gejala seperti ini tidak perlu diperdebatkan dengan orang yang mengalaminya. Yang lebih penting adalah pemeriksaan medis, karena orang yang sangat ketakutan bisa melukai diri sendiri atau orang lain tanpa sengaja. Penjelasan lebih lengkap ada di artikel halusinasi setelah memakai narkoba.
Setelah lelah mereda, sugesti sering masih kuat
Begitu rasa lelah dan lapar berkurang, banyak orang merasa sudah pulih. Padahal sugesti sering masih muncul, misalnya saat bertemu teman lama, memegang uang, begadang, atau sedang bosan dan sedih. Di sinilah banyak orang tergelincir.
Kabar baiknya, satu gelombang sugesti biasanya reda dalam hitungan menit kalau tidak dituruti. Siapkan sejak sekarang apa yang akan Anda lakukan di menit-menit itu, misalnya keluar dari tempat itu atau menelepon orang yang mendukung. Langkah lengkapnya ada di artikel cara melewati sugesti narkoba.
Kalau Anda sempat memakai lagi, kemajuan yang sudah dicapai tidak hilang begitu saja. Kambuh sering terjadi dalam pemulihan; yang perlu dilakukan adalah memperkuat rencananya bersama dokter.
Penanganan putus sabu oleh psikiater
Psikiater akan menilai depresi, kecemasan, gejala psikotik, risiko bunuh diri, gangguan tidur, dan pola pemakaian, termasuk alkohol atau zat lain yang dipakai bersamaan. Penanganannya bisa berupa obat untuk keluhan yang menyertai, misalnya depresi, susah tidur, atau gejala psikotik, sesuai hasil pemeriksaan. Selain itu, ada psikoterapi, rencana mencegah kambuh, dan keterlibatan keluarga bila Anda setuju.
Ceritakan dengan jujur kapan terakhir memakai, apakah pernah tidak tidur berhari-hari, dan apakah pernah mendengar atau melihat hal yang aneh. Jawaban ini dipakai dokter untuk menilai seberapa ketat pemantauan yang Anda perlukan. Bila risikonya tinggi atau dukungan di rumah kurang, dokter bisa membahas pilihan perawatan yang lebih intensif.
Bila keluarga ikut mendampingi di rumah
Keluarga bisa membantu dengan menjaga suasana rumah tetap tenang. Bicaralah dengan kalimat pendek, hindari interogasi panjang saat orang yang sedang sakau lelah atau curiga, dan beri kesempatan untuk tidur serta makan.
Jangan mengunci atau menahannya secara fisik. Bila situasi menjadi berbahaya, menjauhlah ke tempat aman dan hubungi 119. Keselamatan anggota keluarga lain juga sama pentingnya.
Kapan sakau sabu menjadi keadaan darurat
Segera ke IGD terdekat atau hubungi 119 bila:
- ada nyeri dada, sesak napas, kejang, atau pingsan saat atau sesaat setelah memakai sabu;
- muncul kebingungan berat, misalnya tidak mengenali orang atau tempat;
- halusinasi atau rasa curiga membuat seseorang bertindak berbahaya atau mengancam;
- ada ucapan, tulisan, atau rencana untuk mengakhiri hidup. Untuk keadaan ini, hubungi juga 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis).
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Murung yang tidak kunjung reda, susah tidur, atau sugesti yang sulit ditahan setelah berhenti sabu bisa Anda bicarakan dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, psikiater di Klinik Utama Luna, Jakarta Selatan. Lewat kunjungan follow-up, suasana hati Anda bisa dipantau selama masa pemulihan yang rawan ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama sakau sabu berlangsung? Lamanya berbeda pada tiap orang, tergantung pola dan lama pemakaian. Keluhan fisik seperti lelah dan lapar biasanya membaik lebih dulu, sedangkan murung dan sugesti bisa bertahan lebih lama. Karena itu, kontrol tetap perlu meski badan sudah terasa pulih.
Apakah sakau sabu bisa membuat orang depresi? Bisa. Setelah berhenti memakai stimulan, suasana hati bisa jatuh tajam. Bila muncul rasa putus asa atau pikiran menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 atau segera ke IGD.
Apakah halusinasi karena sabu bisa hilang sendiri? Pada sebagian orang halusinasi mereda setelah berhenti memakai, tetapi tetap perlu diperiksa. Jangan menunggu bila seseorang bertindak karena halusinasi atau rasa curiga yang ekstrem.
Apakah orang yang sakau sabu perlu rehabilitasi? Tidak selalu, tetapi kebutuhan itu perlu dinilai. Dokter melihat pola pemakaian, risiko kambuh, dukungan di rumah, dan kondisi kejiwaan yang menyertai. Pilihan rawat jalan dan rawat inap dijelaskan di artikel rehabilitasi narkoba rawat jalan.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





