Depresi resisten terapi adalah istilah untuk depresi yang belum membaik secara berarti, padahal pengobatannya sudah dijalankan dengan memadai. Patokan yang umum dipakai adalah setidaknya dua antidepresan sudah dicoba dengan benar, tetapi hasilnya belum cukup. Meski terdengar berat, sebutan ini tidak berarti depresi Anda tak bisa membaik. Artinya, rencana pengobatan perlu ditinjau lebih teliti, dan masih ada pilihan lain yang bisa dicoba.

Bila rasa lelah berobat sudah berubah menjadi putus asa, atau muncul pikiran tentang kematian, jangan tunggu jadwal kontrol. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis), atau segera ke IGD terdekat bila Anda merasa tidak aman.

Arti "resisten terapi" dalam bahasa sehari-hari

Dalam istilah medis berbahasa Inggris, kondisi ini disebut treatment-resistant depression. Kata "resisten" sering terdengar seolah tubuh menolak obat, atau depresinya terlalu parah untuk ditolong. Maksud sebenarnya lebih sederhana: pengobatan yang sudah dicoba belum memberi perbaikan yang cukup.

Batas pastinya bisa berbeda antarpedoman, tetapi patokan dua antidepresan tadi yang paling sering dipakai. Depresi yang belum membaik setelah satu resep, atau setelah obat diminum hanya sebentar, belum masuk hitungan.

Dokter juga membedakan "belum membaik sama sekali" dengan "membaik sebagian". Ada orang yang merasa sedikit lebih ringan, tetapi masih jauh dari keseharian yang biasa ia jalani. Kondisi membaik sebagian ini juga perlu ditindaklanjuti, karena gejala yang tersisa tetap mengganggu hidup dan membuat depresi lebih mudah kambuh.

Apa yang dimaksud percobaan obat yang "memadai"?

Sebelum memakai istilah ini, psikiater memeriksa apakah setiap obat yang pernah dicoba benar-benar mendapat kesempatan bekerja. Ada tiga pertanyaan utama. Apakah takarannya sudah sampai pada tingkat yang dinilai cukup oleh dokter? Apakah obat diminum cukup lama? Apakah obat diminum dengan teratur?

Antidepresan umumnya butuh beberapa minggu sebelum efeknya terasa. Obat yang dihentikan di minggu pertama karena "tidak terasa apa-apa" belum bisa dinilai gagal.

Karena itu, riwayat pengobatan yang lengkap sangat membantu. Tuliskan obat apa saja yang pernah diminum sesuai nama di kemasan atau resep, kira-kira berapa lama, apa yang terasa, dan kenapa berhenti atau diganti. Bila resep dulu berasal dari dokter lain, bawa salinannya.

Minum obat teratur atau tidak: bagian yang perlu dijawab jujur

Pengobatan depresi sering terhenti di tengah jalan karena alasan yang sangat manusiawi. Efek samping terasa lebih dulu daripada manfaat. Harga obat memberatkan, atau stok di apotek sedang kosong. Ada rasa takut ketergantungan, atau obat dihentikan begitu badan terasa sedikit lebih enak.

Semua itu wajar dan perlu diceritakan kepada psikiater tanpa rasa malu. Soal takut ketergantungan, tanyakan saja langsung: antidepresan tidak menimbulkan rasa "nagih" seperti narkotika, meski cara berhentinya tetap perlu diatur dokter. Menghentikan obat begitu badan terasa enakan juga termasuk pemicu kambuh yang sering.

Bila ternyata obat belum pernah diminum dengan teratur, depresinya belum bisa disebut resisten. Langkah berikutnya adalah mencari cara agar pengobatan bisa dijalankan, misalnya dengan mengatasi efek samping yang mengganggu atau membahas pilihan obat yang lebih terjangkau.

Memeriksa ulang: apakah diagnosisnya sudah tepat?

Kadang depresi tampak tidak mempan diobati karena ada kondisi lain yang belum terlihat. Psikiater akan menelusuri kembali beberapa kemungkinan:

