Gangguan kecemasan umum, atau generalized anxiety disorder (GAD), adalah kondisi ketika rasa khawatir muncul hampir setiap hari, menyangkut banyak hal sekaligus, dan sulit dikendalikan. Dalam pedoman diagnosis di Indonesia, kondisi ini disebut gangguan cemas menyeluruh. Rasa khawatirnya biasanya disertai keluhan fisik seperti otot tegang, mudah lelah, dan susah tidur. GAD bisa ditangani dengan psikoterapi, obat, atau gabungan keduanya.
Seperti apa GAD dalam keseharian
GAD sering tidak terlihat dari luar. Orang dengan GAD tetap bekerja dan mengurus keluarga, tetapi pikirannya hampir tidak pernah istirahat. Pagi memikirkan cicilan, siang khawatir anak belum membalas pesan, malam membayangkan hasil cek kesehatan yang belum keluar.
Karena tidak ada satu kejadian yang dramatis, GAD sering baru dikenali setelah tubuh ikut lelah: sakit kepala, leher kaku, atau keluhan lambung yang bolak-balik diperiksa. Banyak orang juga menganggapnya sifat bawaan, "memang orangnya pemikir", sehingga dibiarkan bertahun-tahun.
Kiat menghadapi rasa khawatir dalam keseharian dibahas di artikel GAD: saat rasa khawatir tidak bisa dimatikan. Artikel ini membahas sisi medisnya: gejala yang dinilai dokter, penyebab, dan pilihan penanganan.
Gejala GAD yang dinilai dokter
Dokter mempertimbangkan GAD bila kekhawatiran yang berlebihan dan sulit dikendalikan sudah berlangsung sekitar enam bulan atau lebih, dengan hari-hari penuh khawatir lebih banyak daripada hari tanpa khawatir. Pada orang dewasa, kekhawatiran itu biasanya disertai beberapa keluhan berikut:
- gelisah, tegang, atau merasa selalu siaga;
- mudah lelah;
- sulit berkonsentrasi atau pikiran mendadak kosong;
- mudah tersinggung;
- otot tegang, misalnya leher dan bahu terasa kaku;
- susah tidur atau tidur tidak nyenyak.
Keluhan-keluhan ini juga bisa muncul pada depresi, kurang tidur, atau penyakit fisik. Jadi, merasa cocok dengan beberapa poin belum berarti Anda mengalami GAD. Dokter menilainya bersama riwayat Anda, seberapa besar keluhan itu mengganggu keseharian, dan pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab lain.
Patokan enam bulan itu dipakai untuk diagnosis, bukan syarat untuk mencari bantuan. Bila rasa khawatir sudah mengganggu tidur atau pekerjaan, Anda tidak perlu menunggu selama itu untuk berkonsultasi.
Bedanya dengan khawatir biasa, gangguan panik, dan OCD
Khawatir biasa punya sasaran yang jelas dan mereda saat masalahnya selesai. Pada GAD, temanya berpindah-pindah dan rasa khawatirnya lebih besar dari masalah yang sebenarnya.
Pada gangguan panik, cemas datang sebagai serangan mendadak yang sangat kuat, lalu mereda. Pada GAD, tidak ada puncak yang jelas; rasa tegang dan waswasnya berlangsung hampir sepanjang hari. Pada OCD (gangguan obsesif-kompulsif), pikiran yang mengganggu biasanya diikuti dorongan melakukan ritual, misalnya memeriksa atau mencuci berulang kali. GAD dan depresi juga sering dialami bersamaan, jadi dokter biasanya menanyakan keduanya.
Psikiater juga akan memastikan gejalanya tidak dipicu kondisi fisik, misalnya kelenjar tiroid yang terlalu aktif, atau oleh zat seperti kafein, nikotin, dan alkohol.
Mengapa seseorang bisa mengalami GAD?
Tidak ada satu penyebab tunggal. GAD umumnya muncul dari gabungan beberapa hal: faktor bawaan atau riwayat keluarga, sifat yang sejak dulu mudah cemas, dan tekanan hidup yang menumpuk, misalnya masalah keuangan, sakit menahun, atau beban merawat anggota keluarga.
Setelah muncul, ada hal-hal yang membuat GAD bertahan. Kurang tidur membuat pikiran lebih mudah waswas. Menunda keputusan atau pekerjaan karena takut salah membuat masalah menumpuk dan memberi bahan khawatir baru. Kebiasaan terus meminta orang lain meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja juga hanya memberi lega sebentar.
