Depresi dengan gejala psikotik adalah depresi berat yang disertai waham, yaitu keyakinan keliru yang dipegang sangat kuat, atau halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada. Isinya biasanya sejalan dengan suasana hati yang gelap: yakin dirinya sangat berdosa, pantas dihukum, akan jatuh miskin, atau mengidap penyakit parah. Kondisi ini perlu diperiksa psikiater segera. Bila ada ucapan ingin mati, suara yang menyuruh menyakiti diri, atau keselamatan tidak bisa dijaga, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Apa itu depresi dengan gejala psikotik?

"Psikotik" berarti kemampuan seseorang membedakan yang nyata dan yang tidak nyata sedang terganggu. Pada kondisi ini, gangguan itu muncul di tengah depresi yang berat: sedih mendalam, kehilangan minat, sulit tidur, tidak mau makan, dan merasa tidak berharga. Gejala psikotiknya seolah tumbuh dari rasa putus asa itu.

Dokter kadang menyebutnya depresi psikotik, atau episode depresi berat dengan gejala psikotik. Untuk memahami psikosis secara umum, baca apa itu psikosis.

Waham yang sering muncul: bersalah, bangkrut, sakit, atau "sudah tidak ada"

Bagi orang yang mengalaminya, waham pada depresi terasa masuk akal karena cocok dengan perasaannya. Beberapa bentuk yang sering ditemui:

  • Waham bersalah: yakin telah berbuat dosa besar atau menjadi penyebab musibah keluarga, sehingga merasa pantas dihukum.
  • Waham miskin: yakin keluarga akan bangkrut dan kehilangan segalanya, padahal keuangan sebenarnya baik-baik saja.
  • Waham penyakit: yakin tubuhnya membusuk atau mengidap penyakit mematikan, walau hasil pemeriksaan normal.
  • Waham nihilistik: yakin dirinya, organ tubuhnya, atau dunia sudah tidak ada atau sudah mati.

Halusinasinya pun cenderung senada, misalnya suara yang menghina, menyalahkan, atau menyuruh menghukum diri. Dari luar, orang tersebut mungkin hanya tampak sangat diam, ketakutan, atau terus menolak makan.

Kenapa gejalanya sering tidak terungkap

Orang dengan depresi psikotik sering tidak menceritakan wahamnya. Baginya, keyakinan itu adalah kenyataan, jadi tidak terasa perlu diceritakan sebagai keluhan. Ada juga yang malu, atau takut dianggap aneh oleh keluarganya. Akibatnya, keluarga hanya melihat depresi berat, sementara keyakinan yang berbahaya tetap tersembunyi.

Pertanyaan yang tenang dan langsung bisa membuka percakapan, misalnya "Apa yang paling kamu khawatirkan sekarang?" atau "Apa ada suara yang bicara padamu?" Apa pun jawabannya, sampaikan ke psikiater.

Kenapa kondisi ini tidak boleh ditunggu

Rasa putus asa yang dalam, ditambah keyakinan yang tidak bisa dibantah, membuat risiko keselamatan lebih tinggi daripada depresi tanpa gejala psikotik. Seseorang yang yakin dirinya pantas dihukum, atau mendengar suara yang menyuruhnya menyakiti diri, bisa saja bertindak menurut keyakinan itu. Menolak makan dan minum juga bisa cepat membahayakan tubuh.

Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau langsung ke IGD terdekat bila:

  • ada ucapan ingin mati atau rencana bunuh diri;
  • ada suara yang menyuruh menyakiti diri atau orang lain;
  • dia tidak mau makan atau minum;
  • dia tampak sangat bingung, misalnya tidak mengenali tempat atau orang di sekitarnya;
  • keluarga tidak sanggup menjaga keselamatannya di rumah.

Pada gangguan psikotik, umumnya makin cepat penanganan dimulai setelah gejala muncul, makin baik pemulihannya. Menunggu sampai "reda sendiri" hanya membuang waktu yang berharga.

