Kecemasan pada lansia jarang muncul tanpa alasan. Pemicunya bisa perubahan hidup seperti sakit, kehilangan pasangan, atau tidak lagi mandiri; kondisi medis seperti gangguan tiroid, jantung, atau paru; efek obat; sampai daya ingat yang mulai menurun. Ada juga orang tua yang sudah mudah cemas sejak muda dan makin terasa di usia tua. Bila kekhawatirannya mengganggu tidur, makan, atau kegiatan sehari-hari, kecemasan ini perlu diperiksa dan bisa ditangani.

Orang tua yang cemas sering dianggap "bawel" karena terus menanyakan hal yang sama. Di balik pertanyaan itu sering ada rasa tidak aman: takut jatuh, takut sakit, takut merepotkan anak, atau takut kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

Seperti apa kecemasan pada orang tua

Kecemasan pada orang tua lebih sering terlihat dari perilakunya daripada dari ceritanya, misalnya:

  • khawatir terus-menerus soal kesehatan, uang, atau keselamatan anak dan cucu,
  • bertanya hal yang sama berulang kali dan sulit ditenangkan,
  • tidak mau ditinggal sendirian, atau sebaliknya menolak keluar rumah,
  • berdebar, sesak, mual, gemetar, atau sering minta diantar ke dokter,
  • sulit tidur karena pikirannya terus berputar,
  • mudah marah bila rencana atau rutinitas berubah mendadak.

Keluhan fisik seperti ini tetap harus diperiksa dokter, jangan langsung dianggap "cuma cemas". Nyeri dada atau sesak yang baru dan berat adalah alasan untuk segera ke IGD atau menghubungi layanan gawat darurat 119.

Penyebab kecemasan pada lansia

Biasanya ada lebih dari satu penyebab yang saling menumpuk. Mengenali penyebabnya membantu Anda dan dokter memilih cara menolong yang tepat.

Perubahan hidup dan rasa kehilangan kendali

Pensiun, ditinggal pasangan atau teman sebaya, anak-anak tinggal jauh, atau mulai bergantung pada orang lain bisa membuat dunia orang tua terasa menyempit dan tidak pasti. Banyak lansia diam-diam takut menjadi beban. Rasa takut ini bisa muncul sebagai sikap mengatur, menolak dibantu, atau terus bertanya soal rencana keluarga.

Penyakit dan takut jatuh

Penyakit kronis, pengalaman dirawat di rumah sakit, atau serangan jantung dan stroke bisa meninggalkan rasa takut sakit lagi. Orang tua yang pernah jatuh sering takut jatuh lagi, lalu menghindari berjalan. Akibatnya, ototnya makin lemah, keseimbangannya makin buruk, dan rasa takutnya ikut bertambah.

Kondisi medis yang gejalanya mirip cemas

Beberapa penyakit fisik bisa menimbulkan rasa berdebar, gelisah, atau sesak yang mirip kecemasan. Contohnya kelenjar tiroid yang terlalu aktif, gangguan irama jantung, penyakit paru yang membuat sesak, dan kadar gula darah yang turun. Karena itu, pemeriksaan fisik perlu dilakukan sebelum keluhannya disimpulkan sebagai kecemasan.

Obat, kafein, dan berhenti obat penenang

Sebagian obat bisa memicu gelisah atau berdebar, misalnya sebagian obat sesak napas, steroid, obat tiroid yang belum pas, dan obat flu yang mengandung pelega hidung. Kopi atau teh kental, terutama sore hari, juga bisa memperberat. Berhenti mendadak dari obat tidur, obat penenang, atau alkohol yang sudah lama dipakai bisa memicu gelisah berat. Bila disertai gemetar hebat, bingung, melihat hal yang tidak ada, atau kejang, segera bawa ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat 119. Jangan mengubah obat sendiri; tanyakan kepada dokter bila Anda curiga obat ikut berperan.

Pendengaran, penglihatan, dan daya ingat yang menurun

Orang tua yang sulit mendengar atau melihat bisa merasa tertinggal dari percakapan dan tidak yakin dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Kecemasan juga bisa menjadi salah satu tanda awal gangguan daya ingat. Kecemasan pun sering muncul bersamaan dengan depresi. Bila orang tua juga tampak murung dan kehilangan minat, baca depresi pada lansia.

Mudah cemas sejak muda

Sebagian orang memang punya gangguan kecemasan sejak lama, misalnya gangguan cemas menyeluruh atau serangan panik. Saat tua, ditambah sakit dan kehilangan, gejalanya bisa makin berat. Ini juga bisa ditangani, berapa pun usianya.

