Antidepresan adalah obat resep untuk menangani depresi dan beberapa kondisi lain, seperti gangguan kecemasan dan serangan panik. Obat ini meredakan gejala sedikit demi sedikit dan tidak membuat Anda tiba-tiba merasa senang. Di Indonesia, antidepresan termasuk obat keras yang hanya boleh didapat dengan resep dokter.

Bila dokter baru saja menyarankan antidepresan, wajar kalau muncul banyak pertanyaan. Kenapa perlu obat? Apakah nanti ketagihan? Berapa lama harus diminum? Artikel ini membahas dasar-dasarnya sebelum Anda mulai. Penjelasan lebih dalam tentang cara kerja dan golongannya ada di panduan cara kerja, jenis, dan mitos antidepresan.

Kapan dokter meresepkan antidepresan?

Tidak setiap rasa sedih memerlukan obat. Dokter mempertimbangkan antidepresan bila gejala cukup berat atau sudah lama mengganggu tidur, makan, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain. Pada depresi sedang sampai berat, gabungan psikoterapi dan obat lazim dipertimbangkan, dan keputusan akhirnya dibuat bersama Anda.

Pada keluhan yang lebih ringan, dokter bisa lebih dulu menyarankan psikoterapi atau langkah lain. Pilihannya bergantung pada kondisi, riwayat, dan keinginan Anda sendiri.

Antidepresan juga dipakai untuk beberapa gangguan kecemasan, serangan panik yang berulang, dan OCD (gangguan obsesif-kompulsif). Jadi, diresepkan antidepresan tidak selalu berarti Anda didiagnosis depresi. Tanyakan kepada dokter keluhan mana yang ingin dibantu oleh obat ini.

Yang perlu diketahui sebelum mulai minum

Perlu sabar beberapa minggu. Perbaikan biasanya baru terasa setelah obat diminum teratur selama beberapa minggu. Bila di minggu pertama belum ada perubahan, itu belum berarti obatnya tidak cocok. Dokter akan menentukan kapan kemajuan Anda dinilai.

Efek samping bisa muncul di awal. Keluhan seperti mual, perubahan pola tidur, atau sakit kepala bisa muncul di minggu-minggu awal, dan sebagian mereda setelah tubuh menyesuaikan diri. Keluhan yang menetap atau mengganggu tetap perlu dilaporkan. Keluhan apa saja yang mungkin muncul dibahas di artikel efek samping antidepresan.

Tidak membuat ketagihan, tetapi tidak boleh dihentikan mendadak. Anda tidak akan "ketagihan" antidepresan seperti pada narkotika. Namun, berhenti tiba-tiba bisa memicu gejala putus obat, sehingga penghentiannya perlu direncanakan bersama dokter. Penjelasannya ada di artikel berhenti minum antidepresan bersama dokter.

Lama pengobatan berbeda pada tiap orang. Saat mulai merasa baikan, itulah waktunya membahas rencana lanjutan dengan dokter. Berhenti minum obat tepat ketika merasa baikan termasuk penyebab kambuh yang sering terjadi.

Hal yang perlu Anda ceritakan kepada dokter

Beberapa informasi menentukan obat mana yang aman untuk Anda. Sampaikan bila ada hal-hal berikut:

  • Pernah ada masa ketika Anda sangat bersemangat, butuh tidur jauh lebih sedikit, bicara cepat, atau banyak mengambil keputusan nekat. Riwayat seperti ini bisa menandakan bipolar, dan pada bipolar, antidepresan tanpa obat penstabil suasana hati bisa memicu perpindahan ke fase naik (mania atau hipomania).
  • Obat lain, jamu, atau suplemen yang sedang Anda konsumsi, termasuk yang dibeli sendiri.
  • Penyakit fisik dan alergi obat.
  • Kebiasaan minum alkohol atau memakai zat.
  • Sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Pengalaman memakai antidepresan sebelumnya: mana yang membantu dan mana yang menimbulkan keluhan.
  • Kendala biaya atau sulitnya mendapat obat, supaya rencananya bisa disesuaikan.

Pertanyaan yang bisa Anda ajukan sebelum mulai

Anda perlu memahami rencana pengobatan sebelum menjalankannya, jadi jangan sungkan bertanya. Beberapa pertanyaan yang bisa dibawa:

  • Keluhan mana yang ingin dibantu oleh obat ini, dan perubahan seperti apa yang bisa saya harapkan?
  • Kapan kemajuan saya dinilai, dan bagaimana menghubungi dokter sebelum jadwal kontrol?
  • Efek samping apa yang biasanya mereda sendiri, dan mana yang harus segera dilaporkan?
  • Apa yang perlu saya lakukan bila lupa minum obat?
  • Apakah psikoterapi juga dianjurkan untuk saya?

Anda tidak harus menanyakan semuanya sekaligus. Pilih yang paling penting bagi Anda; sisanya bisa dibahas saat kontrol berikutnya.

Bila perasaan justru memburuk di awal pengobatan

Pada minggu-minggu awal atau saat obat diganti, sebagian orang merasa lebih gelisah atau cemas sebelum gejalanya membaik. Pada remaja dan orang dewasa muda, pikiran menyakiti diri bahkan bisa muncul atau menguat di masa ini, sehingga mereka perlu dipantau lebih dekat. Segera hubungi dokter, tanpa menunggu jadwal kontrol, bila muncul pikiran menyakiti diri yang baru atau makin kuat, kegelisahan berat, atau perubahan perilaku yang mencolok, misalnya tiba-tiba sangat bersemangat dan merasa tidak perlu tidur.

Bila muncul pikiran ingin mati, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) dan beri tahu orang terdekat. Bila sudah ada rencana atau Anda merasa tidak aman, segera ke IGD terdekat. Bengkak di wajah, bibir, atau lidah, atau sesak napas setelah minum obat adalah tanda alergi berat yang juga perlu ditangani di IGD.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Klinik Utama Luna di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, melayani konsultasi psikiatri dan manajemen obat, termasuk pembahasan sebelum Anda mulai antidepresan. Bawa daftar pertanyaan Anda saat bertemu dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah antidepresan sama dengan obat penenang? Tidak. Antidepresan bekerja bertahap pada gejala depresi atau kecemasan dan tidak dimaksudkan untuk membuat Anda tenang atau mengantuk seketika. Obat penenang golongan benzodiazepin bekerja cepat tetapi berisiko menimbulkan ketergantungan, sehingga pemakaiannya dibatasi dan diawasi ketat.

Apakah antidepresan bisa dibeli tanpa resep? Tidak secara legal. Antidepresan termasuk obat keras yang wajib resep di Indonesia. Memakai obat milik orang lain juga berisiko karena jenis obatnya dipilih sesuai kondisi orang tersebut.

Berapa lama antidepresan harus diminum? Tidak ada patokan yang sama untuk semua orang. Lamanya bergantung pada respons Anda, riwayat episode sebelumnya, dan risiko kambuh, lalu dievaluasi berkala bersama dokter.

Bolehkah minum alkohol saat memakai antidepresan? Umumnya sebaiknya dihindari. Alkohol bisa memperberat suasana hati dan merusak tidur, dan pada sebagian obat menambah rasa kantuk. Baca juga hubungan alkohol dan depresi.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.