Sakau ganja itu nyata. Orang yang rutin memakai ganja lalu berhenti bisa merasa mudah marah, gelisah, susah tidur, bermimpi sangat jelas, kehilangan nafsu makan, dan terus terdorong untuk memakai lagi. Gejala ini umumnya tidak mengancam nyawa, tetapi cukup menyiksa sehingga banyak orang kembali memakai hanya supaya bisa tidur atau tenang.

Meski begitu, masa berhenti punya risikonya sendiri. Suasana hati bisa turun, dan pada sebagian orang muncul halusinasi atau rasa curiga yang ekstrem. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau ingin mati, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat.

Lain halnya bila ganja dipakai bersama alkohol atau obat penenang. Berhenti mendadak dari alkohol atau obat penenang setelah lama dipakai bisa berbahaya, jadi ceritakan semua zat yang Anda pakai kepada dokter sebelum berhenti.

Ganja dianggap ringan, kenapa tetap bisa sakau?

Banyak orang menganggap ganja hanya "bikin santai". Namun bila dipakai rutin, otak menyesuaikan diri dengan zat aktif di dalam ganja. Saat pemakaian dihentikan, otak butuh waktu untuk menyesuaikan diri lagi, dan masa penyesuaian inilah yang terasa sebagai sakau.

Ganja juga sering dipakai untuk membantu tidur atau meredam cemas. Akibatnya, ketika berhenti, susah tidur dan cemas yang selama ini tertutup bisa muncul lagi, bersamaan dengan gejala putus zat. Dua hal ini mudah tercampur, sehingga Anda bisa merasa "lebih parah daripada sebelum memakai".

Gejala sakau ganja yang sering muncul

Tidak semua orang mengalami semuanya. Yang paling sering dilaporkan:

  • mudah marah dan tersinggung, bahkan karena hal kecil;
  • gelisah dan cemas;
  • susah tidur, dengan mimpi yang terasa aneh atau sangat nyata;
  • nafsu makan turun;
  • murung atau sulit menikmati kegiatan yang biasanya menyenangkan;
  • keluhan fisik seperti sakit perut, sakit kepala, berkeringat, atau gemetar;
  • sugesti (craving), yaitu dorongan kuat untuk memakai lagi, terutama di jam, tempat, atau bersama teman yang dulu terkait dengan pemakaian.

Keluhan ini tidak selalu datang dan pergi bersamaan. Ada yang cepat reda, ada yang bertahan lebih lama, dan masalah tidur sering termasuk yang lebih lama membaik.

Kenapa masa berhenti rawan kambuh

Saat badan dan pikiran tidak nyaman, pikiran "satu kali saja supaya bisa tidur" terasa sangat masuk akal. Memakai lagi memang meredakan sakau untuk sementara, tetapi sekaligus memperpanjang ketergantungan. Siklus ini yang membuat banyak orang merasa tidak pernah benar-benar bisa berhenti.

Cobalah membuat peta pemicu Anda sendiri. Tulis kapan sugesti muncul, sedang bersama siapa, apa yang terjadi sebelumnya, dan apa yang ternyata membantu. Catatan seperti ini jauh lebih berguna daripada terus bertanya pada diri sendiri "kenapa saya tidak kuat".

Saat sugesti datang, ingat bahwa dorongan itu tidak bertahan selamanya; bila tidak dituruti, biasanya mereda dalam hitungan menit. Pilih satu atau dua kegiatan yang langsung bisa Anda lakukan, misalnya keluar ruangan atau mengirim pesan ke teman yang mendukung. Pembahasan lebih lengkap ada di artikel sugesti narkoba: kenapa muncul dan cara melewatinya.

Merapikan tidur selama berhenti

Karena susah tidur adalah salah satu keluhan yang paling mengganggu, tidur perlu diperhatikan sejak awal. Usahakan jam bangun tetap setiap hari, kurangi kopi dan rokok terutama sore hari karena keduanya bisa membuat lebih gelisah, dan jauhkan ponsel menjelang tidur.

Jangan mengganti ganja dengan alkohol supaya bisa tidur. Alkohol memang membuat cepat mengantuk, tetapi tidur di paruh kedua malam jadi lebih dangkal dan mudah terputus. Hindari juga obat tidur yang didapat tanpa resep. Bila susah tidur berlangsung terus dan mengganggu kegiatan, bicarakan dengan dokter.

Ganja, cemas, dan gejala psikotik

Pada sebagian orang, pemakaian ganja berkaitan dengan munculnya gejala psikotik, terutama bila ada kerentanan tertentu. Contohnya mendengar suara yang tidak ada, yakin sedang diawasi, atau curiga berlebihan yang tidak hilang meski sudah dijelaskan baik-baik. Gejala seperti ini perlu diperiksa, jangan hanya dianggap efek sementara. Baca juga halusinasi setelah memakai narkoba.

Cemas atau murung yang makin berat selama berhenti juga perlu dinilai. Kadang yang muncul adalah gangguan cemas atau depresi yang sudah ada sejak sebelum memakai, dan kondisi ini bisa ditangani.

Sebagian orang menunda ke dokter karena khawatir soal urusan hukum. Gambaran umum tentang IPWL (tempat melapor secara sukarela untuk mendapat perawatan) dan pilihan perawatan yang ada dijelaskan di artikel rehabilitasi narkoba rawat jalan.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Kapan sakau ganja perlu pertolongan segera

Segera ke IGD terdekat atau hubungi 119 bila muncul halusinasi, rasa curiga yang ekstrem, kebingungan, perilaku agresif yang membahayakan, atau panik yang tidak juga mereda. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau ingin mati, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat. Jangan menghadapinya sendirian.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Ingin berhenti memakai ganja tetapi terus terganggu susah tidur, cemas, atau sugesti? Anda bisa membicarakannya dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ di Klinik Utama Luna, Fatmawati, Jakarta Selatan. Dokter akan menilai keluhan putus zat dan kondisi yang mungkin menyertainya, seperti cemas atau depresi, lalu menyusun rencana kontrol bersama Anda.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sakau ganja benar-benar ada? Ada. Orang yang rutin memakai ganja bisa mengalami gejala saat berhenti, seperti susah tidur, mudah marah, gelisah, nafsu makan turun, dan sugesti untuk memakai lagi.

Berapa lama sakau ganja berlangsung? Lamanya berbeda-beda, tergantung seberapa sering dan seberapa lama ganja dipakai, serta kondisi kesehatan secara umum. Keluhan juga tidak reda bersamaan; masalah tidur sering bertahan lebih lama daripada keluhan lain. Bila keluhan mengganggu kerja, kuliah, atau hubungan, sebaiknya periksa ke psikiater.

Apakah ganja bisa memicu halusinasi? Bisa, pada sebagian orang. Pemakaian ganja berkaitan dengan gejala psikotik seperti halusinasi dan rasa curiga berlebihan, terutama bila ada kerentanan tertentu. Gejala ini perlu diperiksa.

Bagaimana cara mengatasi susah tidur saat berhenti ganja? Mulailah dengan jam bangun yang tetap, kurangi kopi dan rokok di sore hari, dan hindari alkohol atau obat tidur tanpa resep sebagai pengganti. Bila susah tidur terus berlanjut, dokter bisa membantu mencari penyebab dan penanganannya.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.