Susah tidur pada lansia sering punya penyebab yang bisa dicari: nyeri, sering buang air kecil di malam hari, obat, kopi atau teh di sore hari, tidur siang yang terlalu lama, cemas, depresi, atau demensia. Karena itu, cari penyebabnya dulu sebelum memikirkan obat tidur. Pada lansia, obat tidur dan obat penenang bisa menambah risiko jatuh, bingung, dan ketergantungan. Perbaikan kebiasaan dan terapi tanpa obat sering menjadi langkah pertama.
Bila orang tua Anda sering terjaga, satu rumah ikut kurang tidur. Wajar bila Anda ingin segera meminta "obat tidur yang ampuh". Artikel ini membantu Anda memahami apa yang mungkin terjadi dan apa yang bisa dicoba lebih dulu.
Tidur yang berubah karena usia, dan yang perlu diperiksa
Seiring bertambah usia, tidur memang cenderung lebih ringan. Orang tua mungkin lebih mudah terbangun oleh suara dan bangun lebih pagi dari dulu. Selama ia tetap merasa segar dan bisa beraktivitas di siang hari, perubahan seperti ini belum tentu masalah.
Lain halnya bila orang tua berbaring lama tanpa bisa tidur, terbangun berkali-kali dan sulit tidur lagi, atau mengantuk berat dan uring-uringan di siang hari. Dokter biasanya menyebut insomnia kronis bila keluhan ini terjadi beberapa malam per minggu dan bertahan sekitar tiga bulan atau lebih. Meski belum selama itu, susah tidur yang membuatnya lemas, pelupa, atau jatuh tetap layak diperiksakan.
Penyebab orang tua susah tidur
Keluhan tubuh. Nyeri sendi atau punggung, sering ingin buang air kecil di malam hari, maag yang naik saat berbaring, sesak, atau gatal bisa membuat tidur terputus-putus. Mendengkur keras dengan jeda seperti berhenti napas juga perlu diceritakan ke dokter, karena bisa menandakan gangguan napas saat tidur.
Obat dan minuman. Beberapa obat bisa membuat orang tua terjaga atau sering ke kamar mandi bila diminum menjelang malam. Jangan mengubah jadwal minum obat sendiri; tanyakan ke dokter yang meresepkan. Kopi, teh kental, dan rokok di sore hari juga mengganggu tidur. Alkohol mungkin membuat cepat mengantuk, tetapi justru merusak kualitas tidur di paruh kedua malam.
Kebiasaan sehari-hari. Tidur siang yang lama, jarang terkena cahaya matahari, dan seharian hanya duduk di dalam rumah membuat tubuh sulit membedakan siang dan malam.
Suasana hati. Cemas dan khawatir sering membuat pikiran tidak mau berhenti saat berbaring. Depresi bisa membuat orang tua bangun terlalu pagi lalu tidak bisa tidur lagi, atau justru tidur terlalu banyak. Duka setelah kehilangan pasangan juga sering mengganggu tidur. Baca juga tentang kecemasan pada lansia.
Demensia dan kebingungan. Orang dengan demensia bisa tertukar antara siang dan malam, atau gelisah menjelang sore. Pola ini dibahas di artikel sundowning. Bila kebingungan dan susah tidur muncul mendadak, pikirkan delirium, yaitu kebingungan akut akibat masalah fisik.
Kebiasaan yang membantu orang tua tidur lebih nyenyak
- Bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Jam bangun yang tetap sering lebih berpengaruh daripada jam tidurnya.
- Ajak orang tua terkena cahaya matahari pagi dan tetap bergerak di siang hari.
- Batasi tidur siang agar tidak terlalu lama dan tidak terlalu sore.
- Hindari kopi dan teh kental mulai sore hari, dan jangan makan terlalu berat menjelang tidur.
- Buat rutinitas malam yang tenang, seperti mandi air hangat, berdoa, atau mendengarkan musik pelan. Hindari obrolan yang berat atau memancing emosi menjelang tidur.
- Bila sudah lama berbaring dan belum bisa tidur, ajak ia bangun sebentar ke ruangan lain untuk kegiatan tenang, lalu kembali saat mengantuk.
- Pasang lampu kecil di jalan menuju kamar mandi dan singkirkan barang yang bisa membuatnya tersandung.
