"Bipolar dengan gejala psikotik" adalah istilah dokter untuk episode bipolar yang begitu berat sampai cara orang yang mengalaminya memahami kenyataan ikut terganggu. Ia bisa mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada (halusinasi), atau yakin pada hal yang tidak sesuai kenyataan (waham). Gejala ini bisa muncul saat mania maupun depresi berat. Kondisi ini perlu segera ditangani karena bisa membahayakan keselamatan, tetapi gejalanya bisa mereda dengan pengobatan.
Apa yang dimaksud gejala psikotik
Ada tiga bentuk yang biasa dibicarakan dokter:
- Waham: keyakinan yang dipegang sangat kuat meski bukti berkata lain. Contohnya yakin sedang dikejar orang, yakin punya kekuatan khusus, atau yakin keluarganya akan celaka karena kesalahannya.
- Halusinasi: mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak dialami orang lain, sering berupa suara.
- Pikiran dan bicara yang kacau: loncat dari satu topik ke topik lain sampai sulit diikuti.
Dokter juga melihat apakah isi gejala itu sejalan dengan suasana hati. Waham merasa hebat saat mania, atau waham merasa berdosa saat depresi, disebut sejalan dengan mood. Ada juga isi gejala yang tidak berhubungan dengan mood, misalnya yakin pikirannya bisa dibaca orang lain. Keduanya bisa terjadi pada bipolar, dan dokter mencatatnya untuk melihat gambaran secara utuh.
Gejala psikotik saat mania
Saat mania, gejala psikotik sering bertema kebesaran. Seseorang bisa yakin dirinya utusan khusus, punya kekayaan atau koneksi luar biasa, atau sedang menjalankan misi penting. Ada juga yang menjadi sangat curiga dan merasa orang lain iri atau berniat menjatuhkannya.
Gejala ini biasanya datang bersama tidur yang sangat berkurang, energi yang meluap, bicara cepat, dan keputusan nekat. Satu episode mania, dengan atau tanpa gejala psikotik, sudah termasuk gambaran bipolar tipe I. Hipomania adalah naik mood yang lebih ringan dan, menurut definisinya, tidak disertai gejala psikotik. Jadi, bila waham atau halusinasi muncul saat mood sedang naik, dokter menggolongkan episode itu sebagai mania. Penjelasan lebih lanjut ada di artikel bipolar tipe I.
Gejala psikotik saat depresi
Saat depresi berat, gejala psikotik cenderung bertema bersalah, hancur, atau hukuman. Seseorang bisa yakin dirinya telah merusak hidup keluarga, yakin jatuh miskin padahal tidak, atau yakin tubuhnya sedang membusuk. Suara yang terdengar sering mengejek atau menyuruhnya menyerah. Depresi dengan gejala psikotik seperti ini bisa terjadi pada bipolar tipe I maupun tipe II.
Gambaran ini berisiko tinggi untuk bunuh diri. Bila muncul ucapan ingin mati, pamit yang tidak biasa, atau suara yang menyuruh menyakiti diri, hubungi 119 ekstensi 8 (Healing119, gratis) atau segera ke IGD terdekat. Gambaran serupa pada depresi tanpa riwayat bipolar dibahas di artikel depresi dengan gejala psikotik.
Mengapa kondisi ini tidak bisa ditunggu
Saat gejala psikotik muncul, orang yang mengalaminya sering tidak merasa sakit. Baginya, keyakinan dan suara itu nyata. Akibatnya ia bisa menolak makan karena yakin makanannya diracun, menghabiskan tabungan untuk "misi", berkendara dengan nekat, atau melawan orang yang ia anggap mengancam.
Kurang tidur juga memperparah mania, sehingga kondisinya bisa memburuk dengan cepat bila tidak ditangani. Segera bawa ke IGD terdekat bila ia:
- sudah bertindak mengikuti suara atau wahamnya;
- mengancam, menyerang, atau membawa benda berbahaya;
- tidak tidur sama sekali atau menolak makan dan minum;
- tampak sangat bingung, lupa tempat dan waktu, atau mengantuk berat;
- bicara soal mati atau menyakiti diri.