  • Gangguan bipolar. Orang dengan bipolar sering datang saat sedang depresi, sementara masa suasana hati naik (hipomania) terlewat karena dulu terasa seperti "lagi semangat". Pada bipolar, antidepresan yang diberikan tanpa obat penstabil suasana hati (mood stabilizer) bisa memicu suasana hati berbalik naik berlebihan, sehingga penanganannya berbeda.
  • Gejala psikotik. Depresi yang disertai halusinasi atau keyakinan keliru yang sangat kuat butuh penanganan yang berbeda. Penjelasannya ada di depresi dengan gejala psikotik.
  • Kecemasan berat, trauma, atau masalah tidur yang ikut berjalan dan belum ditangani.
  • Alkohol atau zat lain. Minum untuk menenangkan diri bisa membuat suasana hati makin turun dan tidur makin berantakan, sehingga obat tampak tidak bekerja. Baca pengaruh alkohol pada depresi.
  • Kondisi fisik, misalnya gangguan tiroid, nyeri kronis, atau pengaruh obat lain yang sedang diminum.
  • Tekanan hidup yang terus berlangsung, seperti konflik di rumah, masalah keuangan, atau kesepian. Obat bisa bekerja sebagian, tetapi tekanan yang tidak berhenti membuat hasilnya sulit terasa.

Pemeriksaan ulang ini bisa meliputi pertanyaan tentang riwayat keluarga, pemeriksaan fisik, atau tes darah bila dokter menilai perlu.

Bila istilah ini memang cocok, apa saja pilihannya?

Ketika dokter yakin pengobatan sudah memadai dan diagnosisnya tepat, ada beberapa jalur yang biasa dibahas. Obat yang sedang berjalan bisa disesuaikan, atau diganti dengan antidepresan dari golongan lain. Dokter juga bisa menambahkan obat kedua untuk memperkuat efeknya, menambah atau mengganti psikoterapi, serta pada situasi tertentu mempertimbangkan terapi stimulasi otak seperti ECT (terapi elektrokonvulsif) dan TMS (stimulasi magnetik transkranial).

Setiap pilihan punya manfaat, efek samping, dan syaratnya sendiri. Penjelasan rinci tentang masing-masing ada di artikel depresi tidak membaik setelah berobat. Keputusannya diambil bersama psikiater; jangan mengubah atau menghentikan obat sendiri.

Saat lelah berobat berubah menjadi putus asa

Bagi banyak orang, bagian terberat dari depresi resisten terapi adalah rasa capeknya. Sudah ganti obat, sudah kontrol berkali-kali, tetapi rasanya tetap tidak ada yang berubah. Banyak orang lalu menyalahkan diri sendiri: "Mungkin saya kurang berusaha."

Depresi yang lama membaik tidak menandakan Anda lemah atau malas. Rasa bersalah dan merasa tidak berguna justru termasuk gejala depresi itu sendiri, dan ikut membuatnya terasa makin berat.

Bila rasa putus asa mulai berubah menjadi pikiran bahwa hidup tidak ada artinya, atau muncul keinginan menyakiti diri, ceritakan hari itu juga kepada orang yang Anda percaya dan hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis). Bila sudah ada rencana, atau Anda merasa tidak bisa menjaga diri, segera ke IGD terdekat dengan ditemani.

Keluarga bisa membantu dengan cara yang konkret: menemani kontrol, ikut mencatat perubahan yang terlihat seperti makin menarik diri atau pola tidur yang berubah, dan tidak menuntut pemulihan yang cepat.

Konsultasi di Klinik Utama Luna

Sudah mencoba beberapa pengobatan dan ingin riwayatnya ditinjau ulang dari awal? Anda bisa membawa catatan obat yang pernah diminum dan berkonsultasi dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ. Klinik Utama Luna di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, melayani konsultasi psikiatri, kontrol lanjutan, dan manajemen obat. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.

Buat janji temu

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti depresi resisten terapi? Artinya depresi belum membaik secara berarti meski sudah menjalani pengobatan yang memadai, umumnya setelah setidaknya dua antidepresan dicoba dengan benar. Psikiater menentukannya setelah meninjau seluruh riwayat pengobatan, bukan dari satu resep yang belum berhasil.

Apakah depresi resisten terapi bisa sembuh? Bisa membaik. Sebutan ini hanya menandai bahwa pendekatannya perlu diubah, dan masih ada pilihan seperti penyesuaian atau penggantian obat, penambahan obat kedua, psikoterapi, serta ECT atau TMS pada situasi tertentu.

Berapa lama antidepresan harus dicoba sebelum dianggap tidak mempan? Antidepresan umumnya butuh beberapa minggu sebelum efeknya bisa dinilai, jadi obat yang baru diminum seminggu belum bisa disebut gagal. Lama pastinya ditentukan psikiater sesuai obat dan kondisi Anda.

Apakah sering ganti obat berarti depresi saya resisten? Belum tentu. Bila obat diganti karena efek samping, diminum tidak teratur, atau dihentikan terlalu cepat, dokter belum bisa menilai apakah obat itu benar-benar tidak bekerja.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.

Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.