Bedanya dengan skizofrenia dan bipolar

Pada depresi psikotik, gejala psikotik muncul selama episode depresi dan isinya senada dengan suasana hati yang muram. Pada skizofrenia, gejala psikotik tetap ada walau suasana hati sedang tidak terpuruk. Depresi dengan gejala psikotik juga bisa menjadi bagian dari gangguan bipolar, karena itu dokter akan menanyakan apakah pernah ada masa suasana hati naik.

Halusinasi dan waham juga bisa dipicu hal lain, seperti zat atau putus zat, kurang tidur yang ekstrem, demam tinggi, atau penyakit fisik. Itu sebabnya pemeriksaan perlu menyeluruh, termasuk kondisi fisik.

Bagaimana kondisi ini ditangani

Pengobatan biasanya menggabungkan obat golongan antidepresan dan antipsikotik. Psikiater juga menilai apakah perawatan di rumah sakit lebih aman, terutama bila risiko bunuh diri tinggi atau orang tersebut menolak makan dan minum. Semua keputusan obat diambil psikiater setelah pemeriksaan langsung, dan perkembangannya dipantau lebih rapat daripada depresi ringan.

Setelah masa paling berat lewat, kontrol tetap penting. Keluarga perlu mengenali tanda awal kambuh, seperti kembali sulit tidur, mulai menarik diri, atau rasa bersalah yang berlebihan muncul lagi. Berhenti minum obat diam-diam adalah jalan kambuh yang umum, jadi setiap keluhan efek samping sebaiknya dibicarakan dengan dokter.

Mendampingi tanpa membantah keyakinannya

Membantah waham dengan keras biasanya tidak membuatnya hilang, dan justru bisa membuat orang tersebut menutup diri. Anda juga tidak perlu ikut membenarkan isinya. Akui saja perasaannya, misalnya: "Aku lihat kamu sangat takut dan merasa bersalah. Aku mau menemanimu cari bantuan."

Pusatkan perhatian pada hal yang bisa dijaga: makan, minum, tidur, dan keselamatan. Simpan benda yang berbahaya dan jangan biarkan dia sendirian bila sudah ada ucapan ingin mati. Bila keadaannya memburuk, hubungi 119 ekstensi 8 atau bawa ke IGD. Bila yang paling menonjol adalah pengalaman mendengar suara, langkah praktisnya dibahas di depresi dengan halusinasi.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Setelah keadaan darurat tertangani, atau bila gejalanya baru mulai tampak tanpa bahaya langsung, Anda bisa membawa anggota keluarga Anda berkonsultasi dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, yang fokus praktiknya mencakup skizofrenia dan gangguan psikotik. Kunjungan follow-up dan pemantauan obat bisa dilanjutkan di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu depresi dengan gejala psikotik? Depresi dengan gejala psikotik adalah depresi berat yang disertai waham atau halusinasi, biasanya bertema rasa bersalah, hukuman, kemiskinan, atau penyakit. Kondisi ini perlu diperiksa psikiater segera karena risiko keselamatannya lebih tinggi.

Apa bedanya depresi psikotik dan skizofrenia? Pada depresi psikotik, gejala psikotik muncul bersama episode depresi berat dan isinya senada dengan suasana hati yang muram. Pada skizofrenia, gejala psikotik tetap ada walau tidak sedang depresi. Psikiaterlah yang memastikan, setelah menelusuri riwayat dan memeriksa langsung.

Apakah depresi psikotik harus dirawat inap? Tidak selalu. Psikiater akan menyarankan perawatan di rumah sakit bila risiko bunuh diri tinggi, orang tersebut menolak makan dan minum, atau keluarga tidak bisa menjaga keselamatannya di rumah.

Apakah depresi dengan gejala psikotik bisa sembuh? Kondisi ini bisa ditangani. Dengan pengobatan yang tepat dan kontrol rutin, gejala depresi dan gejala psikotiknya bisa membaik, dan makin cepat penanganan dimulai, umumnya makin baik pemulihannya.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.