CBT-I, terapi tidur tanpa obat
CBT-I adalah terapi kognitif-perilaku untuk insomnia. Pendekatan non-obat ini dipakai luas untuk insomnia menahun. Dalam terapi ini, orang tua dibantu membangun kembali hubungan antara tempat tidur dan rasa kantuk, mengatur jadwal tidur dan bangun, serta mengurangi rasa cemas tentang "tidak bisa tidur".
CBT-I dijalankan bersama tenaga profesional yang terlatih dan bisa disesuaikan dengan kondisi fisik lansia. Penjelasan lengkapnya ada di artikel CBT-I untuk insomnia.
Kenapa obat tidur perlu sangat hati-hati pada lansia
Pada usia lanjut, obat cenderung bertahan lebih lama di tubuh dan lebih mudah berinteraksi dengan obat lain. Obat tidur dan obat penenang bisa membuat orang tua tetap mengantuk keesokan harinya, limbung saat berjalan ke kamar mandi malam-malam, dan lebih bingung. Golongan benzodiazepin, misalnya, bekerja cepat tetapi berisiko menimbulkan ketergantungan, sehingga penggunaannya dibatasi dan diawasi ketat.
Karena itu, jangan memberi orang tua obat tidur milik anggota keluarga lain atau obat yang dibeli tanpa resep. Bila ia sudah lama minum obat tidur, jangan menghentikan atau mengubahnya sendiri; bicarakan dulu dengan psikiater. Obat kadang memang perlu, dan psikiater akan memilih golongan serta memantaunya dengan teliti.
Catatan tidur sebelum berobat
Selama beberapa malam, catat jam orang tua masuk kamar, kira-kira jam berapa tertidur, berapa kali terbangun, jam bangun pagi, dan tidur siangnya. Tulis juga minum kopi atau teh, obat yang diminum malam hari, keluhan nyeri, buang air kecil di malam hari, dengkuran, mimpi buruk, dan kejadian jatuh. Bawa catatan ini bersama semua obatnya saat konsultasi.
Saat susah tidur disertai tanda bahaya
Bawa orang tua ke IGD atau dokter hari itu juga bila susah tidurnya disertai kebingungan yang muncul mendadak, halusinasi, jatuh, sesak saat berbaring, demam, atau ia tidak mau makan dan minum. Lakukan hal yang sama bila ia menjadi sangat gelisah atau agresif di malam hari dan keluarga tidak bisa menjaga keselamatannya.
Malam yang panjang tanpa tidur kadang diisi pikiran yang gelap. Bila orang tua berkata ingin mati atau mulai bicara soal menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Bila perbaikan kebiasaan tidur belum membantu, atau susah tidur orang tua disertai cemas, murung, atau pelupa, Anda bisa membawanya berkonsultasi dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ. Psikiatri geriatri termasuk fokus praktiknya, dan konsultasi bisa sekaligus meninjau obat yang sedang diminum orang tua. Konsultasi berlangsung di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah wajar lansia susah tidur? Tidur yang lebih ringan dan bangun lebih pagi memang sering terjadi seiring usia. Namun, susah tidur yang membuat orang tua lemas, mudah marah, pelupa, atau jatuh bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja dan perlu diperiksa.
Berapa lama tidur yang dibutuhkan lansia? Tidak ada satu angka yang pas untuk semua orang. Yang lebih penting adalah apakah orang tua bangun dengan cukup segar dan bisa beraktivitas di siang hari. Bila ia sering tertidur atau sangat mengantuk di siang hari, ceritakan hal itu ke dokter.
Bolehkah lansia minum obat tidur? Boleh bila diresepkan dan dipantau dokter, tetapi tidak sebagai langkah pertama. Pada lansia, obat tidur bisa menambah risiko jatuh, bingung, dan ketergantungan, jadi penyebab susah tidurnya perlu dicari dulu.
Kenapa orang tua sering terbangun di malam hari? Penyebab yang sering ditemukan adalah ingin buang air kecil, nyeri, dengkuran atau gangguan napas, cemas, dan tidur siang yang terlalu banyak. Mencatat kapan dan kenapa ia terbangun membantu dokter menemukan penyebabnya.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





