Ya, orang dengan gangguan bipolar bisa mengalami halusinasi, yaitu mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak dialami orang lain. Halusinasi ini biasanya muncul saat episode sedang berat, baik ketika mood sangat naik (mania) maupun sangat turun (depresi berat). Pengalaman ini menakutkan, tetapi bisa ditangani. Yang penting, jangan dihadapi sendirian dan jangan ditunda.
Seperti apa rasanya?
Bagi yang mengalaminya, halusinasi terasa sama nyatanya dengan suara orang di sebelah. Bentuknya sering berupa suara yang memanggil nama, berkomentar, atau berbicara langsung kepada Anda. Ada juga yang melihat bayangan, merasakan sentuhan, atau mencium bau yang tidak tercium orang lain.
Halusinasi sering datang bersama keyakinan kuat yang sulit digoyahkan, misalnya yakin sedang diawasi atau yakin punya tugas istimewa. Dalam istilah medis, keyakinan seperti ini disebut waham. Saat sedang di tengah episode, banyak orang tidak sadar bahwa yang mereka dengar atau yakini adalah bagian dari gejala.
Saat mood sedang sangat naik
Pada episode mania, isi halusinasi sering sejalan dengan suasana hati yang meluap. Suara bisa terdengar memuji, menyebut Anda orang pilihan, atau memberi "misi" yang harus segera dijalankan. Biasanya ini muncul bersama tidur yang sangat berkurang, bicara cepat, pikiran melompat-lompat, dan keberanian mengambil risiko besar.
Kurang tidur bisa memperburuk mania, dan mania membuat tidur makin sedikit. Lingkaran ini perlu diputus secepatnya. Penjelasan lebih lengkap tentang tanda-tandanya ada di artikel mania pada bipolar.
Saat mood sedang sangat turun
Pada depresi berat, suara yang terdengar cenderung kejam. Isinya bisa menghina, menyalahkan, menyebut Anda tidak berguna, atau menyuruh menyerah. Ada juga yang yakin dirinya sudah berbuat dosa besar atau pantas dihukum.
Situasi ini berbahaya karena suara dan keyakinan itu bisa mendorong seseorang menyakiti diri. Bila suara menyuruh Anda menyakiti diri, atau muncul pikiran ingin mati, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat. Baca juga halusinasi saat depresi untuk gambaran yang lebih rinci.
Tidak semua pengalaman aneh berarti halusinasi bipolar
Mendengar suara atau melihat bayangan sekilas saat hampir tertidur atau baru bangun cukup umum, juga pada orang yang sehat. Kurang tidur berat, alkohol, narkoba, putus zat, demam tinggi, dan beberapa obat juga bisa memicu halusinasi.
Psikiater juga akan memperhatikan waktunya. Bila halusinasi hanya muncul saat episode mood, gambarannya lebih sesuai dengan bipolar. Bila halusinasi tetap ada saat mood sudah stabil, dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan lain, misalnya gangguan skizoafektif atau skizofrenia. Karena itu, diagnosis tidak bisa dibuat dari satu gejala saja.
Kalau Anda sendiri yang mendengar suara
Ceritakan kepada satu orang yang Anda percaya, walaupun terasa memalukan atau menakutkan. Jangan menuruti perintah suara, apalagi yang menyuruh melakukan sesuatu yang berbahaya. Hindari alkohol dan narkoba, karena keduanya bisa memperberat gejala.
Hubungi psikiater Anda secepatnya, jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya. Saat konsultasi, ceritakan apa yang Anda dengar atau lihat, kapan mulai, bagaimana tidur Anda belakangan, dan obat apa saja yang sedang diminum. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan obat sendiri.
Kalau anggota keluarga Anda yang mengalaminya
Jangan berdebat soal benar atau tidaknya suara itu. Bagi dia, suaranya nyata. Anda bisa berkata, "Aku tidak mendengarnya, tapi aku lihat kamu takut sekali. Aku di sini." Kalimat seperti ini menenangkan tanpa ikut membenarkan isinya.
Kurangi keramaian dan suara bising di sekitarnya, dan tunda dulu keputusan besar seperti transaksi uang atau berhenti kerja. Bila suara menyuruhnya menyakiti diri atau orang lain, jangan tinggalkan ia sendirian, dan jauhkan pisau serta benda tajam dari jangkauannya, sebisa mungkin tanpa memancing keributan. Bila ia sudah bertindak mengikuti suara, mengancam orang lain, atau sama sekali tidak tidur, segera bawa ke IGD terdekat. Bila membawanya sendiri tidak aman, hubungi 119 untuk bantuan gawat darurat.
Apakah halusinasinya bisa hilang?
Pada bipolar, halusinasi biasanya mereda ketika episode mood ditangani dan suasana hati kembali stabil. Psikiater bisa mempertimbangkan obat golongan mood stabilizer (penstabil suasana hati) dan antipsikotik, sesuai hasil pemeriksaan. Tidur yang teratur juga bagian penting dari pemulihan.
Setelah episode reda, kenali tanda awalnya bersama keluarga, misalnya tidur mulai berkurang atau muncul lagi suara samar. Dengan begitu, bantuan bisa dicari sebelum episode berikutnya menjadi berat. Artikel tentang mendengar suara yang tidak ada juga membahas kemungkinan penyebab lain di luar bipolar.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Halusinasi di tengah episode bipolar perlu diperiksa secepatnya. Bila situasinya masih aman, Anda bisa membuat janji dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, yang menangani gangguan bipolar dan gangguan psikotik. Bawa catatan tentang tidur, mood, dan isi suara yang terdengar. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah orang bipolar bisa berhalusinasi? Bisa. Halusinasi bisa muncul saat episode mania atau depresi yang berat. Kondisi ini menandakan episode sedang serius dan perlu segera diperiksa psikiater.
Kalau ada halusinasi, apakah berarti bukan bipolar, melainkan skizofrenia? Belum tentu. Halusinasi bisa terjadi pada keduanya. Yang membantu dokter membedakan adalah waktunya: apakah halusinasi hanya muncul saat episode mood, atau tetap ada saat mood sudah stabil.
Apakah halusinasi pada bipolar bisa hilang? Pada banyak orang, halusinasi mereda setelah episode mood ditangani. Pengobatan yang teratur dan tidur yang cukup membantu mencegahnya muncul lagi.
Apa yang harus dilakukan kalau suara menyuruh menyakiti diri? Jangan dituruti dan jangan sendirian. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat, dan minta orang terdekat menemani.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





