Mania adalah fase "naik" pada gangguan bipolar. Suasana hati sangat melambung atau justru sangat mudah marah, sementara tenaga dan aktivitas meningkat tajam. Orang yang mengalaminya bisa hampir tidak tidur, bicara tanpa henti, dan mengambil keputusan nekat. Mania cukup berat untuk mengganggu pekerjaan, hubungan, dan keselamatan, sehingga sering perlu segera ditangani dokter.
Gejala mania yang biasa terlihat
Keluarga atau teman biasanya melihat beberapa perubahan ini sekaligus:
- hampir tidak tidur selama beberapa malam, tetapi tetap merasa penuh tenaga;
- bicara sangat cepat, keras, dan sulit dihentikan;
- pikiran melompat-lompat dari satu ide ke ide lain sampai sulit diikuti;
- merasa sangat hebat, istimewa, atau punya misi besar;
- belanja, berutang, atau berinvestasi besar-besaran tanpa pertimbangan;
- cepat tersinggung dan sering bertengkar bila dihalangi;
- perilaku berisiko, seperti mengebut, minum alkohol atau memakai zat, atau hubungan seksual yang berisiko.
Mania tidak selalu tampak gembira. Pada sebagian orang, yang lebih menonjol justru gelisah dan amarah. Ada pula kondisi ketika tanda mania muncul bersamaan dengan rasa sedih dan putus asa. Kondisi ini disebut gejala campuran dan dibahas di gejala campuran pada bipolar.
Saat mania disertai halusinasi atau waham
Pada mania yang berat, sebagian orang mengalami gejala psikotik. Bentuknya bisa berupa waham, yaitu keyakinan kuat yang tidak sesuai kenyataan, misalnya merasa diutus menyelamatkan dunia atau merasa punya kekayaan luar biasa. Bisa juga berupa halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada.
Orang tersebut tidak sedang berpura-pura. Keyakinan itu terasa sangat nyata baginya, sehingga membantahnya keras-keras biasanya hanya memicu pertengkaran. Gejala psikotik menandakan episode sudah berat dan perlu diperiksa psikiater secepatnya.
Bedanya mania dan hipomania
Hipomania adalah versi yang lebih ringan dari fase naik. Pedoman diagnosis menyebut episode mania bertahan minimal sekitar seminggu, kecuali sudah harus dirawat lebih cepat. Hipomania lebih pendek, minimal sekitar empat hari, orangnya masih bisa menjalankan pekerjaan dan urusan rumah, dan tidak ada gejala psikotik.
Orang yang pernah mengalami episode mania umumnya digolongkan sebagai bipolar tipe 1, sedangkan bipolar tipe 2 hanya melibatkan hipomania dan depresi. Bila Anda ingin memahami versi yang lebih ringan, baca apa itu hipomania.
Kenapa orang yang sedang mania merasa dirinya baik-baik saja
Saat mania, kemampuan menilai diri sendiri ikut terganggu. Banyak orang merasa sedang dalam kondisi terbaiknya, sehingga menolak disebut sakit atau menolak ke dokter. Penolakan ini termasuk bagian dari gejalanya, jadi berdebat panjang jarang berhasil.
Artinya, menunggu ia sadar sendiri lalu meminta bantuan sering membuat penanganan terlambat. Keluarga perlu berpegang pada hal yang terlihat, seperti jam tidur, pengeluaran, dan perilaku, lalu menghubungi dokternya. Pilihan kata saat mengajaknya ke dokter dan tanda yang biasanya muncul sebelum mania memuncak dibahas di tanda awal mania untuk keluarga.
Kapan mania menjadi keadaan darurat
Bawa ke IGD terdekat secepatnya bila muncul salah satu dari keadaan ini:
- hampir tidak tidur berhari-hari dan makin gelisah atau bingung;
- muncul waham atau halusinasi;
- ada ancaman atau tindakan kekerasan, atau perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, seperti mengebut atau berkeliaran di jalan;
- minum alkohol atau memakai zat lain dalam jumlah banyak;
- muncul ucapan atau pikiran ingin menyakiti diri atau mengakhiri hidup.
