Waham kejar adalah keyakinan kuat bahwa dirinya sedang diincar, dibuntuti, dijebak, atau akan dicelakai, padahal tidak ada bukti yang mendukung. Baginya, bahaya itu sungguhan, sehingga ia menjalani hari-harinya dalam ketakutan. Ini salah satu gejala psikosis, yaitu keadaan ketika pikiran dan persepsi seseorang terlepas dari kenyataan, dan gejala ini bisa ditangani.
Seperti apa waham kejar dalam keseharian
Isinya bisa bermacam-macam. Ada yang yakin makanannya dicampur racun, ada yang merasa dibuntuti motor yang sama setiap keluar rumah, ada pula yang yakin rekan kantornya bersekongkol untuk menjebaknya. Orang yang dicurigai bisa orang asing, tetangga, atasan, bahkan pasangan atau orang tuanya sendiri.
Keluarga biasanya lebih dulu melihat perubahan perilakunya. Ia mungkin:
- menolak masakan rumah, atau hanya mau makan makanan kemasan yang ia buka sendiri;
- sering mengintip dari jendela, mengunci kamar, atau menutup kamera dan lubang angin;
- berganti nomor ponsel, menghapus akun media sosial, atau pindah tempat tinggal berkali-kali;
- melapor ke RT, satpam, atau polisi tentang ancaman yang tidak bisa dibuktikan;
- menyimpan pisau atau benda lain di dekatnya "untuk berjaga-jaga";
- sulit tidur karena merasa harus selalu waspada.
Kapan rasa terancam disebut waham
Sebelum menyimpulkan apa pun, pastikan dulu ancamannya memang tidak nyata. Teror penagih pinjaman online, sengketa warisan, kekerasan dalam rumah tangga, atau perundungan di tempat kerja bisa membuat orang benar-benar takut dan curiga. Rasa takut seperti itu wajar dan perlu ditangani sebagai masalah nyata.
Rasa terancam mulai mengarah ke waham kejar bila:
- keyakinannya tidak goyah meski bukti yang jelas sudah ditunjukkan berkali-kali;
- "bukti" yang ia sebut terus berganti, dan setiap penjelasan malah dianggap bagian dari rencana jahat;
- alasan orang lain ingin mencelakainya sulit dimengerti, misalnya satu kampung dianggap disuruh seseorang untuk mengawasinya;
- rasa takutnya ikut berpindah, sehingga pindah rumah atau ganti pekerjaan tidak membuatnya lebih tenang.
Kepercayaan yang dianut bersama di lingkungannya, misalnya soal guna-guna atau santet, tidak otomatis disebut waham. Psikiater akan melihat apakah keyakinan itu jauh melampaui apa yang dipercaya orang di sekitarnya, dan apakah keyakinan itu sudah mengubah hidupnya.
Waham kejar mirip dengan perasaan selalu diawasi atau dibicarakan orang. Bedanya, inti waham kejar adalah ancaman: ia yakin akan disakiti. Cara keluarga menanggapi kecurigaan seperti ini dibahas juga di panduan Delusi Paranoid.
Kondisi yang bisa memunculkan waham kejar
Waham kejar adalah gejala, dan penyebabnya bisa berbeda-beda. Ia sering muncul pada skizofrenia, kadang ditemani halusinasi, misalnya mendengar suara yang memperingatkan atau mengancamnya. Waham kejar juga bisa menjadi masalah utama pada gangguan waham, ketika keyakinan itu menetap sementara keseharian lain masih relatif berjalan.
Penyebab lain yang perlu diperiksa antara lain episode bipolar atau depresi yang sangat berat sampai muncul gejala psikotik, pemakaian sabu atau ganja (termasuk saat berhenti memakainya), kurang tidur yang ekstrem, serta penyakit fisik, misalnya infeksi dengan demam tinggi atau gangguan di otak. Pada orang tua, kecurigaan yang muncul tiba-tiba bersama kebingungan bisa menjadi tanda delirium atau demensia, dan perlu diperiksa dokter dengan segera.
Menanggapi tanpa membantah dan tanpa mengiyakan
Saat seseorang yakin akan dicelakai, membantahnya ("itu cuma perasaanmu") biasanya membuat ia merasa sendirian. Bisa-bisa Anda malah ikut dicurigai. Mengiyakan juga tidak menolong, karena ketakutannya justru makin kuat. Jalan tengahnya adalah menanggapi perasaannya, bukan isi keyakinannya.
Contohnya: "Kamu merasa nggak aman, bahkan di rumah sendiri. Itu pasti capek sekali. Aku nggak lihat ada yang mau mencelakai kamu, tapi aku tetap di sini sama kamu." Kalimat seperti ini jujur tanpa mengejek, dan tidak memberi bahan baru untuk takut.
Beberapa langkah praktis yang bisa membantu:
- Bila ia takut diracun, jangan memaksanya makan. Tawarkan makanan dalam kemasan tertutup, atau ajak ia ikut memasak dan melihat makanannya disiapkan, supaya ia tetap makan dan minum.
- Jangan mencampurkan obat ke makanan atau minumannya diam-diam. Bila ketahuan, ketakutannya diracun terasa terbukti dan kepercayaannya pada keluarga bisa hilang. Bila minum obat menjadi masalah, bicarakan dengan psikiater.