Saat orang tua bertanya hal yang sama berulang-ulang

Pertanyaan berulang bisa berasal dari cemas, daya ingat yang menurun, atau pendengaran yang kurang. Bila jawabannya sudah dipahami tetapi ia tetap bertanya karena gelisah, kecemasan mungkin ikut berperan. Bila ia benar-benar lupa sudah bertanya, daya ingatnya perlu diperiksa.

Jawablah dengan singkat dan tenang, tanpa nada kesal. Tulis informasi penting di tempat yang mudah dilihat, misalnya jadwal kontrol atau jam Anda pulang, di papan atau kertas di dekat tempat duduknya. Menenangkan berulang kali kadang hanya membuat cemasnya reda sebentar lalu kembali. Bila pola ini berlangsung terus, ceritakan kepada dokter.

Menemani orang tua yang mudah cemas

Rutinitas harian yang jelas membuat orang tua merasa lebih aman. Beri tahu rencana jauh-jauh hari. Ajak ia bergerak ringan, misalnya jalan pagi sambil digandeng, dan kurangi kopi atau teh kental pada sore hari. Tidur yang buruk dan cemas saling memperberat, jadi baca juga susah tidur pada lansia.

Dengarkan kekhawatirannya tanpa meremehkan, dan hindari kalimat seperti "ah, gitu aja dipikirin". Jangan juga memperlakukannya seperti anak kecil. Libatkan ia dalam keputusan tentang dirinya, karena merasa masih memegang kendali atas hidupnya sering membuatnya lebih tenang.

Pilihan penanganan kecemasan pada lansia

Penanganan dimulai dengan mencari dan mengatasi penyebab fisik serta obat yang mungkin berperan. Setelah itu, pilihannya bisa berupa penjelasan untuk orang tua dan keluarga tentang kecemasan, latihan relaksasi, terapi bicara seperti CBT (terapi kognitif-perilaku), dan obat bila diperlukan.

Obat untuk kecemasan pada lansia perlu dipilih dengan hati-hati, karena tubuh lansia lebih mudah terkena efek samping dan interaksi antarobat. Obat penenang golongan benzodiazepin, misalnya, umumnya perlu kehati-hatian khusus pada lansia karena bisa membuat mengantuk, bingung, dan mudah jatuh. Jangan memberi orang tua obat penenang milik orang lain, dan bicarakan setiap rencana obat dengan dokter yang merawatnya.

Bila kecemasan disertai murung berat, ucapan ingin mati, atau keinginan menyakiti diri, jangan tunggu jadwal kontrol. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat. Bila orang tua mendadak bingung, segera bawa ke IGD karena itu bisa tanda delirium.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Kecemasan dan psikiatri geriatri sama-sama termasuk bidang yang ditangani dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ. Anda bisa menemani orang tua berkonsultasi, membawa daftar obatnya, dan menceritakan kapan kecemasannya paling sering muncul.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa penyebab kecemasan pada lansia? Penyebabnya bisa perubahan hidup seperti pensiun atau kehilangan pasangan, penyakit dan takut jatuh, kondisi medis seperti gangguan tiroid atau jantung, efek obat, serta penurunan pendengaran atau daya ingat. Sering kali beberapa penyebab terjadi bersamaan.

Apakah wajar orang tua jadi mudah khawatir di usia tua? Khawatir sesekali itu wajar. Kecemasan yang membuat orang tua sulit tidur, enggan keluar rumah, atau terus gelisah bukan bagian normal dari menua, dan bisa ditangani.

Kenapa orang tua sering bertanya hal yang sama? Bisa karena cemas, karena daya ingat menurun, atau karena kurang mendengar. Bila ia paham jawabannya tetapi tetap bertanya karena gelisah, kecemasan mungkin berperan; bila ia lupa sudah bertanya, daya ingatnya perlu diperiksa.

Apakah obat penenang aman untuk lansia? Obat penenang tertentu bisa membuat lansia mengantuk, bingung, dan mudah jatuh, sehingga penggunaannya perlu sangat hati-hati. Pilihan obat dan pemantauannya sebaiknya diputuskan bersama psikiater atau dokter yang merawatnya. Jangan meminjamkan obat penenang milik anggota keluarga lain.

Bagaimana membedakan cemas dengan sakit jantung pada orang tua? Keluarga tidak bisa membedakannya sendiri dengan aman, karena gejalanya bisa sangat mirip. Nyeri dada atau sesak yang baru dan berat harus segera diperiksa di IGD; setelah jantung dinyatakan aman, kecemasannya bisa ditangani.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.