Pilihan penanganan GAD
Psikoterapi yang sering dipakai untuk GAD adalah CBT (terapi kognitif-perilaku), salah satu psikoterapi dengan dukungan bukti terkuat untuk gangguan kecemasan. Dalam CBT untuk GAD, Anda berlatih menyadari kapan pikiran mulai berputar ke skenario terburuk, belajar menerima rasa tidak pasti tanpa harus segera minta diyakinkan orang lain, dan kembali mengerjakan hal yang selama ini ditunda karena cemas. Ada latihan yang dikerjakan di antara sesi, jadi isinya lebih dari sekadar bercerita.
Psikiater juga bisa membahas obat. Golongan yang sering dipertimbangkan untuk GAD adalah antidepresan jenis SSRI dan SNRI. Namanya memang antidepresan, tetapi kedua golongan ini juga dipakai untuk kecemasan, dan manfaatnya umumnya baru terasa setelah beberapa minggu. Obat penenang golongan benzodiazepin memang cepat meredakan cemas, tetapi bisa menimbulkan ketergantungan, sehingga umumnya hanya dipakai terbatas dan diawasi ketat oleh dokter. Pilihan, manfaat, dan risiko setiap golongan selalu dibahas dengan psikiater; penjelasannya ada di artikel obat cemas.
Jam tidur yang teratur dan latihan mindfulness bisa melengkapi terapi, terutama karena cemas dan susah tidur sering saling memperburuk.
Bila keluarga terus diminta meyakinkan
Keluarga sering menjadi tempat bertanya "kamu yakin tidak apa-apa?" berkali-kali dalam sehari. Menjawab dengan sabar terasa seperti bentuk sayang, tetapi jawaban yang sama berulang kali bisa ikut mempertahankan lingkaran khawatir.
Coba dengarkan perasaannya tanpa harus menjawab pertanyaan yang sama terus-menerus. Misalnya: "Aku tahu kamu khawatir. Kita sudah membahas ini tadi, nanti sore kita lihat lagi, ya." Bila ia sedang menjalani terapi, tanyakan kepada terapis bagaimana keluarga bisa ikut mengurangi kebiasaan ini sedikit demi sedikit.
Saat khawatir sudah terlalu berat
Carilah bantuan lebih cepat bila khawatir membuat Anda hampir tidak bisa tidur, tidak sanggup bekerja, mulai mengalami serangan panik, atau minum alkohol supaya tenang. Bila Anda mulai merasa tidak ada jalan keluar atau terpikir untuk mengakhiri hidup, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Anda bisa membicarakan rasa khawatir yang tidak kunjung reda dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang salah satu fokusnya adalah kecemasan, di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Ceritakan sudah berapa lama rasa khawatir ini Anda alami dan keluhan fisik apa saja yang menyertainya, supaya dokter bisa menilai apakah polanya sesuai GAD dan membahas pilihan penanganannya bersama Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu generalized anxiety disorder? Generalized anxiety disorder (GAD) adalah istilah medis untuk rasa khawatir berlebihan yang menyangkut banyak hal, muncul hampir setiap hari, dan sulit dihentikan. Dalam bahasa Indonesia, kondisi ini disebut gangguan kecemasan umum atau gangguan cemas menyeluruh.
Apakah GAD sama dengan overthinking? Tidak persis. Overthinking adalah istilah sehari-hari untuk terlalu banyak berpikir. GAD adalah diagnosis medis: khawatirnya menyangkut banyak hal, berlangsung lama, sulit dikendalikan, dan mengganggu keseharian.
Apakah GAD bisa menimbulkan gejala fisik? Bisa. Otot tegang, sakit kepala, mudah lelah, susah tidur, dan perut tidak nyaman sering menyertai cemas yang berlangsung lama. Keluhan fisik yang baru tetap perlu diperiksa dokter, jangan langsung dianggap karena cemas.
Obat apa yang biasa dipakai untuk GAD? Psikiater biasanya mempertimbangkan antidepresan golongan SSRI atau SNRI, yang manfaatnya terasa setelah beberapa minggu. Benzodiazepin umumnya hanya dipakai terbatas karena risiko ketergantungan. Semua obat ini butuh resep dan pemantauan psikiater.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