- Hindari hal yang mudah ia anggap ancaman, seperti berbisik di depannya, beramai-ramai mengelilinginya, atau memeriksa barangnya diam-diam.
- Jaga suasana rumah tetap tenang. Kritik dan pertengkaran yang terus-menerus berkaitan dengan risiko kambuh yang lebih tinggi pada gangguan psikotik.
Kapan waham kejar menjadi keadaan darurat
Memiliki waham kejar tidak otomatis membuat seseorang berbahaya. Faktanya, orang dengan skizofrenia lebih sering menjadi sasaran kekerasan ketimbang pelakunya. Risiko meningkat ketika rasa takut mulai berubah menjadi tindakan "membela diri", atau ketika ia sudah kehabisan tenaga dan harapan.
Segera cari pertolongan bila:
- ia menyimpan senjata, mengancam, atau berencana mendatangi orang yang dicurigainya;
- ia mendengar suara yang menyuruhnya melakukan sesuatu yang berbahaya;
- ia tidak mau makan atau minum sama sekali karena takut diracun;
- ia berhari-hari tidak tidur, sangat gelisah, atau tampak bingung;
- ia berkata lebih baik mati daripada terus dikejar, atau berniat menyakiti diri.
Dalam keadaan seperti ini, jangan menunggu sampai ia mau. Hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) untuk arahan, atau segera bawa ke IGD terdekat. Bila Anda sendiri merasa terancam, menjauhlah dulu ke tempat aman dan minta bantuan orang lain. Jangan mencoba merebut senjata, mengikat, atau mengurungnya, karena tindakan seperti itu membahayakan semua orang. Bila ia juga demam tinggi, sangat bingung, atau sulit dibangunkan, itu darurat medis: bawa langsung ke IGD.
Mengajak berobat orang yang merasa sedang diincar
Menolak berobat sangat sering terjadi. Dari sudut pandangnya, masalahnya bukan pada dirinya, melainkan pada orang-orang yang mengincarnya. Memaksanya mengakui "kamu sakit" biasanya berakhir dengan pertengkaran.
Hindari membohonginya supaya mau dibawa ke dokter, misalnya dengan bilang mau jalan-jalan. Bagi orang yang yakin sedang dijebak, tipuan seperti ini terasa sebagai bukti bahwa keluarganya ikut bersekongkol. Lebih baik jujur dan beri ia pilihan: kapan berangkat, siapa yang menemani, dan apa yang ingin ia ceritakan ke dokter. Bila ia merasa masih punya kendali, ajakan itu terasa lebih aman.
Bila ia tetap menolak dan keadaannya tidak darurat, Anda bisa lebih dulu menanyakan langkah berikutnya kepada psikiater. Bila gejala seperti ini baru pertama kali muncul, panduan episode psikotik pertama bisa membantu menyusun langkah awal.
Apakah waham kejar bisa hilang?
Dengan penanganan yang tepat, waham kejar umumnya bisa mereda. Caranya bergantung pada penyebab. Bila waham kejar bagian dari gangguan psikotik, psikiater bisa mempertimbangkan obat golongan antipsikotik, bersama psikoedukasi (membantu dia dan keluarga memahami penyakitnya) dan psikoterapi. Bila penyebabnya zat, depresi, atau penyakit fisik, penyebab itu juga ikut ditangani.
Rasa takutnya biasanya berkurang sedikit demi sedikit. Sebagian orang masih menyimpan keyakinannya untuk beberapa waktu, tetapi mulai bisa tidur, makan bersama keluarga, dan keluar rumah lagi. Setelah ia lebih tenang, jangan mengungkit atau menertawakan apa yang dulu ia takuti. Menghentikan obat secara tiba-tiba sering membuat gejala kembali, jadi bicarakan dulu dengan psikiater sebelum mengurangi atau menghentikan obat.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Anda bisa membuat janji dengan dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ, psikiater yang fokus praktiknya meliputi skizofrenia dan kondisi psikotik. Bila keadaannya sudah aman dan anggota keluarga Anda bersedia datang, konsultasi bisa dipakai untuk mencari tahu dari mana rasa terancam itu berasal, lalu menyusun pengobatan dan jadwal kontrolnya. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya waham kejar dan sifat curigaan? Orang yang curigaan masih bisa berubah pikiran bila ada bukti atau penjelasan yang masuk akal. Pada waham kejar, keyakinan itu bertahan apa pun buktinya dan biasanya mengubah keseharian, misalnya tidak mau makan di rumah atau terus berpindah tempat.
Apakah waham kejar pasti skizofrenia? Tidak. Waham kejar memang sering muncul pada skizofrenia, tetapi juga bisa terjadi pada gangguan waham, gangguan suasana hati yang berat, pemakaian zat, atau penyakit fisik. Penyebabnya baru bisa diketahui lewat pemeriksaan langsung.
Bagaimana kalau ia takut makanannya diracun? Jangan memaksanya makan dan jangan pernah menyembunyikan obat di makanan atau minumannya. Tawarkan makanan kemasan yang masih tersegel, atau ajak ia ikut memasak. Bila ia sama sekali tidak mau makan atau minum, segera bawa ke IGD.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