Bila membawanya sendiri tidak aman, hubungi 119 untuk bantuan gawat darurat.
Bagaimana penanganannya
Penanganan berjalan di dua jalur sekaligus: menstabilkan mood dan meredakan gejala psikotik. Obat yang biasa dipertimbangkan psikiater berasal dari golongan mood stabilizer (penstabil suasana hati) dan antipsikotik. Pada bipolar, antidepresan yang diberikan tanpa obat penstabil bisa memicu mood berbalik naik ke mania, jadi jenis dan kombinasi obat harus diputuskan psikiater. Informasi tentang cara kerja dan efek samping antipsikotik bisa membantu keluarga memahami pilihan ini.
Bila keselamatan tidak bisa dijaga di rumah, dokter bisa menyarankan perawatan di rumah sakit untuk sementara. Memulihkan tidur juga bagian penting dari penanganan.
Setelah episode reda, banyak orang merasa malu atau bingung saat mengingat apa yang dulu mereka yakini. Tanggapi dengan tenang dan jangan menjadikannya bahan olok-olok. Ini saat yang baik untuk belajar bersama tentang bipolar, mengenali tanda awal kambuh, dan menyepakati apa yang harus dilakukan bila tanda itu muncul lagi. Banyak kekambuhan berawal dari obat yang dihentikan sendiri begitu merasa baik, jadi setiap perubahan obat perlu dibicarakan dulu dengan psikiater.
Apakah ini sama dengan skizofrenia?
Tidak. Pada bipolar dengan gejala psikotik, waham dan halusinasi muncul selama episode mood, lalu umumnya mereda ketika mood kembali stabil. Pada skizofrenia, gejala psikotik menjadi inti kondisinya dan bisa bertahan tanpa naik-turun mood yang jelas. Bila gejala psikotik tetap ada di luar episode mood, dokter akan mempertimbangkan diagnosis lain. Bila yang paling mengganggu adalah pengalaman mendengar suara itu sendiri, baca juga halusinasi pada bipolar.
Konsultasi di Klinik Utama Luna
Gangguan bipolar dan gangguan psikotik termasuk fokus dr. Syailendra W. Sadjarwo, Sp.KJ. Bila anggota keluarga dengan bipolar mulai menunjukkan waham atau halusinasi tetapi masih aman dan bisa diajak bicara, ajak ia berkonsultasi secepatnya; bila ada tanda bahaya di atas, ke IGD lebih dulu. Bila yang mengalami masih anak atau remaja di bawah 18 tahun, carilah psikiater anak dan remaja; Klinik Utama Luna tidak memiliki psikiater anak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu bipolar dengan gejala psikotik? Artinya episode mania atau depresi pada bipolar disertai waham, halusinasi, atau pikiran yang sangat kacau. Ini tanda episode sedang berat dan perlu ditangani segera.
Apakah bipolar dengan gejala psikotik bisa sembuh? Gejala psikotiknya bisa mereda ketika episode mood ditangani. Bipolar sendiri adalah kondisi jangka panjang, tetapi dengan pengobatan teratur dan pengenalan tanda awal, banyak orang bisa menjalani hidup dengan stabil.
Apakah keluarga perlu membantah waham? Tidak perlu. Membantah keras biasanya membuatnya makin curiga atau marah. Akui rasa takut atau semangatnya, jangan ikut membenarkan isinya, dan fokus pada keselamatan serta membawanya ke dokter.
Apakah orang dengan bipolar dan gejala psikotik harus dirawat inap? Tidak selalu. Rawat inap dipertimbangkan bila keselamatan tidak bisa dijaga di rumah, misalnya ada risiko bunuh diri, kekerasan, atau ia tidak makan dan tidur sama sekali. Keputusan ini diambil dokter setelah pemeriksaan.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan medis. Informasi obat (bila ada) menjelaskan kelompok obat secara umum tanpa anjuran jenis maupun takaran — konsultasikan dengan psikiater.
Butuh bantuan sekarang? Hubungi layanan Healing119 dari Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8 (gratis), atau chat lewat healing119.id. Dalam keadaan darurat, segera ke IGD terdekat.





