Bipolar tipe 1 adalah jenis gangguan bipolar yang ditandai dengan setidaknya satu episode mania. Saat mania, tenaga dan rasa percaya diri melonjak, kebutuhan tidur turun, dan kemampuan menimbang keputusan terganggu, kadang sampai disertai halusinasi atau waham. Banyak orang dengan bipolar tipe 1 juga mengalami episode depresi, tetapi itu tidak menjadi syarat diagnosis. Kondisi ini bisa ditangani, dan pengobatan yang teratur membantu mencegah kambuh.

Seperti apa mania pada bipolar tipe 1

Satu episode mania umumnya bertahan sekitar seminggu atau lebih, kecuali gejalanya sudah begitu berat sehingga perlu perawatan lebih cepat. Selama episode, beberapa perubahan ini bisa terlihat:

  • energi dan aktivitas melonjak, sulit duduk diam;
  • tidur hanya sebentar tetapi merasa segar;
  • bicara cepat dan sulit dipotong, pikiran melompat dari satu ide ke ide lain;
  • merasa sangat hebat, istimewa, atau punya misi besar;
  • keputusan nekat, seperti belanja besar, berutang, investasi, berhenti kerja, atau perilaku seksual berisiko;
  • mudah marah atau curiga ketika dihalangi.

Mania tidak selalu terasa menyenangkan. Sebagian orang lebih banyak merasa gelisah dan marah. Orang yang sedang mania juga sering tidak merasa ada yang salah, sehingga keluargalah yang biasanya lebih dulu menyadarinya. Penjelasan lebih rinci ada di artikel mania pada bipolar.

Pada sebagian orang, mania disertai gejala psikotik: mendengar suara yang tidak ada (halusinasi) atau meyakini hal yang tidak sesuai kenyataan, misalnya merasa mendapat tugas istimewa atau sedang diincar (waham). Keadaan ini membuat keluarga bingung dan takut, dan perlu pertolongan medis segera.

Bedanya dengan bipolar tipe 2

Bipolar tipe 2 ditandai episode hipomania dan episode depresi mayor, tanpa pernah mengalami mania. Gejala hipomania sejenis dengan mania, tetapi lebih ringan: berlangsung sekitar empat hari atau lebih, tidak sampai membuat orang tidak bisa bekerja atau perlu dirawat, dan tidak disertai halusinasi atau waham.

Meski begitu, bipolar tipe 2 bukan versi "ringan" dari tipe 1. Orang dengan tipe 2 sering menjalani masa depresi yang lebih panjang. Baca selengkapnya di artikel bipolar tipe 2.

Depresi pada bipolar tipe 1

Episode depresi pada bipolar tipe 1 bisa terasa sama dengan depresi biasa: sedih, hampa, kehilangan minat, lelah, dan sulit berpikir. Saat sedang depresi, riwayat mania kadang tidak diceritakan karena dianggap sudah lewat atau dulu terasa sebagai masa paling bersemangat.

Padahal riwayat mania menentukan pilihan obat. Pada bipolar, antidepresan umumnya tidak dianjurkan sebagai obat tunggal karena berisiko memicu mania kembali. Ceritakan seluruh riwayat naik-turun suasana hati Anda kepada psikiater.

Bagaimana bipolar tipe 1 ditangani

Penanganan bipolar tipe 1 punya dua tujuan: meredakan episode yang sedang berlangsung dan mencegah kambuh. Pada banyak orang, obat menjadi dasar penanganan. Golongan yang sering dipakai adalah obat penstabil suasana hati (mood stabilizer) dan antipsikotik. Sebagian obat penstabil memerlukan pemantauan medis berkala, termasuk pemeriksaan darah. Pilihan, kombinasi, dan pemantauannya ditentukan bersama psikiater; cara kerja golongan obat ini dijelaskan di artikel mood stabilizer. Saat mania berat, sebagian orang perlu dirawat di rumah sakit untuk sementara demi keselamatan.

Selain obat, beberapa hal ikut menjaga kestabilan:

  • jam tidur dan bangun yang teratur, karena kurang tidur bisa memicu mania (baca juga susah tidur pada bipolar);
  • psikoedukasi, yaitu belajar memahami bipolar bersama keluarga, yang dikaitkan dengan kambuh yang lebih jarang;
  • menjauhi alkohol dan zat lain;
  • minum obat sesuai arahan dokter. Menghentikan obat diam-diam sering berujung kambuh, jadi bila ada efek samping, bicarakan dengan psikiater.

Menghadapi tanda awal mania di rumah

Mania sering datang bertahap. Tidur mulai berkurang, bicara makin cepat, dan rencana makin besar. Pada tahap ini, beberapa langkah bisa membantu:

  • tunda kontrak, transaksi besar, perjalanan mendadak, atau keputusan penting dalam hubungan;
  • kurangi keramaian, kafein, dan kegiatan malam;
  • hubungi psikiater untuk mempercepat kontrol;
  • siapkan kronologi singkat: kapan tidur mulai berubah, keputusan apa yang sudah diambil, obat apa yang diminum, dan riwayat rawat inap bila ada.

Langkah-langkah ini paling mudah disepakati jauh hari, saat suasana hati sedang stabil, sehingga keluarga tinggal menjalankannya ketika tanda awal muncul. Bila perilakunya sudah mulai berbahaya, keluarga tidak perlu menghadapinya sendirian.

Kapan mania harus dibawa ke IGD

Segera ke IGD terdekat bila orang dengan bipolar tipe 1 hampir tidak tidur disertai perilaku yang sangat berbeda dari biasanya, mengalami halusinasi atau waham, menjadi agresif, atau melakukan hal yang membahayakan diri dan orang lain. Bila muncul ucapan ingin mati atau pikiran menyakiti diri, hubungi juga 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis). Ajak orang yang dipercaya untuk mendampingi bila itu aman dilakukan.

Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Bila Anda atau anggota keluarga pernah mengalami episode seperti di atas, konsultasi psikiatri bisa membantu menyusun rencana pengobatan dan pencegahan kambuh. Di Klinik Utama Luna, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Anda bisa membuat janji dengan dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ, yang salah satu fokus praktiknya gangguan bipolar, untuk konsultasi, follow-up, dan manajemen obat. Bila episode mania sedang membahayakan, ke IGD lebih dulu.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda bipolar tipe 1 dan tipe 2? Bipolar tipe 1 ditandai pernah mengalami mania. Bipolar tipe 2 ditandai hipomania dan depresi mayor, tanpa mania. Tipe 2 tetap bisa sangat mengganggu, terutama karena episode depresinya.

Apakah bipolar tipe 1 bisa sembuh? Bipolar tipe 1 umumnya kondisi jangka panjang, tetapi bisa dikendalikan. Dengan pengobatan yang teratur, banyak orang menjalani masa stabil yang panjang dan kembali bekerja serta beraktivitas.

Apakah mania selalu terasa menyenangkan? Tidak. Mania bisa terasa penuh semangat, tetapi juga bisa muncul sebagai gelisah, marah, curiga, atau perilaku nekat yang belakangan disesali.

Apakah orang dengan bipolar tipe 1 harus minum obat seumur hidup? Lamanya pengobatan berbeda untuk setiap orang dan ditentukan bersama psikiater. Banyak orang memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah kambuh, jadi jangan menghentikan obat sendiri walau sudah merasa baik.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.