Bila ada pikiran menyakiti diri, Anda juga bisa menghubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) sambil mengatur perjalanan ke IGD. Jangan mencoba menahan atau menghadapi orang yang sangat gelisah seorang diri. Ajak orang lain membantu, dan bila perjalanan ke IGD tidak aman, minta bantuan petugas kesehatan atau ambulans.
Bagaimana mania ditangani
Mania biasanya ditangani dengan obat. Psikiater menilai pola episode, tidur, penggunaan zat, kondisi fisik, dan obat yang sedang diminum, lalu memilih pengobatan yang sesuai. Umumnya obat yang dipakai berasal dari kelompok penstabil suasana hati (mood stabilizer), antipsikotik, atau kombinasi keduanya. Cara kerja dan pemantauan kelompok obat ini dibahas di artikel mood stabilizer untuk bipolar.
Pada episode yang berat, perawatan di rumah sakit kadang diperlukan agar orang tersebut aman. Setelah episode reda, pengobatan biasanya tetap dilanjutkan untuk mencegah kambuh. Keputusan mengurangi atau menghentikan obat selalu dibicarakan dengan psikiater, termasuk ketika orang tersebut sudah merasa sehat.
Keputusan besar yang sebaiknya ditunda saat mania
Ketika tanda mania muncul, tunda dulu keputusan besar: membeli barang mahal, meminjam uang, berhenti kerja, atau mengakhiri hubungan. Penundaan ini melindungi orang tersebut dari akibat yang sulit diperbaiki, sementara haknya untuk memutuskan tetap dihormati setelah kondisinya stabil.
Bila keputusan sudah telanjur diambil, misalnya utang, kontrak, atau surat pengunduran diri, jangan langsung menghakimi. Catat apa saja yang terjadi, lalu bahas penyelesaiannya setelah kondisinya stabil, bila perlu bersama orang lain yang ia percaya. Rasa menyesal setelah mania lewat bisa berat, dan sikap yang tidak menghukum membantunya tetap mau berobat.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Ketika tanda awal mania mulai terlihat, atau setelah episode reda dan perlu rencana pencegahan kambuh, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ atau dr. Rudyhard E. Hutagalung, Sp.KJ. Keduanya berfokus pada gangguan bipolar. Keadaan darurat seperti yang dijelaskan di atas perlu ditangani di IGD lebih dulu. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah mania selalu terlihat bahagia? Tidak. Mania juga bisa tampak sebagai mudah marah, gelisah, sering bertengkar, atau nekat mengambil risiko. Ada juga yang mengalami tanda mania bersamaan dengan rasa sedih, yang disebut gejala campuran.
Berapa lama episode mania berlangsung? Menurut pedoman diagnosis, episode mania umumnya berlangsung setidaknya sekitar satu minggu, atau lebih singkat bila sudah perlu dirawat. Lamanya berbeda pada tiap orang, dan penanganan sejak awal membantu mengurangi akibatnya.
Apakah mania bisa sembuh? Episode mania bisa reda dan terkendali dengan pengobatan. Gangguan bipolarnya sendiri umumnya perlu dikelola jangka panjang supaya episode berikutnya bisa dicegah atau dikenali lebih cepat.
Apa yang harus dilakukan bila anggota keluarga yang sedang mania menolak ke dokter? Sampaikan kekhawatiran lewat hal yang terlihat, seperti jam tidur atau pengeluaran, dan hindari berdebat soal sakit atau tidak. Bila sudah ada tanda bahaya seperti kekerasan, halusinasi, atau ucapan ingin mengakhiri hidup, utamakan keselamatan dan bawa ke IGD dengan bantuan orang lain.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





